Radio Solopos, PEKALONGAN — Momentum Hari Jadi ke-120 dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan untuk menegaskan kebangkitan daerah melalui dimulainya pembangunan kembali gedung pemerintahan, Rabu (1/4/2026).
Prosesi groundbreaking tersebut menandai awal pembangunan Kantor Pemkot, Sekretariat Daerah (Setda), serta Gedung DPRD Kota Pekalongan yang sebelumnya terdampak kejadian luar biasa pada Agustus 2025.
Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, menyebut pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga simbol optimisme dan semangat bangkit Kota Pekalongan.
“Groundbreaking ini bertepatan dengan hari jadi kota, sehingga menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Pekalongan bangkit dan terus bergerak maju,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun sempat menghadapi situasi sulit, roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Pembangunan gedung baru diharapkan semakin memperkuat semangat aparatur dalam memberikan layanan terbaik.
Proyek ditargetkan rampung pada 24 September 2026 agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih optimal dengan fasilitas baru.
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, menyatakan pembangunan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas layanan publik pascakejadian yang sempat mengganggu operasional pemerintahan.
“Meski dalam kondisi sebelumnya pelayanan tetap berjalan, kehadiran gedung baru nanti akan semakin meningkatkan kinerja dan kenyamanan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dengan target penyelesaian pada akhir September 2026, bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Selain itu, proyek ini juga menjadi bentuk konkret dukungan pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur pemerintahan daerah.
Terima Kasih Presiden
Pemkot Pekalongan mengapresiasi perhatian dari Presiden Prabowo Subianto serta Kementerian Pekerjaan Umum yang turut mengawal percepatan pembangunan sejak tahap awal.
Gedung yang dibangun akan mengusung konsep dua lantai dengan desain minimalis dan fungsional, menyesuaikan kebutuhan pelayanan modern.
Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp90 miliar untuk proyek ini, dengan nilai final menunggu hasil lelang dari pihak pelaksana.
Melalui pembangunan ini, Pemkot Pekalongan berharap kualitas pelayanan publik dapat meningkat sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas pemerintahan secara menyeluruh.
“Saya juga sampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memerintahkan langsung kepada Kementerian PU agar Kota Pekalongan diprioritaskan. Terima kasih juga kepada Bapak Menteri PU yang langsung meninjau lokasi beberapa hari setelah kejadian. Alhamdulillah komitmen tersebut kini terealisasi hingga tahap groundbreaking,” imbuhnya. (NA/*)
