• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

14 Warga Kecamatan Wonosegoro Menghilang Diduga Ikut Gafatar

aan by aan
18 January 2016
in News
0
14 Warga Kecamatan Wonosegoro Menghilang Diduga Ikut Gafatar

Minghaj Maygor menunjukkan kaus adiknya bertuliskan “Gafatar Kediri”, Kamis (14/1/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Prasetia Fauzani)

Solopos.com, BOYOLALI–Sebanyak 14 orang Dukuh Jlobog, Desa Gunungsari, Wonosegoro, Boyolali menghilang sejak 27 Agustus 2015. Menghilangnya warga satu dukuh itu diduga terlibat organisasi massa (ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Informasi dihimpun Solopos.com, sebanyak 14 orang itu berasal dari enam kepala keluarga (KK) dalam satu Dukuh Jlobog. Orang yang menghilang tersebut sebagian besar masih dalam satu keluarga. Keluarga yang menghilang tersebut diantaranya adalah Radi, 43, warga RT 006/RW 004, Abdul Rahman, 55, warga RT 006 /RW 004, Indra Gunawan, 42, warga RT 007/RW 004, dan Ratun, 70, warga RT 007/RW 004. Nama terakhir warga yang menghilang tersebut merupakan orang tua dari Radi, Abdul, dan Indra.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kapolsek Wonosegoro AKP Joko Widodo, mengatakan enam KK dalam satu Dukuh Jlobog tersebut meninggalkan rumah. Sejauh ini dari keluarga terdekat tidak ada satu pun yang melaporkan ke polisi terkait kepergian mereka.

“Kami mengetahui mereka menghilang pergi meninggalkan rumah setelah meneluri jejak mereka di desa,” ujar Joko saat dihubungi Solopos.com, Minggu (17/1/2016).

Joko mengatakan sebelum mereka meninggalkan rumah jejak ormas Gafatar pernah ada di Dukuh Jlobog pada 2014. Ormas itu beberapa kali menggelar kegiatan seperti pengajian yang diikuti sekitar 20 orang.

“Gafatar selama menjalankan aktivitas di kampung meresahkan warga karena ajarannya terindikasi sesat seperti salat cukup dibatin di dalam hati dan Nabi Muhammad SAW bukan nabi yang terakhir,” kata dia.

Pemkab, kata dia, pada 30 Januari 2014 memanggil salah satu warga bernama Abdul Rohman yang diduga kuat sebagai pihak yang memfasilitasi Gafatar di Gunungsari. Hasil dari pertemuan itu Gafatar di Wonosegoro dilarang menjalankan aktivitas karena dinilai sesat.

“Pengurus Gafatar Wonosegoro pada tanggal 16 Januari 2015 pernah bertemu menyampaikan visi misi dihadapan anggota Polsek Wonosegoro. Di hadapan mereka saya menyampaikan bahwa ormas Gafatar di Boyolali tidak terdaftar di Kesbangpol Boyolali,” kata Joko.

Ia mengatakan setelah audiensi tersebut Gafatar di Wonosegoro tidak pernah lagi mengadakan kegiatan karena Polsek Wonosegoro tidak akan pernah mengeluarkan izin. Terakhir pada 27 Agustus 2015 Abdul Rohman bersama lima KK pergi meninggalkan rumah sampai sekarang.

“Kami tidak tahu keberadaan mereka sampai sekarang dimana. Kami mengimbau kepada warga jika ada sesuatu yang mencurigakan segera melaporkan ke polsek,” kata dia.

Sementara itu, Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono, mengatakan sampai saat ini laporan resmi orang hilang di Boyolali hanya terjadi di Nogosari. Kasus di Wonosegoro mereka menghilang pergi meninggalkan rumah dan tidak ada keluarga dekat yang melaporkan kehilangan keluarga mereka ke polisi.

Tags: gafatargafatar boyolali

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal
  • Samsat Sukoharjo Perkuat Sinergi Layanan dan Genjot Kepatuhan, Targetkan 80% Warga Taat Pajak 
  • Wakil Wali Kota Pekalongan Ajak ASN Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi
  • LCCM 2026 Solo Hadir dengan Sistem Baru, Tekankan Uji Mental dan Kecepatan Siswa
  • 49 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota Pekalongan: Kinerja Harus Bagus!

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.