• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Lonjakan Kasus Omicron, Pakar Patologi Klinik UNS Minta Masyarakat Tahan Diri Hingga Februari 2022

Redaksi by Redaksi
29 December 2021
in News
0
Lonjakan Kasus Omicron

Program DInamika 103

SoloposFM, Lonjakan kasus Corona varian Omicron di Indonesia semakin terlihat. Bahkan pemerintah mengkonfirmasi adanya transmisi lokal virus Corona varian Omicron. Diketahui, kasus pertama Omicron ditemukan di Wisma Atlet.

Selanjutnya ada kasus yang ditemukan pada dua warga yang baru tiba dari luar negeri. Kasus Omicron terus bertambah hingga terkonfirmasi terjadi transmisi lokal.

dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK(K), PhD, FISQua, Pakar Patologi Klinik dari RS UNS mengungkapkan sejauh ini laporan dari UK yang relatif rinci dari hari ke hari tentang Omicron. Sudah tercatat total 177.201 kasus. Di sana, diperkirakan varian Omicron sudah mencapai lebih dari 70% dari sampel yang diperiksa secara SGTF dan WGS (dengan indikasi awal tertentu). Tapi secara kasus yang ditemukan memang belum dominan. Artinya, masih ada yang sebenarnya Omicron, tapi belum terjaring WGS.

Baca juga : Dari Festival Hingga Sup, Tradisi Tahun Baru di Korea Selatan

 

Dalam Program Dinamika 103, Rabu (29/12/2021), Tonang memaparkan sejauh ini, dari 177 ribu tersebut, 668 (0,38%) diantaranya perlu perawatan di RS. Yang meninggal sebanyak 49 (0,028%). Angka-angka ini relatif rendah, tapi kalau jumlah kasusnya sangat tinggi, tentu jumlahnya juga signifikan. Berisiko pada kemampuan faskes menampungnya.

 

Transmisi Lokal

 

“Kita harus sadari bahwa sebenarnya yang ada di lapangan, tidak hanya 47 kasus tersebut. Juga, transmisi lokal bukan hanya 1 kasus itu. Belajar dari UK, di lapangan sangat mungkin sudah banyak kasus Omicron. Hanya tanpa gejala, atau ringan-ringan saja. Kebetulan juga bukan yang harus berpergian. Maka masih luput dari jaring pemeriksan SGTF maupun WGS,” paparnya lebih lanjut.

Menurutnya, sebagai upaya antisipasi terus bertambahnya kasus baru, protokol kesehatan harus kembali diperketat, vaksinasi segera dikejar.

Baca juga : Liburan Tlah Tiba! Ini Pilihan Tempat Wisata di Solo, Sob!

 

“Jangan resah, jangan gegabah. Hati-hati, menahan diri, batasi diri dari risiko dan selalu waspada. Tahan diri sampai Februari 2022, sehingga kasus akan melandai,” tegasnya.

 

Sudah divaksin tetap bisa kena?

 

Lebih lanjut Tonang menjelaskan, vaksinasi yang kita gunakan saat ini, baru fokus pada mencegah gejala terutama gejala berat dan kematian. Hal ini karena kalau menunggu sampai diperoleh vaksin yang sekaligus mampu menghambat infeksi di saluran nafas bagian atas, perlu waktu lebih lama lagi.

“Sementara jumlah kasus terus meningkat, jumlah kematian juga terus meningkat. Ekonomi semakin terhambat. Maka kita gunakan yang sudah bisa kita gunakan, sambil pengembangan vaksin terus dilakukan,” ungkapnya.

Tonang mengingatkan jika yang tertular lebih dulu adalah yang protkesnya kendor. Atau bahkan tidak menjalankan sama sekali. Baik sudah maupun belum divaksinasi. Bedanya pada kelanjutannya, yaitu yang sudah punya antibodi, karena penyintas, vaksinasi atau keduanya, lebih cepat membersihkan virus dari tubuhnya. Jadi protkes dan vaksinasi itu saling melengkapi. Bukan saling menggantikan.

“Manusia wajibnya berusaha, vaksinasi itu bagian dari usaha. Apapun, vaksinasi tetap lebih bermanfaat, daripada tidak divaksinasi,” pungkas Tonang.

 

Opini Sobat Solopos

 

Sobat Solopos dalam Program Dinamika 103, Rabu (29/12/2021), optimistis varian Omicron ini dapat dikendalikan dengan taat protocol kesehatan.

 

 

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Tags: kesehatancoronacovid 19awas jaga jarakcegah kerumunanperilaku barusetop penularan covid19soloposfm lawan covid 19omicronwaspada omicronLonjakan Kasus Omicron

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Peringati Hari Bumi, Hotel Adhiwangsa & BBWS Kolaborasi Tanam Pohon di Urban Forest Bengawan Solo
  • Pelantikan BWI Pekalongan Soroti Rendahnya Legalitas Aset Wakaf
  • Wawalkot Pekalongan Balgis Ajak Pasangan Jaga Keharmonisan, Edukasi Pernikahan Digencarkan
  • Dorong Peran Orang Tua, Pemkot Pekalongan Pantau Tumbuh Kembang Anak Secara Digital
  • Berawal dari Isoman Covid-19, Nutribox Dapur Racik Kini Layani Hingga 200 Porsi per Hari

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.