Radio Solopos, PEKALONGAN — Pendekatan pembelajaran berbasis praktik langsung mulai diterapkan dalam pendidikan anak usia dini di Kota Pekalongan.
Melalui kegiatan open house yang digelar Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, anak-anak dikenalkan pada nilai karakter, khususnya adab bertamu, secara nyata dan menyenangkan, Selasa (14/4/2026).
Puluhan anak PAUD, salah satunya dari TK Pembina Kota Pekalongan, dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Mereka tidak hanya berkunjung, tetapi juga mempraktikkan langsung tata cara bertamu yang baik, mulai dari mengetuk pintu, mengucapkan salam, hingga bersikap sopan selama berada di rumah orang lain.
Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, mengatakan metode belajar melalui pengalaman langsung dinilai lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter dibandingkan pembelajaran teoritis di kelas.
“Konsep open house ini kami rancang sebagai media pembelajaran. Anak-anak belajar langsung bagaimana adab bertamu dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme anak-anak selama kegiatan menjadi indikator bahwa pendekatan tersebut mampu diterima dengan baik.
Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan ini juga memberikan pengalaman sosial yang penting bagi perkembangan anak usia dini.
Perkuat Koordinasi
Tak hanya berfokus pada anak, kegiatan tersebut juga diiringi dengan halalbihalal Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Pekalongan yang melibatkan pengurus tingkat kota hingga kecamatan serta perwakilan Dinas Pendidikan.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam pengembangan pendidikan anak usia dini. Sinergi ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter.
Inggit menegaskan, integrasi antara kegiatan edukatif bagi anak dan penguatan kelembagaan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kota Pekalongan.
Ia berharap, model pembelajaran seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda rutin tahunan dengan konsep yang lebih inovatif.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga memberikan nilai edukasi yang kuat,” pungkasnya.

