• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Sumanto: Sistem Pemilu Liberal dan Berbiaya Tinggi sejak Tahun 2009

Adv

Abu Nadzib by Abu Nadzib
9 December 2025
in News
0
Sumanto: Sistem Pemilu Liberal dan Berbiaya Tinggi sejak Tahun 2009

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto (tengah) dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (Istimewa)

Radio Solopos, KARANGANYAR – Politikus PDIP Sumanto menilai sistem Pemilu yang berlaku di Indonesia saat ini liberal dan berbiaya tinggi.

Sistem pemilu liberal ini sudah berlangsung sejak 2009 silam. Hingga saat ini, masih terjadi perdebatan panjang terkait sistem pemilu yang paling ideal di Tanah Air.

“Sejak 2009, Pemilu di Indonesia sudah sangat liberal dan identik dengan politik berbiaya tinggi,” ujar Sumanto yang juga Ketua DPRD Jateng itu saat menjawab pertanyaan salah satu peserta dalam Talkshow “Optimalisasi Sistem Manajemen Antipenyuapan untuk Mewujudkan Jawa Tengah yang Berintegritas dan Kolaboratif”, di Grhadika Bakti Praja Semarang, belum lama ini.

Pertanyaan tersebut menyoal tingginya biaya yang harus dikeluarkan seorang calon kepala desa saat nyalon Pilkades.

Sumanto mengatakan, sistem pemilu bakal menjadi perdebatan panjang karena menyangkut masalah kompetisi.

Sementara kompetisi elektoral yang saat ini cukup liberal menjadi permasalahan tersendiri.

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto dalam salah satu acara. (Istimewa)

“Kalau kompetisi berarti liberal. Peraturan kita sebenarnya liberal, termasuk Pilkada dan Pileg. Ini yang menjadi permasalahan,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan sistem proporsional tertutup dan terbuka juga sempat jadi perdebatan.

Sementara dengan sistem proporsional terbuka saat ini, memungkinkan politisi dengan dukungan finansial tinggi lebih berpeluang untuk menang.

“Padahal dalam UUD 1945 dan Pancasila itu dipilih secara demokratis. Perdebatannya mulai tahun 2009 sudah pure liberal UU kita tentang Pilkada, Pileg, Pilpres, sehingga ini akan terjadi perdebatan antara transparansi, jangan pilih kucing dalam karung dan biaya yang besar tadi,” paparnya.

Sistem Coblosan

Sementara terkait Pilkades, menurut Sumanto, yang terjadi lebih kepada kultur masyarakat. Terlebih sistem yang ada sekarang menerapkan Pilkades melalui coblosan secara langsung oleh masyarakat.

“Kalau Kades sebenarnya sudah kultur. Zaman dulu Pilihan Kades, nenek saya yang bilang, warga suruh antre. Ini calonnya, pendukungnya siapa berdiri di belakangnya, yang paling banyak yang menang. Kalau sekarang kan Pilkades pilihan langsung,” ungkapnya.

Sumanto menegaskan, para calon dan politisi daerah hanya menjadi pelaku dalam sistem tersebut karena penentu kebijakan ada di pusat.

Ia berharap Pancasila dan UUD 1945 menjadi rujukan dalam penerapan sistem Pemilu sehingga tidak terjadi praktik politik berbiaya mahal.

“Kalau biayanya mahal, kami juga yang susah sekarang. DPRD, Gubernur, Wakil Gubernur ini kan outsourcing, 5 tahunan dan biayanya mahal. Sempat ada wacana kepala daerah dipilih DPRD, susah juga. Maka perlu penyempurnaan ke depan mencari yang paling cocok diterapkan,” ujarnya. (ADV/*)

Tags: pemilusumantoketua dprd jatengsistem pemilu

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Wakil Wali Kota Solo Sosialisasikan Pembatasan Plastik Sekali Pakai di NEO Solo Grand Mall
  • Menaker : Kesempatan Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global
  • Pekan Depan, Senam Kartini Zaman Now di Colomadu Angkat Gaya Hidup Sehat dan Ekspresi Perempuan
  • Tembus Pasar Solo, UMKM Kue Lumpur Bakar Sumringah Andalkan Inovasi Rasa dan Strategi Digital
  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.