• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Film “Jingga”, Kisah Kehidupan Tuna Netra

W W by W W
22 February 2016
in News
0
Film “Jingga”, Kisah Kehidupan Tuna Netra

SoloposFM – Setelah ditayangkan perdana di Jakarta pada kamis (18/02/16) lalu, Film Jingga yang diproduksi Lola Amaria akan ditayangkan secara nasional mulai 25 Februari 2016. Beberapa tokoh pun diundang dan rencana hadir dalam nonton bareng tersebut antara lain, Gubernur DKI Ahok, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo serta beberapa tokoh lainnya.

Hal itu diakui Produser Film Jingga Lola Amaria kepada wartawan. Film yang berlatar kisah perjuangan hidup tunanetra tersebut akan menggelar nonton bareng di enam kota besar, yaitu Malang, Solo, Yogya, Surabaya, Bandung dan Jakarta. Rencananya ada 600 tuna netra yang akan datang dalam nonton bareng. Mengingat keterbatasannya, tuna netra ini akan didampingi tenaga pembisik.

Film Jingga disutradarai juga oleh Lola Amaria dengan menampilkan para pemain seperti Hifzane Bob (sebagai Jingga), Hany Valery (sebagai Nila), Qausar HY (sebagai Marun), Aufa Assegaf (sebagai Magenta), Isa Raja Loebis (sebagai Kang Gory), Joshua Pandelaki (sebagai Kirmizi), Ray Sahetapy (sebagai Ireng), Keke Soeryokusumo (sebagai Fusia) dan Nina Tamam (sebagai Ibunda Nila).

Ide cerita film ini berasal dari riset Lola Amaria tentang kehidupan tuna netra. Ia menemukan fakta-fakta yang mengejutkan tentang jumlah penyandang tuna netra di Indonesia mencapai kurang lebih 3,5 juta orang. Jumlah ini setara dengan jumlah penduduk Singapura. Film ini menampilkan sosok tuna netra sebagai manusia biasa yang lengkap di mana ada gembira, jatuh cinta, rindu dan cemburu. Film ini juga mengajarkan edukasi bila ada anggota keluarga yang kita cintai tiba-tiba mendadak jadi low vision bahkan buta.

Secara teknis, 95% pengambilan gambar film ini dilakukan di Kota Bandung, terutama di Sekolah Luar Biasa Negeri A (SLBNA) Kota Bandung Jawa Barat. Bahkan beberapa siswa dan guru SLBNA tersebut turut bermain dalam film ini.

Tags: filmjinggatuna netra

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Politeknik Assalaam Siap Bertransformasi Menjadi Universitas pada Tahun 2027
  • Pemkot Solo Siapkan Pembatasan Sampah ke Putri Cempo, Pengolahan Dimulai dari Rumah Tangga
  • Mitra10 Solo Baru Tawarkan Solusi Bangun Rumah Tanpa Ribet
  • Kokola Luncurkan Kukis Black, Perkuat Diferensiasi Produk di Tengah Persaingan Pasar
  • Fokus Kualitas Layanan, BPJS Kesehatan Bersama Fasilitas Kesehatan Dukung JKN Berkelanjutan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.