• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Program

Stop Bullying di Sekolah!

W W by W W
25 May 2016
in Program
0
Kasus Bullying di Sekolah

SoloposFM – Kabar mengenai kasus bullying, atau kekerasan yang dilakukan anak-anak terhadap anak lain di sekolah masih banyak terjadi. Terakhir, seorang siswa kelas 5 SD membakar salah satu ruang kelas di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Pelaku mengaku melakukan hal itu karena ingin membalas teman sekelasnya yang sering mengejeknya setiap hari.

Kepada polisi, pelaku yang masih anak-anak ini mengaku membakar gorden ruang kelasnya seorang diri menggunakan korek api kayu. Namun api menyebar dan ikut membakar almari yang berisi buku lembar kerja siswa serta Alquran yang akhirnya dapat dipadamkan sebelum membesar.

Belajar dari peristiwa ini, membuktikan bahwa kasus bullying memiliki efek jangka panjang pada korban. Perlakuan kasar atau ancaman yang diterima korban sangat menyakitkan dan merampas rasa percaya diri mereka. Selain itu, ketakutan dan trauma emosional yang diderita si korban dapat memicu kecenderungan untuk putus sekolah atau melakukan aksi pembalasan yang di luar dugaan. Sedangkan bagi pelaku bullying, efeknya adalah menjadi kebiasaan dan kenikmatan untuk meningkatkan ego mereka.

Semua orang bisa menjadi korban atau malah menjadi pelaku bullying. Namun, dalam menghadapi kasus bullying tidak cukup hanya menghukum para pelajar yang melakukannya. Karena banyak faktor yang menjadi akar masalah penyebab terjadinya bullying. Menyelesaikan kasus bullying bisa dimulai dengan cara membangun komunikasi yang terbuka antara guru, orang tua dan murid.

Peran pihak sekolah dan orang tua sangat penting untuk mencegah maupun mengatasi masalah ini. Program anti bullying di sekolah perlu digalakkan, diantaranya dengan cara menggiatkan pengawasan, pemahaman konsekuensi perilaku bullying, serta komunikasi yang efektif untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali perilaku bullying di sekolah.

Kita tentu sepakat, tidak seorangpun pantas menjadi korban bullying. Setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan dan dihargai secara pantas dan wajar.

http://radio.solopos.com/assets/dokumen//2016/05/EDITORIAL-SPFM-25-MEI-2016.mp3
Tags: sekolahbullyingstop bullying

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Politeknik Assalaam Siap Bertransformasi Menjadi Universitas pada Tahun 2027
  • Pemkot Solo Siapkan Pembatasan Sampah ke Putri Cempo, Pengolahan Dimulai dari Rumah Tangga
  • Mitra10 Solo Baru Tawarkan Solusi Bangun Rumah Tanpa Ribet
  • Kokola Luncurkan Kukis Black, Perkuat Diferensiasi Produk di Tengah Persaingan Pasar
  • Fokus Kualitas Layanan, BPJS Kesehatan Bersama Fasilitas Kesehatan Dukung JKN Berkelanjutan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.