• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Sumanto: Pemetaan Kawasan Penting untuk Mengurangi Risiko Bencana Alam

Adv

Abu Nadzib by Abu Nadzib
4 December 2025
in News
0
Dorong Jateng Maksimalkan Produk Hortikultura Organik, Sumanto: Praktik Tengkulak Harus Diberantas

Ketua DPRD Jateng Sumanto (Istimewa)

Radio Solopos, SEMARANG – Banyaknya bencana yang terjadi di sejumlah tempat, termasuk Jawa Tengah, membuat pemerintah harus cermat melakukan mitigasi.

Penguatan mitigasi bencana penting agar musibah serupa tak terjadi lagi atau minimal dapat dikurangi risikonya di masa mendatang.

Di Jawa Tengah, salah satu musibah adalah tanah longsor di Cilacap dan Purbalingga, belum lama ini.

Ketua DPRD Jateng Sumanto mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas bencana tanah longsor di Cilacap dan Purbalingga yang menelan banyak korban jiwa.

Menurut Sumanto, dengan kondisi geografis yang beragam, Jateng memang kerap mendapatkan julukan supermarket bencana.

Mulai dari banjir dan rob di daerah pesisir, hingga gempa bumi dan tanah longsor di wilayah pegunungan.

Kondisi tersebut tentu menuntut kewaspadaan semua pihak, termasuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Ketua DPRD Jateng Sumanto saat berdiskusi dengan warga, belum lama ini. (Istimewa)

Selain itu, dampak perubahan iklim juga membuat bencana lebih sering terjadi.

“Perlu ada mitigasi yang betul-betul dimaksimalkan. Wilayah mana saja yang punya potensi longsor kan sebenarnya kita sudah tahu. Para pemangku kepentingan juga perlu bekerja lebih keras dalam mitigasi, termasuk DPRD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya saat menjadi narasumber talkshow Aspirasi Jawa Tengah “Bencana Mengancam Apa yang Dilakukan”, belum lama ini.

Ia menambahkan, mitigasi perlu dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak buruk dari bencana. Baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat.

Tujuannya untuk meminimalkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, dan kerugian harta benda.

Pemetaan Kawasan

Sumanto mendorong perlunya pemetaan kawasan rawan bencana yang lebih detail.

Selain itu, perlu perbaikan tata kelola lahan, dan peningkatan edukasi kepada masyarakat, terutama yang tinggal di lereng-lereng perbukitan.

Sebab warga sekitar banyak yang belum mengetahui dan waspada dengan tanda-tanda bakal terjadinya tanah longsor.

“Perlu ada penanganan khusus terhadap tanah-tanah yang berpotensi bergerak. Early warning system juga perlu diperkuat. Ke depan, potensi terjadinya bencana di wilayah-wilayah rawan ini pasti masih ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah merelokasi warga terdampak bencana tanah longsor tersebut ke lokasi yang layak.

Warga juga perlu diberi edukasi agar tak tinggal di lokasi rawan bencana.

“Saya rasa apa yang sudah dilakukan berbagai pihak di lokasi tanah longsor Cilacap dan Banjarnegara sudah cukup bagus. Semua pihak bahu-membahu turun tangan. Mulai dari TIm SAR, Pemda, ormas, partai politik, hingga relawan. Saya berharap pemerintah menyediakan tempat relokasi yang layak dan tak terlalu jauh dari tempat warga mencari nafkah,” katanya.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi memastikan bantuan logistik untuk warga yang terdampak longsor tercukupi.

Termasuk logistik di dua titik pengungsian. Menurut Bergas, sebagian warga masih khawatir untuk pulang ke rumah masing-masing.

Sebagian dari mereka sementara menumpang di rumah saudara , ada di desa setempat atau tetangga desa. Ia mengimbau warga di lokasi bencana tetap waspada.

“Warga, terutama yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana tetap perlu waspada. Sebab saat ini curah hujan masih tinggi,” ujarnya. (ADV/*)

Tags: mitigasi bencanasumantoketua dprd jatengtanah longsor

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Wakil Wali Kota Solo Sosialisasikan Pembatasan Plastik Sekali Pakai di NEO Solo Grand Mall
  • Menaker : Kesempatan Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global
  • Pekan Depan, Senam Kartini Zaman Now di Colomadu Angkat Gaya Hidup Sehat dan Ekspresi Perempuan
  • Tembus Pasar Solo, UMKM Kue Lumpur Bakar Sumringah Andalkan Inovasi Rasa dan Strategi Digital
  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.