Radio Solopos, SOLO — Kokola Group meluncurkan varian baru Kukis Black sebagai bagian dari strategi pembaruan produk setelah lebih dari 55 tahun beroperasi di industri biskuit nasional.
Produk tersebut hadir dengan konsep kukis berwarna hitam bercita rasa cokelat dan mulai dipasarkan melalui jaringan ritel modern.
Public Relations Kokola Group Jawa Tengah–DIY, Afra Widyawiratih Arini, mengatakan peluncuran Kukis Black menjadi salah satu langkah perusahaan untuk menghadirkan variasi baru di tengah perubahan preferensi konsumen.
Menurutnya, perusahaan yang berpusat di Gresik, Jawa Timur, tersebut saat ini telah memproduksi lebih dari 50 jenis produk yang terdiri atas berbagai kategori dan ukuran kemasan.
Afra menjelaskan Kukis Black dikembangkan dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan sejumlah produk sejenis yang umum beredar di pasaran.
“Kalau kebanyakan produk identik dengan tambahan krim, kami membuat sesuatu yang berbeda. Kukis Black hadir tanpa krim dan lebih menonjolkan karakter kukisnya sendiri,” ujar Afra dalam talkshow Selasar UMKM, Senin (18/5/2026).
Meski menggunakan nama “black”, produk tersebut tetap memiliki cita rasa cokelat.
Slogan Kokola
Perbedaannya terletak pada tampilan visual kukis yang dibuat berwarna hitam dengan tekstur yang lebih renyah dibandingkan sejumlah varian sebelumnya.
Untuk memperkenalkan produk tersebut, Kokola menggunakan slogan “hitam, renyah, nagih”.
Afra mengatakan penamaan Kukis Black juga menjadi bagian dari strategi komunikasi merek untuk membangun perhatian konsumen terhadap produk baru tersebut.
Menurutnya, penggunaan istilah “black” dipilih untuk memunculkan rasa ingin tahu konsumen sekaligus menghadirkan pendekatan berbeda dalam pengenalan produk.
Selain diferensiasi produk, Kokola tetap mempertahankan karakter rasa yang selama ini menjadi identitas merek. Afra menyebut produk Kokola dibuat tanpa pemanis buatan dan tanpa pewarna makanan buatan sehingga menghasilkan rasa yang tidak terlalu dominan manis.
Ia juga menekankan konsumsi makanan ringan tetap perlu dilakukan secara proporsional.
“Setiap anak memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Konsumsi tetap harus dikontrol karena segala sesuatu yang berlebihan tidak baik,” katanya.
Dari sisi distribusi, Kukis Black dipasarkan dalam kemasan travel pack sekitar 110 gram dengan harga di bawah Rp10.000.
Saat ini produk tersedia melalui jaringan Indomaret dan secara bertahap mulai diperluas ke saluran distribusi lainnya.
Untuk wilayah Solo dan sekitarnya, produk Kokola juga tersedia melalui sejumlah jaringan ritel modern seperti Luwes, Super Indo, Lotte Mart, Alfamart, serta distributor lokal.
Afra mengatakan peluncuran varian baru tersebut mulai mendapat perhatian konsumen yang ingin mengetahui perbedaan Kukis Black dengan produk yang telah lebih dahulu beredar.
Menurutnya, respons yang muncul dari konsumen terutama berkaitan dengan tekstur produk yang dinilai berbeda dibandingkan seri kukis sebelumnya.
Selain memperkuat pasar domestik melalui peluncuran varian baru, Kokola juga telah memasarkan sejumlah produknya ke empat negara.
Afra menyebut penyesuaian yang dilakukan untuk pasar ekspor terutama berada pada aspek kemasan dan ukuran produk, sementara karakter rasa tetap dipertahankan. Produk kukis dan choco chips menjadi beberapa varian yang dipasarkan ke luar negeri.
