Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Komunitas YBS Hadirkan Jejak Kawruh di Selo, Wisnu Triwibowo: Belajar Seni Itu Menyenangkan

Nadyra Tiyana Putri

Redaksi Radio Solopos by Redaksi Radio Solopos
20 August 2025
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Komunitas YBS Hadirkan Jejak Kawruh di Selo, Wisnu Triwibowo: Belajar Seni Itu Menyenangkan

omunitas Yuk Belajar Seni (YBS) menghadirkan program unggulannya bertajuk Jejak Kawruh, yang akan dilaksanakan 23-27 September 2025 mendatang di SDN 02 Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. (Istimewa)

Baca Juga

Salurkan Bantuan Modal Usaha ke Warga, Sumanto: Jangan untuk Kebutuhan Konsumtif

Salurkan Bantuan Modal Usaha ke Warga, Sumanto: Jangan untuk Kebutuhan Konsumtif

23 October 2026
Sumanto Soroti TPA Kian Penuh, Ajak Warga Olah Sampah Mulai dari Rumah Tangga

Sumanto Soroti TPA Kian Penuh, Ajak Warga Olah Sampah Mulai dari Rumah Tangga

23 October 2026
Ratusan Mahasiswa UNS Turun ke Jalan di Solo, Suarakan Tujuh Tuntutan

Ratusan Mahasiswa UNS Turun ke Jalan di Solo, Suarakan Tujuh Tuntutan

23 October 2026
Sumanto: Sinergi Lintas Instansi Kunci Penanganan Kebakaran Gunung Lawu

Sumanto: Sinergi Lintas Instansi Kunci Penanganan Kebakaran Gunung Lawu

22 October 2026
Radio Solopos — Komunitas Yuk Belajar Seni (YBS) menghadirkan program unggulan bertajuk Jejak Kawruh, yang akan dilaksanakan 23-27 September 2025 mendatang di SDN 02 Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Mengusung semangat “Seni untuk Semua”, program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seni yang menyenangkan, edukatif, dan berdampak langsung bagi anak-anak serta komunitas desa yang menjadi mitra kegiatan.
Koordinator Program Jejak Kawruh, Wisnu Triwibowo, mengatakan Jejak Kawruh bukan sekadar pelatihan seni tetapi merupakan gerakan pendidikan budaya yang menempatkan seni sebagai sarana penguatan karakter, pelestarian tradisi, dan pengembangan potensi lokal.
Kegiatan ini, kata dia, menjadi bagian dari komitmen YBS untuk memperluas akses pendidikan seni ke daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal), dengan pendekatan yang inklusif, kolaboratif, dan berbasis komunitas.
“Jejak Kawruh akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari siswa dan guru sekolah dasar, orang tua, seniman lokal, relawan muda, hingga komunitas kesenian di Soloraya. Beragam aktivitas dirancang untuk menjawab kebutuhan penguatan seni dan budaya secara menyeluruh, sekaligus menjadi wahana bermain dan belajar yang menyenangkan bagi anak-anak di daerah yang belum banyak tersentuh pendidikan seni formal,” katanya seperti dikutip Radio Solopos dari rilisnya, Rabu (20/8/2025).
Ia menjelaskan, selama lima hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai kelas kreatif yang dikemas secara tematik.
Kelas ecoprint misalnya, akan memperkenalkan teknik pencetakan alami dari daun dan bunga pada kain, sekaligus mengenalkan prinsip keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kelas tari tradisional menghadirkan pengenalan gerak, cerita, dan nilai filosofis dari tarian lokal sebagai bagian dari upaya menumbuhkan identitas budaya sejak dini.
“Anak-anak juga diajak bermain musik menggunakan alat-alat daur ulang melalui kelas perkusi kreatif, menciptakan bunyi-bunyian sekaligus menstimulasi ekspresi musikal mereka,” lanjut Wisnu.
Tak kalah menarik, sesi pembuatan wayang sampah mengajarkan anak-anak untuk membuat tokoh pewayangan dari bahan bekas sebagai media bercerita dan mendaur nilai kearifan lokal.
Di sisi literasi visual, kegiatan mural tematik akan dilakukan bersama-sama di dinding sekolah, dan koleksi buku seni serta budaya akan ditambahkan di perpustakaan sekolah agar pembelajaran seni dapat terus dilanjutkan setelah program selesai.
Wisnu Triwibowo menjelaskan, tujuan utama program ini adalah menempatkan seni sebagai bagian yang hidup dan relevan dalam keseharian anak-anak.
Menurutnya, seni bukan hanya pelengkap dalam pendidikan, tetapi bagian penting dalam pembentukan kepekaan sosial, imajinasi, dan keberanian berekspresi.
“Kami ingin membangun ruang belajar yang membebaskan dan menyenangkan. Melalui Jejak Kawruh, anak-anak bisa mengalami seni secara langsung—menyentuh, merasakan, mencipta, dan bercerita,” ujarnya.
Ia menambahkan keberlanjutan adalah fokus utama YBS, sehingga kegiatan ini juga dirancang untuk memberikan pelatihan kepada guru dan membuka dialog dengan orang tua agar ekosistem berkesenian bisa terus tumbuh secara mandiri di desa.
Pemilihan SDN 02 Tarubatang sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan.
Sekolah ini telah menjadi mitra program Jejak Kawruh sejak tahun 2023 dan dinilai memiliki semangat dan potensi besar dalam mendukung pendidikan seni bagi anak-anak.
Dukungan kepala sekolah, guru, dan warga desa menjadi modal sosial yang penting dalam keberhasilan program sebelumnya.
Oleh karena itu, YBS kembali memilih sekolah ini sebagai bentuk kesinambungan program dan penguatan kapasitas komunitas lokal.
Sejak berdiri pada tahun 2019 di Surakarta, Yuk Belajar Seni (YBS) telah aktif menjalankan berbagai kegiatan pengajaran seni dan budaya di wilayah terpencil.
Tags: gen zkomunitas YBSpelajaran seni

Related Posts

Earphone Kabel Kembali Tren di Kalangan Gen Z, Ini 5 Alasannya

Earphone Kabel Kembali Tren di Kalangan Gen Z, Ini 5 Alasannya

by Redaksi Radio Solopos
15 October 2026
0

Radio Solopos, SURAKARTA — Earphone kabel kembali diminati generasi Z di tengah maraknya penggunaan perangkat audio nirkabel atau...

Coffee Shop Jadi Pilihan Nongkrong dan Produktif bagi Gen Z

Coffee Shop Jadi Pilihan Nongkrong dan Produktif bagi Gen Z

by Redaksi Radio Solopos
8 October 2026
0

Radio Solopos, SURAKARTA — Coffee shop kini menjadi salah satu tempat yang banyak dipilih generasi Z untuk menghabiskan...

Burnout dan Overthinking pada Anak Muda di Era Serba Cepat, Kenapa Makin Sering Terasa?

Burnout dan Overthinking pada Anak Muda di Era Serba Cepat, Kenapa Makin Sering Terasa?

by Redaksi Radio Solopos
29 September 2026
0

Radio Solopos, SOLO — Pernah merasa pikiran tidak berhenti bekerja meski tubuh sedang beristirahat? Atau merasa lelah menghadapi...

Fashion Retro di Era Modern, Gaya Lawas yang Kembali Jadi Tren

Fashion Retro di Era Modern, Gaya Lawas yang Kembali Jadi Tren

by Redaksi Radio Solopos
28 September 2026
0

Radio Solopos, SOLO — Apa yang dulu dianggap sebagai gaya lawas kini justru kembali memenuhi berbagai ruang fashion....

Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Ekonomi: Cara Tetap Waras di Era “In This Economy”

Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Ekonomi: Cara Tetap Waras di Era “In This Economy”

by Redaksi Radio Solopos
23 September 2026
0

Radio Solopos, SOLO — Istilah “in this economy” semakin sering digunakan untuk menggambarkan bagaimana kondisi ekonomi memengaruhi berbagai...

Kerja Ala Gen Z di 2026: Bukan Sekadar Mengejar Jabatan, tapi Mencari Keseimbangan

Kerja Ala Gen Z di 2026: Bukan Sekadar Mengejar Jabatan, tapi Mencari Keseimbangan

by Redaksi Radio Solopos
17 September 2026
0

Radio Solopos, SOLO – Cara generasi Z atau Gen Z memandang dunia kerja terus mengalami perubahan. Bagi sebagian...

Batik Vilya Hadirkan Batik Kontemporer untuk Menarik Minat Generasi Muda

Batik Vilya Hadirkan Batik Kontemporer untuk Menarik Minat Generasi Muda

by Redaksi Radio Solopos
25 June 2026
0

Radio Solopos, SOLO – Pelaku UMKM batik asal Solo, Batik Vilya - SOLEC, terus berupaya menghadirkan inovasi batik...

Marriage is Scary, Alasan Generasi Z Enggan Menikah

Marriage is Scary, Alasan Generasi Z Enggan Menikah

by Avrilia Wahyuana
19 December 2025
0

Istilah “Marriage is Scary” kini semakin sering digunakan di kalangan anak muda. Ungkapan ini menggambarkan rasa takut dan...

komunitas ybs

Jejak Kawruh YBS Kembali Menyapa Masyarakat Selo Boyolali, Ajari Anak tentang Seni

by Redaksi Radio Solopos
16 October 2025
0

Radio Solopos, SOLO -- Kegiatan Jejak Kawruh yang digelar Komunitas Yuk Belajar Seni (YBS) kembali menyapa masyarakat Selo,...

gen z generasi abai

Anak-anak Era 15 Detik

by Redaksi Radio Solopos
16 September 2025
0

Radio Solopos -- Saya merasa lelah. Namun, ini ternyata menjadi titik balik ketika saya mulai menyadari bahwa ada...

Load More

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Salurkan Bantuan Modal Usaha ke Warga, Sumanto: Jangan untuk Kebutuhan Konsumtif
  • Lima Film Terbaru Oktober 2026, dari Horor Kuntilanak hingga Drama Perjuangan Mahasiswa
  • Sumanto Soroti TPA Kian Penuh, Ajak Warga Olah Sampah Mulai dari Rumah Tangga
  • Ratusan Mahasiswa UNS Turun ke Jalan di Solo, Suarakan Tujuh Tuntutan
  • Sumanto: Sinergi Lintas Instansi Kunci Penanganan Kebakaran Gunung Lawu
Radio Solopos FM

© 2025 Radio Solopos.

Navigate Site

  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2025 Radio Solopos.