Radio Solopos, SOLO – Woman runner sekaligus key opinion leader (KOL), Artha Listya, menyarankan pemula untuk tidak langsung mengejar jarak atau kecepatan.
Sebaliknya, latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi dan terhindar dari cedera.
“Kalau pemula itu sebaiknya tiga kali. Jangan maksain diri. Jangan sampai bikin badan kapok,” ujar Artha dalam Talkshow Selasar yang disiarkan Radio Solopos, Rabu (15/7/2026).
Konsistensi dinilai Artha menjadi faktor utama bagi masyarakat yang ingin mulai berolahraga lari, terutama bagi pemula yang baru membangun kebiasaan hidup sehat.
Artha mengaku mulai menekuni olahraga lari sejak 2015.
Saat itu, awalnya ia hanya berjalan santai di Stadion Manahan dengan perlengkapan sederhana sebelum akhirnya beralih ke jogging dan mulai berani mengikuti berbagai ajang lari.
Perubahan gaya hidup tersebut juga didorong oleh hasil pemeriksaan kesehatan yang membuatnya lebih memperhatikan kondisi tubuh.
Menurut Artha, olahraga lari dapat dilakukan dengan biaya yang relatif terjangkau.
Lari adalah olahraga yang bisa dilaksanakan tanpa membutuhkan banyak perlengkapan dan ketergantungan pada teman latihan.
Meski demikian, pelari yang sudah menekuni dunia pelari secara serius disarankan menggunakan sepatu khusus lari agar mengurangi risiko cedera.
Dengarkan Kondisi Tubuh
Artha menilai pelari perlu membiasakan diri mendengarkan kondisi tubuh selama menjalani latihan.
Ia mengingatkan latihan yang terlalu dipaksakan justru berpotensi menimbulkan cedera dan menghambat proses latihan.
Selain menjaga intensitas latihan, ia juga menekankan pentingnya waktu istirahat, asupan protein, karbohidrat, dan jam tidur yang cukup untuk mendukung pemulihan tubuh.
Berlari tidak bisa jika langsung memaksa, karena menurut Artha hal tersebut justru membahayakan.
Bahkan pada pelari yang sudah terbiasa, tetap harus mendengarkan kondisi tubuh dan menghindari cidera.
Artha memberi contoh, misal saat berlari sudah tidak bisa sambil bernyanyi maupun bersiul, maka baiknya berhenti terlebih dahulu.
Perlengkapan Berlari
Dalam memilih perlengkapan, Artha mengatakan pemula tidak harus membeli sepatu atau aksesori lari dengan harga mahal.
Menurutnya yang lebih penting adalah menggunakan sepatu lari yang sesuai dan jika memungkinkan, memantau detak jantung selama berolahraga melalui jam tangan pintar atau aplikasi pada telepon seluler.
Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan pemanasan dan pendinginan setiap kali berolahraga agar tubuh lebih siap beraktivitas sekaligus mengurangi risiko cedera.
“Olahraga mau apapun itu, harus ada pemanasan dan pendinginannya. banyak orang yang mengabaikan, tapi itu salah. Minimal stretching sendiri.” ujar Artha.
Artha berharap semakin banyak masyarakat, khususnya perempuan di Kota Solo, menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Menurutnya, tren tersebut mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir dengan semakin banyaknya komunitas dan peserta ajang lari di Solo.
