• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Konsistensi Jadi Kunci, Pelari Solo Sarankan Pemula Tak Terlalu Kejar Target

Aulia Anindyanari Lathifah

Abu Nadzib by Abu Nadzib
20 July 2026
in News
0
Konsistensi Jadi Kunci, Pelari Solo Sarankan Pemula Tak Terlalu Kejar Target

Artha Listya, seorang woman runner sekaligus key opinion leader (KOL) membicarakan tentang olahraga lari dalam Talkshow Selasar yang disiarkan Radio Solopos, Rabu (15/7/2026). (Radio Solopos).

Radio Solopos, SOLO – Woman runner sekaligus key opinion leader (KOL), Artha Listya, menyarankan pemula untuk tidak langsung mengejar jarak atau kecepatan.

Sebaliknya, latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi dan terhindar dari cedera.

“Kalau pemula itu sebaiknya tiga kali. Jangan maksain diri. Jangan sampai bikin badan kapok,” ujar Artha dalam Talkshow Selasar yang disiarkan Radio Solopos, Rabu (15/7/2026).

Konsistensi dinilai Artha menjadi faktor utama bagi masyarakat yang ingin mulai berolahraga lari, terutama bagi pemula yang baru membangun kebiasaan hidup sehat.

Artha mengaku mulai menekuni olahraga lari sejak 2015.

Saat itu, awalnya ia hanya berjalan santai di Stadion Manahan dengan perlengkapan sederhana sebelum akhirnya beralih ke jogging dan mulai berani mengikuti berbagai ajang lari.

Perubahan gaya hidup tersebut juga didorong oleh hasil pemeriksaan kesehatan yang membuatnya lebih memperhatikan kondisi tubuh.

Menurut Artha, olahraga lari dapat dilakukan dengan biaya yang relatif terjangkau.

Lari adalah olahraga yang bisa dilaksanakan tanpa membutuhkan banyak perlengkapan dan ketergantungan pada teman latihan.

Meski demikian, pelari yang sudah menekuni dunia pelari secara serius disarankan menggunakan sepatu khusus lari agar mengurangi risiko cedera.

Dengarkan Kondisi Tubuh

Artha menilai pelari perlu membiasakan diri mendengarkan kondisi tubuh selama menjalani latihan.

Ia mengingatkan latihan yang terlalu dipaksakan justru berpotensi menimbulkan cedera dan menghambat proses latihan.

Selain menjaga intensitas latihan, ia juga menekankan pentingnya waktu istirahat, asupan protein, karbohidrat, dan jam tidur yang cukup untuk mendukung pemulihan tubuh.

Berlari tidak bisa jika langsung memaksa, karena menurut Artha hal tersebut justru membahayakan.

Bahkan pada pelari yang sudah terbiasa, tetap harus mendengarkan kondisi tubuh dan menghindari cidera.

Artha memberi contoh, misal saat berlari sudah tidak bisa sambil bernyanyi maupun bersiul, maka baiknya berhenti terlebih dahulu.

Perlengkapan Berlari

Dalam memilih perlengkapan, Artha mengatakan pemula tidak harus membeli sepatu atau aksesori lari dengan harga mahal.

Menurutnya yang lebih penting adalah menggunakan sepatu lari yang sesuai dan jika memungkinkan, memantau detak jantung selama berolahraga melalui jam tangan pintar atau aplikasi pada telepon seluler.

Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan pemanasan dan pendinginan setiap kali berolahraga agar tubuh lebih siap beraktivitas sekaligus mengurangi risiko cedera.

“Olahraga mau apapun itu, harus ada pemanasan dan pendinginannya. banyak orang yang mengabaikan, tapi itu salah. Minimal stretching sendiri.” ujar Artha.

Artha berharap semakin banyak masyarakat, khususnya perempuan di Kota Solo, menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Menurutnya, tren tersebut mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir dengan semakin banyaknya komunitas dan peserta ajang lari di Solo.

Tags: pelariSelasar Radio SoloposArtha Listyawoman runner

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • ICE Autonation Surakarta 2026 Hadirkan 140 Kendaraan Modifikasi dari Berbagai Daerah
  • Bunda Literasi Kota Pekalongan Kampanyekan Literasi Digital Lewat Roadshow di Sekolah
  • Konsistensi Jadi Kunci, Pelari Solo Sarankan Pemula Tak Terlalu Kejar Target
  • Perubahan KUA-PPAS 2026, Pemkot Pekalongan Prioritaskan Infrastruktur Pendukung dan Fasilitas Pasar Banjarsari
  • GERTAK SAMBAL Ajak Keluarga Luangkan Satu Jam Berkualitas Setiap Hari

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.