• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

LSF Dorong Penyetaraan Klasifikasi Usia Pada Film di Semua Media

Avrilia Wahyuana by Avrilia Wahyuana
30 October 2025
in News
0
LSF Dorong Penyetaraan Klasifikasi Usia Pada Film di Semua Media

Poster film Indonesia

Radio Solopos – Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Naswardi mendorong adanya penyetaraan klasifikasi usia pada film di semua media termasuk over the top berbasis internet agar penonton memiliki rujukan atau referensi dalam menonton yang sesuai usia.

“Ini juga menjadi masukan-masukan berkaitan dengan perubahan regulasi, khususnya di revisi Undang-Undang Perfilman, termasuk juga revisi Undang-Undang Penyiaran. Jadi bagaimana semua materi di semua media penayangan itu bisa diklasifikasi, bisa mendapatkan penggolongan usia,” kata Naswardi.

Ia mengatakan saat ini baru 5 persen tayangan di OTT lokal yang bisa disensor oleh LSF, sementara untuk OTT asing LSF belum memiliki regulasi yang sama untuk mengatur tayangan.

Naswardi mengatakan hal ini juga menjadi perhatian pelaku industri film karena menganggap regulasi yang mengatur sensor perfilman Indonesia tidak bisa disetarakan untuk diaplikasikan ke tayangan dari OTT luar negeri.

“Kalau di bioskop jelas peraturannya mengikuti peraturan di dalam undang-undang perfilman, bahwa persyaratan sebuah materi itu bisa tayang, itu dikurasi, difiltrasi, dinilai, diteliti oleh Lembaga Sensor Film. Begitu juga di televisi, sama pra syaratnya adalah adanya surat tanda lulus sensor, diteliti, dinilai oleh LSF, kemudian pascatayangnya diawasi oleh KPI. Tetapi untuk JTI Jaringan Teknologi Informatika, untuk streaming, OTT, video in demand, dan media sosial, ini masyarakat atau pelaku industri menyampaikan kami ini tidak setara dengan mereka,” kata Naswardi.

Naswardi mengatakan saat ini LSF berkolaborasi dengan lintas kementerian yakni Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sementara untuk pengawasan di OTT, LSF juga dibantu oleh Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait tayangan yang melanggar sensor.

Naswardi juga mendorong para pelaku usaha industri perfilman khususnya yang menayangkan produknya di jaringan teknologi informatika, terutama over the top, video on demand, termasuk media sosial, untuk menyeleksi secara mandiri tayangannya agar sesuai dengan kaidah sensor yang berlaku di Indonesia.

Ia juga mendorong pemilik OTT lokal untuk ikut menyensor film atau tayangan yang masuk ke platform mereka, agar masyarakat memiliki rujukan yang sesuai dengan yang kategori usia.

Ia menyebut kriteria penyensoran film mempertimbangkan unsur pornografi, sex menyimpang, unsur kekerasan, praktek narkotika, perbuatan melawan hukum dan perendahan harkat martabat. Selain itu juga dinilai dari konteks, teks, tema, judul, dialog, monolog dan teks terjemahan untuk film asing.

Hingga September 2025, Lembaga Sensor Film (LSF) telah menerbitkan kurang lebih 29 ribu surat tanda lulus sensor dari berbagai materi penayangan, dengan film layar lebar nasional sejumlah 217 judul dan 212 judul dari film impor dari 18 negara.

Selain film, LSF juga menilai produk sebelum tayang di televisi seperti iklan, infotainment, program kuliner, dan program keagamaan diteliti sesuai klasifikasi usia.

Sumber : Antara

Tags: filmfilm indonesiadunia perfilmanLembaga Sensor Film

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.