Radio Solopos, PEKALONGAN — Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pekalongan meluncurkan Gerakan Serentak Satu Jam Membangun Keluarga Berkualitas (GERTAK SAMBAL) untuk mengajak masyarakat meluangkan waktu satu jam setiap hari bersama keluarga.
Program tersebut digagas Pokja 1 TP PKK Kota Pekalongan sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut program nasional yang diinisiasi TP PKK Pusat.
Nama GERTAK SAMBEL dipilih agar mudah diingat masyarakat.
Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya, mengatakan GERTAK SAMBAL bukan sekadar kegiatan seremonial.
Hal ini karena ia menilai penggunaan gawai dan perkembangan teknologi membuat interaksi antar anggota keluarga semakin berkurang.
Karena itu, kehadiran orang tua menjadi hal penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Harapannya, masyarakat mudah mengingat GERTAK SAMBAL sebagai ajakan meluangkan satu jam bersama keluarga untuk membangun keluarga yang berkualitas,” ujarnya saat ditemui di Kantor TP PKK Kota Pekalongan, Selasa (14/7/2026).
Aktivitas Keluarga
Inggit menjelaskan setiap anak berhak memperoleh perlindungan, perhatian, bimbingan, pendampingan, dan pengasuhan yang baik.
Menurutnya, komunikasi yang hangat akan membentuk karakter anak menjadi pribadi yang tangguh, berakhlak baik, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Ia berharap keluarga menjadi lingkungan pertama yang aman, nyaman, serta penuh kasih sayang bagi anak.
Melalui GERTAK SAMBAL, Pokja 1 TP PKK Kota Pekalongan mengajak keluarga menjalankan lima aktivitas sederhana selama satu jam setiap hari.
Kegiatan itu meliputi berbicara dan berbagi cerita, beribadah bersama, melakukan aktivitas positif seperti bermain, memasak, atau berolahraga, belajar dan mengembangkan potensi bersama, serta menumbuhkan kepedulian melalui kegiatan berbagi dan membantu sesama.
Selain itu, keluarga juga didorong membatasi penggunaan gawai secara berlebihan.
TP PKK mengajak masyarakat memperbanyak interaksi tatap muka, memperkuat kedekatan antaranggota keluarga, serta menciptakan lingkungan yang ramah anak dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Inggit berharap gerakan tersebut dapat membentuk generasi yang lebih kuat dan berkarakter.
Menurutnya, kebiasaan meluangkan satu jam bersama keluarga setiap hari menjadi langkah sederhana untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. (NA)
