• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Program

Mayoritas Pendengar Solopos FM Mengakui Orang Indonesia Susah Jaga Jarak

Redaksi by Redaksi
30 March 2021
in Program
0
Mayoritas Pendengar Solopos FM Mengakui Orang Indonesia Susah Jaga Jarak

SoloposFM – Ada tiga prinsip protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19, yakni pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak hindari kerumunan. Namun, ternyata tidak semua tiga prinsip prokes tersebut mudah dijalankan oleh masyarakat, terutama menjaga jarak.

Menjaga jarak paling sulit diterapkan, karena protokol yang satu itu tidak berkaitan dengan diri sendiri. Berbeda dengan cuci tangan dan pakai masker, secara personal orang menyadari hal itu untuk kebaikan sendiri.

Salah satu tantangannya adalah orang Indonesia umumnya sangat mengedepankan budaya sungkan dalam hal menegur orang asing di tempat umum yang melanggar aturan. Hal tersebut juga terjadi ketika ada orang lain di sekitar yang tidak jaga jarak, orang Indonesia jarang meminta orang lain untuk mengatur jaraknya.

Selain itu, menjaga jarak menjadi salah satu tantangan untuk masyarakat Indonesia yang hobinya kumpul-kumpul. Apalagi ada filosofi orang Jawa, ‘Mangan ora mangan sing penting ngumpul‘.

 

Pendapat pendengar

Susahnya orang Indonesia menerapkan protokol kesehatan menjaga jarak juga diamini mayoritas pendengar Solopos FM. Dalam polling di sesi Dinamika 103, Selasa (30/3), sebanyak 82 persen pendengar Solopos FM setuju bahwa orang Indonesia susah menjaga jarak.

Hal itu salah satunya disampaikan Syamsiah, “Ya, betul. Bahkan kalau saya menegur yang berkerumun malah dianggap terlalu parno.”

Pendengar lain, Eva, mengatakan, “Setuju. Memang paling susah menjaga jarak, apalagi kalau sudah ketemu saudara atau teman dekat. Kayaknya aneh saja kita ngobrol berjauhan dengan orang-orang terdekat. Memang butuh pembiasaan.”

Sementara, menurut Danang, “Betul. Butuh kesadaran yang lebih dari masyarakat, karena kita nggak tahu siapa yang membawa virus siapa yang tidak, atau siapa menulari siapa.”

 

Pendapat Narasumber

Ketua Satgas Covid Kota Solo yang juga Sekretaris Daerah Kota Solo Ahyani mengakui di Kota Solo sendiri protokol kesehatan yang paling sulit dikelola adalah menjaga jarak. Apalagi dengan budaya masyarakat Jawa yang mengedepankan interaksi, sehingga sulit untuk diajak social distancing.

“Memang di lapangan yang paling sulit menngajak masyarakat untuk jaga jarak, padahal potensi penularannya di situ. Jadi kita memang harus juweh untuk mengingatkan karena ini untuk kepentingan bersama,” kata Ahyani.

Ahyani juga mengatakan selama pemberlakukan PPKM berbasis mikro, angka kasus Covid-19 di Kota Surakarta mengalami penurunan cukup signifikan. Namun, dalam pekan ini angkanya justru stagnan.

“Kelihatannya memang masyarakat sudah mulai abai lagi. Padahal sebelumnya angkanya sudah mulai turun signifikan. Nah, dikhawatirkan menjelang lebaran ini, kalau kita tidak hati-hati mengendalikan masyarakat angkanya bisa naik lagi,” tuturnya.

Ia pun mengimbau masyarakat, meskipun beberapa kegiatan sudah dilonggarkan dan sebagian masyarakat sudah divaksin, harus tetap menjaga prokes.

 

[Diunggah oleh Mita Kusuma]

Tags: covid 19Social Distancingprotokol kesehatanjaga jarak

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.