Radio Solopos, SEMARANG – Dompet Dhuafa Jawa Tengah menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga filantropi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya menekan angka kemiskinan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam talkshow “Welcoming Ramadan, Berzakat itu Kalcer” yang digelar di Oak Tree Emerald Semarang, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah Gunawan Sudarsono, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Muhtasit, serta pimpinan dan mitra Dompet Dhuafa Jateng.
Pimpinan Dompet Dhuafa Jateng, Zaini Tafrikhan, menyampaikan menyambut Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai persiapan ibadah personal tetapi momentum memperkuat peran zakat dalam menjawab persoalan sosial.
“Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat dampak zakat. Melalui tema ‘Zakat itu Kalcer’, kami mendorong zakat menjadi bagian dari budaya masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” kata Zaini seperti dikutip radio.solopos.com.
Ia menambahkan, sepanjang 2025 Dompet Dhuafa Jateng telah menjalankan berbagai program sosial dan pemberdayaan yang hasilnya disampaikan dalam forum tersebut sebagai bentuk transparansi kepada mitra dan publik.
Program Strategis
Pada Ramadan 1447 H, Dompet Dhuafa Jateng menyiapkan sejumlah program strategis, mulai dari memuliakan anak yatim, pemberdayaan UMKM, dukungan bagi guru ngaji, hingga program berbagi buka puasa.
Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat.
Plt Kepala Biro Kesra Setda Jateng Gunawan Sudarsono mengapresiasi langkah Dompet Dhuafa yang aktif membangun sinergi lintas sektor. Menurutnya, permasalahan sosial di Jawa Tengah membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
“Permasalahan kesejahteraan di Jawa Tengah sangat kompleks. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan lembaga seperti Dompet Dhuafa menjadi kunci untuk mempercepat solusi,” ujarnya sebelum membacakan pesan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Dalam pesannya, Gubernur Jateng mendukung penuh langkah Dompet Dhuafa yang aktif mengumpulkan donasi, zakat, infak dan sedekah yang lantas disalurkan kembali ke masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Muhtasit menilai Ramadan sebagai momentum strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
Ia menegaskan, zakat yang dikelola secara profesional dapat menjadi instrumen penting dalam program pendidikan, kesehatan, dakwah, dan penguatan ekonomi.
“Dan sepertinya Dompet Dhuafa ini menyasar anak-anak muda, genzi. Terbukti dari judul acara ini, Berzakat Itu Kalcer. Ini kan istilah anak-anak sekarang, bahasa gaul. Mungkin kalau lahir sekarang namanya bukan Dompet Dhuafa tapi QRIS Dhuafa,” ujar Muhtasit yang disambut tawa hadirin.
Dengan penguatan kolaborasi dan kampanye zakat yang berkelanjutan, Dompet Dhuafa Jateng berharap zakat dapat berperan lebih besar dalam mendorong kesejahteraan dan menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah, khususnya selama dan setelah Ramadan 1447 Hijriah.



