Radio Solopos – Memasuki periode anak masuk sekolah di tahun baru dan bertepatan dengan puncak musim hujan di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan imbauan akan penyakit yang mengintai anak-anak.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengatakan dengan kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit seperti influenza, diare, demam berdarah yang perlu diwaspadai, musim hujan dengan risiko banjir, serta potensi bencana hidrometeorologi.
Oleh karena itu, IDAI menyampaikan beberapa kiat komprehensif sebagai upaya pencegahan dan kewaspadaan kolektif yang perlu diperhatikan orang tua, pengasuh, guru, hingga pemerintah daerah:
Pastikan kesehatan dan daya tahan tubuh anak memungkinkan untuk ke sekolah
- Lengkapi dan pastikan status imunisasi dasar dan lanjutan anak sesuai usia, termasuk imunisasi untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I) seperti campak, difteri, pertusis, influenza, dan lain-lain.
- Berikan makanan padat nutrisi terutama protein hewani, cukup cairan agar tidak dehidrasi. Batasi makanan tidak sehat yang mengandung gula tinggi dan junk food.
- Pastikan anak tidur malam 8-10 jam sesuai usia untuk mengoptimalkan sistem imun. Baca Juga IDAI Luncurkan Ulang Buku Panduan Penanggulangan Bencana
- Jika anak menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, diare, atau lemas, segera periksa ke fasilitas kesehatan dan istirahatkan di rumah hingga benar-benar pulih untuk mencegah penularan.
Menerapkan Etiket Batuk dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
- Ajarkan dan biasakan anak untuk menutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam (bukan telapak tangan) saat batuk atau bersin.
- Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir secara rutin, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain.
- Gunakan masker terutama jika anak mengalami gejala infeksi saluran napas atau berada di kerumunan.
- Hindari berbagi penggunaan alat makan, minum, dan alat kebersihan pribadi.
Pencegahan Penyakit yang Berkembang di Musim Hujan
- Terapkan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang sekaligus menghindari gigitan nyamuk). Pastikan lingkungan sekolah dan rumah bebas dari genangan air. Gunakan losion anti nyamuk, kelambu, atau pakaian panjang.
- Untuk menghindari diare dan leptospirosis (kencing tikus), pastikan pastikan anak selalu memakai alas kaki saat bermain atau berjalan di area yang mungkin terkontaminasi. Konsumsi air dan makanan yang bersih dan matang.
Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan dan Bencana hidrometeorologi
- Komunikasi yang intensif adalah kunci. Orangtua dan pihak sekolah diharapkan aktif menginformasikan kondisi dan kebijakan melalui grup komunikasi. Orangtua diharapkan proaktif melaporkan kondisi kesehatan anak dan memberikan edukasi di rumah. Siswa diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan saling mengingatkan. Pastikan juga data kontak darurat baik pihak orangtua maupun sekolah selalu mutakhir.
- Ajarkan anak untuk memahami prosedur evakuasi dan titik kumpul di sekolah. Orangtua juga harus mengetahui rencana tanggap darurat sekolah.
- Siapkan tas siaga bencana untuk anak di sekolah dan di rumah (berisi jas hujajn, makanan tahan lama, air minum, obat pribadi, pakaian ganti, senter kecil, peluit, dan kontak darurat keluarga).
- Hati-hati dalam perjalanan ke/dari sekolah saat hujan lebat. Waspada genangan air, pohon tumbang, dan arus lalu lintas.
“IDAI mendorong sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana cuci tangan, air bersih, dan toilet yang higienis, serta melakukan pembersihan dan disinfeksi rutin pada area dan permukaan benda yang sering disentuh. IDAI juga mendorong penguatan kerjasama antar sekolah dengan puskesmas setempat untuk pemantauan kesehatan warga sekolah dan edukasi,” lanjutnya.
Selain itu, IDAI juga berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan penyediaan fasilitas kesehatan, memastikan lingkungan sekolah aman dari risiko banjir dan longsor, dan mengkoordinasikan sistem peringatan dini.
Sumber : Bisnis.com
