Radio Solopos, SOLO — Dompet Dhuafa Jawa Tengah (DD Jateng) menegaskan kembali komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan oleh Zaini Tafrikhan, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, dalam program Bincang Spesial Bersama Dompet Dhuafa yang digelar dalam acara Gathering Pendengar Radio Solopos di Radya Litera Multifunction Hall Solopos, Sabtu (29/11/2025) malam.
Dalam perbincangan bertajuk “Ngobrolin Seputar Dampak Nyata Program Dompet Dhuafa”, Zaini menyebut bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahkan belum mau terlibat dalam gerakan kebaikan.
Padahal, kontribusi sekecil apa pun bisa membawa dampak yang besar bagi mereka yang berada dalam kondisi darurat.
“Ada yang belum tahu, ada yang belum mau. Itu terus kami edukasi. Bahwa, satu kebaikan itu bisa membawa sejuta harapan,” ujar Zaini.
Zaini menjelaskan bahwa saat ini Dompet Dhuafa tengah fokus mengerahkan bantuan untuk penanganan bencana di wilayah Sumatra.
Melalui jejaring relawan dan unit layanan yang tersebar di berbagai daerah, Dompet Dhuafa bergerak cepat untuk mendistribusikan bantuan kebutuhan dasar, layanan medis, hingga pemulihan psikososial.
Dompet Dhuafa juga terus memperluas cara masyarakat dapat berbagi. Tidak lagi hanya mengandalkan collecting box (kotak donasi), kini masyarakat bisa berdonasi melalui platform digital, termasuk QRIS.
“Sekarang berbagi itu bisa semudah membeli secangkir kopi. Tinggal scan QRIS, berapa pun nilainya akan sangat berarti,” ungkap Zaini.
Upaya ini dilakukan agar masyarakat dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, pekerja, hingga komunitas digital dapat terlibat dalam gerakan kemanusiaan.

Salah satu program yang disampaikan dalam forum ini adalah dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Zaini mengisahkan sebuah kasus nyata dari seorang anak TK di Jawa Tengah yang tidak mampu membayar uang SPP selama satu tahun dengan nominal sekitar Rp1 juta.
Anak tersebut datang ke kantor Dompet Dhuafa Semarang bersama kakeknya. Setelah dilakukan asesmen langsung ke rumah, ditemukan bahwa mereka tinggal di rumah kontrakan yang dihuni empat kepala keluarga, dengan pendapatan keluarga hanya sekitar Rp500.000 per bulan.
“Kasus seperti ini banyak. Orang dalam kondisi darurat tidak bisa langsung diberdayakan. Kita selamatkan kondisinya dulu, baru kemudian kita bantu bangkit,” jelas Zaini.
Melalui dana zakat, infak, sedekah, dan donasi kemanusiaan dari masyarakat, Dompet Dhuafa membantu memastikan anak tersebut dapat melanjutkan pendidikan dari TK A ke TK B.
Zaini juga meluruskan persepsi publik terkait siapa yang berhak menerima bantuan. Dana zakat hanya bisa disalurkan kepada delapan golongan (asnaf) yang harus muslim. Sedangkan dana infak, sedekah, dan dana kemanusiaan bersifat universal dan dapat diberikan kepada siapa saja, tanpa memandang agama.
“Untuk dana kemanusiaan, semua bisa menerima manfaat. Kami bantu tanpa pandang agama,” tegasnya.
Dompet Dhuafa juga kolaboratif dengan menggabungkan dana-dana kemanusiaan dengan program CSR berbagai perusahaan, sehingga jangkauan penerima manfaat lebih luas.
Selain penanganan darurat dan bantuan sosial, Dompet Dhuafa Jateng juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi. Salah satunya melalui pelatihan untuk para pelaku UMKM, agar mereka dapat meningkatkan keterampilan dan kapasitas usaha. Program tematik lainnya juga terus dikembangkan.
Melalui kesempatan ini, Zaini mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dan menjadi bagian dari perubahan.
“Setiap orang bisa memberi dampak. Bukan soal besar kecilnya nilai, tapi tentang niat dan kemauan untuk membantu. Kita lahir dibantu orang, mati dibantu orang, hidup harus bantu orang,” tutupnya.
