• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Ketua DPRD Jateng Cicipi Mangut Beong, Kuliner Favorit di Kabupaten Magelang

Abu Nadzib by Abu Nadzib
16 July 2025
in News
0
mangut beong ketua dprd jateng sumanto

Ketua DPRD Jateng Sumanto (kanan) mencicipi kuliner khas Mangut Beong di Omah Kayoman, Mungkid Magelang, beberapa hari lalu. Mangut Beong menjadi salah satu menu kuliner terfavorit di kabupaten tersebut. (Istimewa)

Radio Solopos – Mangut Beong menjadi salah satu menu kuliner favorit di wilayah Kabupaten Magelang.

Mangut Beong berpotensi menjadi ikon untuk menaikkan branding wisata kuliner di kabupaten tersebut.

Ketua DPRD Jateng Sumanto dalam kunjungan di Magelang, beberapa hari lalu, mencicipi kuliner khas Mangut Beong di Omah Kayoman, Mungkid.

Sumanto menilai kuliner tersebut harus terus dipromosikan karena rasanya lezat dan bergizi tinggi.

Terlebih, Ikan Beong yang selama ini hidup liar di Sungai Progo, Magelang, kini bisa dibudidayakan masyarakat.

Omah Kayoman menyajikan menu mangut iwak kali seperti beong, patin, nila, dan wader.

Mangut Kepala Beong menjadi sajian favorit tempat tersebut. Rasanya gurih dan pedas, selalu menjadi buruan wisatawan yang datang ke kawasan Borobudur.

Sumanto mencicipi Mangut Beong bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Endi Faiz Effendi, dan Kepala Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut DKP Jateng, Aris Setiono.

Menurut Sumanto, ikan beong menjadi potensi ekonomi warga lokal. Hanya saja, ikan tersebut membutuhkan waktu lama untuk bisa dikonsumsi.

“Selama ini ikan beong didapat dari hasil mancing petani di sungai. Dari ukuran kecil sampai besar butuh waktu lama dan kalau terus dipancing lama-lama akan habis karena permintaannya tinggi,” kata Sumanto seperti dikutip Radio Solopos dari rilisnya.

Ketua DPRD Jateng Sumanto bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Endi Faiz Effendi, dan Kepala Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut DKP Jateng, Aris Setiono dalam kunjungannya ke Magelang, belum lama ini. (Istimewa)

Namun, saat ini ikan beong sudah bisa dibudidayakan di kolam. Contohnya di Loka Ngrajek, Kabupaten Magelang.

Dengan adanya budidaya tersebut, ketersediaan benih ikan bisa lebih terjamin. Masyarakat bisa membeli benih ikan beong untuk dibesarkan sebelum mereka jual untuk konsumsi.

“Ikan beong ini nilai jualnya tinggi. Sekarang sudah bisa dibudidayakan. Namun saya minta bisa dibesarkan dalam waktu singkat tanpa mengubah rasa dan nutrisinya karena selama ini butuh waktu tahunan untuk sampai ukuran siap konsumsi,” paparnya.

Ia juga mendorong Balai Perikanan bekerja sama dengan sejumlah universitas untuk meningkatkan riset dan inovasi. Selain itu, pihak terkait perlu mengkampanyekan makan ikan ke masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, Endi Faiz Effendi menambahkan, ikan beong yang selama ini diambil dari sungai, kini sudah berhasil dikembangkan dalam kolam.

Ia menambahkan, seiring berkembangnya sektor pariwisata, kebutuhan ikan beong juga akan meningkat.

“Saat ini di Magelang saja banyak rumah makan yang menawarkan menu Mangut Beong. Di Temanggung juga sudah bermunculan tempat makan dengan menu ikan air tawar, termasuk beong,” katanya.

Kepala Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut, Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng, Aris Setiono mengatakan, budidaya ikan beong memiliki tantangan tersendiri.

Ikan beong yang semula hidup di alam liar awalnya tak mau diberi makan saat ada di kolam.

“Dulu dikasih makan nggak mau. Dengan ketelatenan teman-teman balai, akhirnya mau. Kami sedang berusaha agar pembesarannya lebih cepat. Bisa panen dalam 3 atau 4 bulan,” paparnya.

Benih ikan beong dari Loka Ngrajek saat ini juga sudah dikirim hingga Temanggung, Sleman, dan Belitung.

Harganya mencapai Rp50.000 hingga Rp80.000 per kilogram sehingga bisa mengangkat perekonomian masyarakat. (Adv)

Tags: mangut beongkuliner magelangwisata magelang

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • DPRD Solo Soroti Ketimpangan Kinerja hingga Infrastruktur, Desak Reformasi Menyeluruh Pemkot
  • 66% Lulusan Terserap Kerja, Politeknik Assalaam Mantap Menuju Universitas di 2027
  • Hadiri Halal Bihalal Pasbata, Gubernur Jateng Ingatkan Soal Bijak Memilih Informasi
  • Korban Meninggal dalam Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi Bertambah Jadi Tujuh Orang
  • Rekonsiliasi Data JKN Digenjot, Keaktifan Peserta di Soloraya Masih Jadi Sorotan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.