Radio Solopos, SOLO – Ramadan tahun ini, Lorin Group Solo menghadirkan pengalaman berbuka puasa dengan dua konsep berbeda yang menyasar beragam selera tamu.
Melalui Lorin Solo Hotel dan Syariah Hotel Solo, Lorin Group memberikan pilihan iftar bertema akulturasi budaya internasional hingga eksplorasi kuliner khas Nusantara.
Di Lorin Solo Hotel, konsep iftar dikemas melalui tema The Imperial of Silk Road – A Spice Journey of Cantonese Meets Middle East.
Tema ini mengangkat perpaduan masakan Tiongkok dan Timur Tengah yang terinspirasi dari Jalur Sutra, dengan sajian menu yang berganti setiap hari.
Beragam hidangan khas Cantonese seperti dimsum, siomay, hakau, hingga wonton soup disandingkan dengan menu Timur Tengah seperti Turkish Fasulye Soup, lamb kofta, dan pita pocket.
Menu penutup pun memadukan cita rasa dua budaya, mulai dari ummali, tahok, hingga assorted date fruit.
Food and Beverage Manager Lorin Solo Hotel, Alfan Sugiro, menyebut konsep tersebut ingin menghadirkan pengalaman berbuka yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga bernilai historis dan budaya. Jalur Sutra dipilih sebagai simbol pertukaran peradaban yang kini diwujudkan melalui sajian kuliner.
“Dan tentu saja di Middle East Fest Cantonese Stall ada Cantonese Noodles, Peking Duck and Chicken, bersama dengan Lamb Kofta. Menu-menu yang wajib dinikmati oleh para tamu iftar,” ungkap Alfan Sugiro kepada radio.solopos.com, Kamis (26/2/2026).
“Silk Road atau Jalur Sutra ini kan pada masanya menghubungkan peradaban Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Dengan adanya Jalur Sutra ini terjadilah pertukaran budaya, ekonomi, budaya, dan teknologi. Pertukaran budaya inilah yang ingin kami bawa melalui menu-menu masakan yang disajikan saat iftar di Lorin Solo Hotel,” bebernya.
Tema Nusantara
Sementara itu, Syariah Hotel Solo mengusung konsep berbeda melalui tema Discovery of Nusantara. Program iftar ini mengajak tamu menjelajahi ragam kuliner Indonesia dengan menu tematik berdasarkan kota-kota kuliner setiap harinya.
Executive Chef Lorin Group Solo, Yoga Andrian, menjelaskan setiap hari tamu dapat menikmati sajian khas daerah tertentu, seperti Cirebon, Jakarta, Sumatera Barat, Bogor, Yogyakarta, Surabaya, hingga Bandung. Menu disesuaikan dengan kekhasan masing-masing daerah, sehingga memberikan pengalaman berbuka yang variatif sepanjang Ramadan.
“Misalnya, di hari Minggu, menu tematiknya adalah Discovery of Cirebon. Nah, menu-menu yang disajikan adalah masakan khas Cirebon. Seperti Nasi Lengko, Nasi Jamblang, Tahu Gejrot, Mie Koclok, Pedesan Entog, dan Es Cuing. Jadi tamu benar-benar bisa menemukan menu-menu khas Cirebon saat iftar di sini,” ujarnya.
Selain sajian kuliner, Marcomm Lorin Group Solo, Septina Fadia Putri, menambahkan seluruh tamu iftar di kedua hotel tersebut berkesempatan mengikuti undian grandprize umrah untuk satu orang.
Tahun ini, kesempatan tersebut tidak hanya berlaku bagi tamu Lorin Solo Hotel, tetapi juga bagi tamu Syariah Hotel Solo tanpa syarat minimum reservasi.
Dengan dua konsep berbeda dalam satu grup, Lorin Group Solo memberikan alternatif pengalaman berbuka puasa yang dapat disesuaikan dengan preferensi tamu selama Ramadan.
“Tahun lalu, grandprize umrah ini hanya untuk iftar di Lorin Solo Hotel. Nah, tahun ini, tamu iftar di Syariah Hotel Solo juga bisa berkesempatan mendapatkan hadiah ini. Ketentuannya, kupon berlaku hanya untuk 1 (satu) orang dan tidak ada minimum reservasi untuk bisa tercatat sebagai peserta undian umrah ini,” pungkasnya. (*)

