• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Mayoritas Pendengar Solopos FM Menilai Jalur Pesepeda Tidak Efektif. Ini Alasannya

Redaksi by Redaksi
8 January 2021
in News
0
Mayoritas Pendengar Solopos FM Menilai Jalur Pesepeda Tidak Efektif. Ini Alasannya

SoloposFM – Pemkot Solo membangun jalur sepeda sepanjang 12,2 kilometer di tengah kota pada tahun ini. Dengan adanya jalur khusus sepeda tersebut akan menjadikan Solo menjadi kota ramah bagi pesepeda.

Sumber dana pembangunan jalur sepeda ini merupakan hibah dari Kementerian Perhubungan sebesar Rp1 miliar.

Jalur sepeda tersebut untuk membuat jaringan transportasi yang semakin terintegrasi di Kota Solo.

Jalur sepeda itu terhubung dengan infrastruktur angkutan umum Kota Solo seperti Batik Solo Trans (BST) dan angkutan feeder.

Pesepeda bisa melanjutkan perjalanan dengan BST dan angkutan pengumpan atau feeder. Sepeda mereka bisa dititipkan di rak-rak yang akan dibangun di lokasi-lokasi strategis.

Pendapat Pendengar

Meski demikian, mayoritas pendengar Solopos FM menilai jalur khusus pesepeda tersebut tidak efektif.

Hal itu salah satunya disampaikan pendengar, Musa, “Kalau menurut saya tidak efektif untuk jalur sepeda karena ini hanya mengikuti tren. Tapi kalau kesadaraan masyarakat tinggi harusnya pada bersepeda kan.”

Pendapat senada disampaikan Ahmad Sanusi, “Tidak efektif ketika tingkat kedisiplinan masih rendah. Ini merupakan budaya yang sudah terbangun. Maka akan sangat sulit diharapkan keefektifannya.”

Sementara menurut Sriyatmo, “Jalur khusus sepeda? Bagus juga. Hanya saja hasil akhirnya seperti apa? Fungsinya berubah atau tidak? Yang masih hangat saja, tentang contraflow di Jalan Slamet Riyadi. Sudah banyak pengguna jalan yang mengeluh jadi sempit. Bukti bahwa masyarakat tidak mau berbagi dengab pengguna fasum yang dibuat. Seakan-akan jalan hanya khusus yang bermesin.”

[Diunggah oleh Mita Kusuma]

Tags: kota solojalur sepedalalu lintas Solo

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal
  • Samsat Sukoharjo Perkuat Sinergi Layanan dan Genjot Kepatuhan, Targetkan 80% Warga Taat Pajak 
  • Wakil Wali Kota Pekalongan Ajak ASN Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi
  • LCCM 2026 Solo Hadir dengan Sistem Baru, Tekankan Uji Mental dan Kecepatan Siswa
  • 49 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota Pekalongan: Kinerja Harus Bagus!

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.