• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Ketua DPRD Jateng Sumanto: Sektor Pertanian Masa Depan, Takkan Bisa Digantikan oleh AI

Adv

Abu Nadzib by Abu Nadzib
3 December 2025
in News
0
sektor pertanian ketua dprd jateng sumanto

Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, saat bertemu petani, belum lama ini. (Istimewa)

Radio Solopos, KARANGANYAR – Ketua DPRD Jateng Sumanto mendorong para petani agar lebih berani berinovasi dalam mengelola lahan dan meningkatkan penghasilan.

Menurutnya, sektor pertanian dan pangan bakal menjadi andalan di masa depan dan tak dapat tergantikan oleh kecerdasan buatan.

Hal tersebut Sumanto sampaikan saat berdialog dengan para petani dalam acara Temu Tani di Desa Jatisuko, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.

Sumanto menambahkan, sektor pertanian akan semakin kuat dan bertahan di tengah perubahan zaman. Sebab, harga komoditas pangan saat ini terus mengalami kenaikan.

“Dulu harga gabah hanya Rp4.500 per kilogram sehingga petani sering impas, bahkan rugi. Sekarang harga gabah sudah Rp7.500 per kilogram sehingga petani untung,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Karenanya ia meminta para petani mensyukuri kondisi tersebut dan semakin semangat bertani. Mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar tersebut meyakini ke depan harga pangan akan terus naik.

Terlebih di tengah ancaman krisis pangan dunia. Menurutnya, masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan petani.

Mulai dari penggunaan bibit unggul, penerapan teknologi sederhana, pemanfaatan pupuk organik, hingga menanam komoditas lain seperti sayur mayur yang permintaannya sedang tinggi.

“Saat ini kebutuhan sayur mayur tertentu sedang naik. Apalagi sayur organik punya segmen pasar sendiri. Jangan hanya karena kebiasaan lalu nanamnya padi, jagung, atau ketela terus,” katanya.

Sumanto menambahkan, petani juga perlu melihat tren pasar sebab di situlah terdapat peluang yang menguntungkan.

Bertani, lanjutnya, kini tak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional semata. Namun sebagai usaha yang menjanjikan dan penuh peluang.

“Zaman sudah berubah, jadi harus mengikuti. Yang sering terjadi, saat musim tanam cabai, semua menanam cabai. Nanti saat panen harga justru jatuh, yang seperti ini bikin rugi,” paparnya.

Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, Budi Santoso juga berpendapat sama. Menurutnya, para petani perlu untuk mencari terobosan agar penghasilannya bisa meningkat.

“Selain bertani, bisa melakukan usaha sambilan seperti beternak ayam. Bisa juga melakukan variasi seperti menanam sayur mayur yang saat ini banyak dicari,” katanya.

Menginspirasi Petani

Sementara itu, Kepala Desa Jatisuko, Dwi Jangkung Hariyanto mengatakan, kehadiran Sumanto cukup menginspirasi para petani.

Menurutnya, apa yang Sumanto sampaikan mengubah pola pikir para petani. Yaitu dari yang semula dianggap mata pencaharian sebelah mata, ternyata merupakan pekerjaan yang menguntungkan.

Ketua DPRD Jateng, Sumanto (Istimewa)

“Semoga dengan pertemuan ini bisa mengubah mindset para petani yang biasanya banyak dianggap pekerjaan sebelah mata, tapi dengan kedatangan beliau bisa mengubah mindset bagaimana bertani jadi pekerjaan yang menguntungkan. Bahkan bisa untuk mencapai masa depan yang lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut ia berharap para petani bisa memaksimalkan potensi yang ada di Desa Jatisuko. Salah satunya dengan mencermati tren komoditas pertanian yang sedang banyak dicari.

“Harapannya para petani bisa lebih semangat lagi, lebih berinisiatif, dan bervariasi dalam mengembangkan pertanian,” ungkapnya.

Menurut Dwi, dari sekitar 2.900 penduduk Desa Jatisuko, 50 persennya bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Di desa tersebut terdapat 11 kelompok tani (Poktan) dengan luas lahan pertanian lebih dari 100 hektare.

Mereka sebagian besar masih bertani secara konvensional dengan menanam padi, jagung, dan singkong.

Hanya sedikit yang menyesuaikan tren dengan menanam sayur mayur. Dengan motivasi dari Sumanto, ia berharap muncul para petani modern.

“Terutama dari generasi muda yang kebanyakan saat ini memilih bekerja di pabrik atau merantau untuk mendapat penghasilan bulanan. Saya berharap mereka tertarik bertani,” ungkapnya. (ADV/*)

Tags: sumantoketua dprd jatengpertanian jatengsektor pertanian

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Selasar UMKM: Baru Sebulan Berjalan, Cimol Bojot Sedulur Tembus Top Rating
  • Selasar UMKM: Sweetcheri Andalkan Inovasi Dessert Kekinian, Tiramisu Tetap Primadona
  • Selasar UMKM: Berawal dari Rumah, Begini Cara Rempeyek Mbah Uti Menembus Pasar Nasional
  • Zumba Party Lorin Solo Gaet 250 Peserta, Angkat Gaya Hidup Sehat dan Momentum Kartini
  • Polinus Siap Tambah 9 Prodi Baru, Target Jadi Universitas dan Perkuat Arah Global

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.