Radio Solopos, PEKALONGAN – Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya, mengajak pelajar membangun kebiasaan gemar membaca dan meningkatkan literasi digital, Jumat (17/7/2026).
Kebiasaan ini dibangun melalui Roadshow Bunda Literasi yang digelar di SMP Negeri 11 Kota Pekalongan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan bersama Dinas Pendidikan.
Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian roadshow literasi tahun 2026.
Roadshow berlangsung bersamaan dengan peringatan dies natalis SMP Negeri 11 Kota Pekalongan.
Kegiatan tersebut diisi dengan bazar karya siswa, penampilan seni, mini teater, pembacaan puisi, dan dialog interaktif.
Dialog tersebut membahas mengenai pentingnya budaya membaca dan memanfaatkan teknologi digital secara bijak.
Inggit memberikan hadiah apresiasi kepada para siswa yang aktif menjawab pertanyaan.
Roadshow perdana tahun ini mendapat sambutan hangat dari siswa dan guru SMP Negeri 11 Kota Pekalongan.
Inggit, mengatakan antusiasme para siswa menunjukkan bahwa budaya literasi dapat berkembang seiring kreativitas generasi muda.
“Alhamdulillah Roadshow Bunda Literasi periode ini diawali di SMP Negeri 11. Sambutan hangat dari para siswa dan guru menjadi semangat bagi kami untuk terus mengampanyekan gerakan gemar membaca. Literasi harus tumbuh seiring kreativitas dan inovasi generasi muda,” ujar Inggit.
Perkuat Literasi Digital
Menurut Inggit, tantangan yang dihadapi saat ini tidak hanya meningkatkan minat baca.
Akan tetapi juga membangun kemampuan literasi digital agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajak berdialog mengenai pemanfaatan media digital secara positif.
Inggit berharap budaya membaca dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pelajar.
“Dengan membiasakan membaca setiap hari, kami optimistis indeks literasi Kota Pekalongan akan terus meningkat. Semoga kegiatan ini memotivasi para pelajar untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan menjadi generasi yang cerdas, kreatif, serta berkarakter,” katanya.
Pemkot Pekalongan berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
Kolaborasi ini dilaksanakan untuk memperkuat ekosistem literasi dan menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan pelajar. (NA)
