• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Seluk-Beluk Perjuangan Masyarakat Solo dalam Kesenian Ketoprak

Avrilia Wahyuana by Avrilia Wahyuana
25 March 2022
in News
0
Seluk-Beluk Perjuangan Masyarakat Solo dalam Kesenian Ketoprak

Pertunjukan Ketoprak (goodnewsfromindonesia id)

SoloposFM, Ada yang bilang kalau kesenian ketoprak merupakan operanya orang Jawa. Tak heran jika kesenian ini disandingkan dengan opera, karena keduanya memasukkan unsur nyanyian dalam pertunjukan. Nyanyian dalam ketoprak biasanya dibawakan oleh pemainnya sendiri, Sob.

 

Kaitan Ketoprak dengan Perjuangan Terhadap Penjajah

Mengutip dari Indonesia Kaya, ketoprak mulai muncul pada awal abad 19 oleh seorang musisi Keraton Surakarta. Lahirnya kesenian ini terkait dengan perjuangan terhadap para penjajah loh, Sobat Solopos. Saat itu, masyarakat tidak boleh berkumpul karena dicurigai akan melakukan makar. Karenanya, masyarakat mencari cara agar dapat berkumpul tanpa harus dibubarkan oleh tentara penjajah. Caranya adalah dengan membentuk kelompok kesenian.

Baca juga: Jejak Sejarah Kuliner Khas Kesukaan Sultan Banten “Rabeg”

 

Kesenian ini pun tumbuh dengan apa adanya. Cerita dalam pertunjukan kesenian ini merupakan cerita permasalahan sehari-hari yang masyarakat alami. Para pemainnya pun tidak memerlukan persyaratan khusus. Mereka hanya diberi tahu garis besar cerita, tanpa naskah. Karenanya, kemampuan berimprovisasi merupakan hal penting yang harus seorang pemain ketoprak miliki.

Asal Nama “Ketoprak”

Nama “ketoprak” terkait dengan alat musik kentongan yang digunakan untuk mengumpulkan penonton sebelum pertunjukan dimulai. Dalam bahasa Jawa, memukul kentongan disebut “keprak” dan pertunjukan yang dilakukan setelah kentongan di-keprak disebut “ketoprak.”

Dalam perkembangannya, muncul beberapa istilah yang berkaitan dengan pertunjukan ini. Pertama adalah ketoprak mataram, yang muncul pada era 1950-an. Munculnya istilah ini berkaitan dengan disiarkannya pertunjukan ketoprak oleh RRI Yogyakarta.

Satu dekade berikutnya, merupakan masa keemasan ketoprak. Di setiap kota di Pulau Jawa, terdapat gedung pertunjukan ketoprak. Seiring dengan perkembangan tersebut, masyarakat menjulukinya dengan istilah ketoprak tabong. Ketoprak tabong merupakan istilah bagi kelompok ketoprak yang mengadakan pertunjukan dari satu kota ke kota lain.

Namun, perjalanan ketoprak mengalami penurunan drastis pada dekade berikutnya. Masuknya teknologi hiburan baru berupa film dan maraknya bioskop membuat kelompok ketoprak kehilangan tempat pertunjukan serta penggemar. Masa 1970-1980 merupakan masa suram seni pertunjukan ini.

Ketoprak di Kota Solo

Di Solo, kesenian ini tertolong dengan hadirnya seorang tokoh, Teguh Srimulat. Pada tahun 1977, Teguh Srimulat berinisiatif merenovasi gedung kesenian ketoprak yang ada di Taman Balekambang. Gedung ini sebelumnya tidak terurus dan dibiarkan begitu saja. Pertunjukan ketoprak pun kembali marak di Kota Solo.

Dari kelompok ketoprak yang berkembang di Taman Balekambang ini, muncul sederet pelawak kenamaan di tanah air. Seperti misalnya Nunung, Mamiek Prakoso, Gepeng, dan lainnya.

Baca juga: Yuk, Intip Cantiknya Pantai Pasir Putih Wates Rembang!

 

Pertunjukan ketoprak biasanya beriringan dengan kelompok musik gamelan. Dalam kelompok musik ini juga terdapat sinden, meski begitu pemain di panggung juga bernyanyi.

Pembabakan dalam ketoprak mirip dengan seni pertunjukan lain yang juga berasal dari Solo, wayang orang. Di tengah pertunjukan, ada sebuah babak yang tidak berkaitan dengan cerita utama. Babak ini berfungsi sebagai hiburan. Sepanjang babak, penonton akan terhibur dengan guyonan dari para pemain.

Tags: soloKesenian Ketoprak

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.