• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Kalangan Pelaku Usaha Optimistis Ekspor Indonesia Tahun 2025 akan Cerah, Ini Alasannya

Abu Nadzib by Abu Nadzib
21 February 2025
in News
0
apindo usaha ekspor indonesia

Ilustrasi ekspor impor (Freepik)

Radio Solopos — Para pelaku usaha optimistis ekspor Indonesia pada 2025 akan cerah.

Peluang Indonesia untuk menggenjot ekspor pada tahun ini dinilai lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengatakan peluang tersebut hadir seiring dengan prospek ekonomi global yang diperkirakan stabil pada tahun ini.

“Setidaknya peluang kita untuk meningkatkan kinerja ekspor di tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu, karena outlook ekonomi global yang lebih stabil di tahun ini dibandingkan tahun meskipun ketidakpastian ekonomi global masih tinggi karena berbagai hal,” kata Shinta seperti dikutip Radio Solopos dari Bisnis, Kamis (20/2/2025).

Shinta menilai perang dagang AS-China sejatinya tidak sepenuhnya berdampak negatif terhadap kinerja perdagangan nasional.

Namun dia tidak memungkiri sejak 2019 yang merupakan awal perang dagang di era Trump pertama-Indonesia tidak bisa memanfaatkan potensi pengalihan perdagangan yang diciptakan dari perang dagang untuk mendongkrak kinerja ekspor nasional secara signifikan.

Momentum eskalasi perang dagang AS-China, lanjut dia, masih akan terus menciptakan peluang pengalihan perdagangan dan pengalihan investasi secara global.

Sehingga, peluang pertumbuhan perdagangan dan penerimaan investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) untuk Indonesia masih sangat terbuka lebar.

Namun, Shinta mengatakan tinggal seberapa jauh Indonesia mampu membidik potensi dagang untuk pertumbuhan kinerja ekspor dan investasi nasional.

“Kalau kita hanya berpaku pada kondisi status quo, sudah tentu kinerja perdagangan ekspor dan investasi Indonesia akan sama saja seperti selama ini, tidak bisa memanfaatkan peluang-peluang yang diciptakan perang dagang untuk peningkatan ekspor dan investasi,” tuturnya.

Di sisi lain, Apindo juga terus mengimbau agar pemerintah fokus dan konsisten melakukan pembenahan struktural terhadap iklim usaha atau investasi nasional agar semakin kompetitif secara global, setidaknya kompetitif terhadap kompetitor di kawasan.

“Kalau tidak, peluang-peluang perang dagang tersebut hanya akan dinikmati negara lain yang lebih kompetitif iklim usaha, iklim investasi dan iklim perdagangannya,” ujarnya.

Apalagi, ada sejumlah faktor yang menentukan kinerja perdagangan ekspor, salah satunya daya saing intrinsik produk ekspor nasional, baik dari segi kualitas, pemenuhan standar pasar, hingga harga yang kompetitif.

Faktor lainnya, seperti ragam produk nasional yang bisa berstandar ekspor, faktor pendukung domestik seperti iklim usaha atau investasi yang mendukung peningkatan produktivitas.

“Daya dukung iklim usaha atau investasi dan industrialisasi di dalam negeri memiliki andil lebih besar dalam menentukan peningkatan kinerja ekspor,” pungkasnya.

Asal tahu saja, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memasang target pertumbuhan ekspor hingga empat tahun ke depan.

Pada 2025, pemerintah melalui Kemendag membidik pertumbuhan ekspor sebesar 7,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$294,45 miliar.

Pada tahun berikutnya, ekspor ditarget dengan pertumbuhan sebesar 7,09% YoY atau senilai US$315,31 miliar, dengan target ekspor UMKM adalah US$22,04 miliar atau tumbuh 14,05%.

Pada 2027, nilai ekspor ditargetkan mencapai US$340,2 miliar atau tumbuh 7,89% YoY, dengan ekspor UMKM yang ditargetkan sebesar US$25,24 miliar atau tumbuh 14,48%.

Sementara itu, pada 2028, pertumbuhan ekspor dibidik sebesar 8,77% YoY atau US$370,04 miliar, dengan pertumbuhan ekspor UMKM ditargetkan sebesar 15,03% atau US$29,03 miliar.

Serta pada 2029, pemerintah menargetkan ekspor Indonesia dapat tumbuh 9,64% YoY atau mencapai US$405,69 miliar, dengan target ekspor UMKM senilai US$35,29 miliar atau melonjak 21,57%.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Alasan Pengusaha Pede soal Peluang RI Genjot Ekspor pada 2025”

Tags: pelaku usahaekspor indonesiaShinta W. Kamdaniapindo

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.