• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Ngeri, Dikartu Merah, Pemain Tembak Mati Wasit

Damar Sri Prakoso by Damar Sri Prakoso
17 February 2016
in News
0
Ngeri, Dikartu Merah, Pemain Tembak Mati Wasit

SoloposFM–Sepak bola Indonesia biasanya identik dengan kerusuhan suporter, perkelahian antarpemain, atau kekerasan terhadap wasit. Nah, kenyataannya kasus kekerasan terhadap wasit ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Bahkan di Argentina, negeri asal pemain terbaik dunia– Lionel Messi, malah lebih mengerikan lagi.

Seorang wasit tewas setelah ditembak pemain yang baru saja dia beri kartu merah. Insiden berdarah itu terjadi dalam pertandingan non-liga, Campo de la Ribera di sebuah wilayah yang terletak di Cordoba, Argentina, Minggu (15/2/2016) lalu.

Diduga, pemain itu merasa sakit hati telah dikartu merah oleh sang pengadil lapangan di tengah laga. Memang, dia langsung berjalan meninggalkan lapangan. Namun pemain yang tak disebutkan namanya itu ternyata kembali lagi ke lapangan sambil mengacungkan senjata api ke arah wasit, dan dor..dor..dor!!
Sang wasit pun jatuh terkapar dengan luka tembak di kepala, leher, dan dada. Wasit 48 tahun yang memimpin laga itu langsung tewas di lapangan. Selain wasit, dilaporkan kejadian itu juga mencederai pemain lain. Namun kondisinya kini dikabarkan baik. Pihak kepolisian masih memburu pelaku penembakan itu.
“Kami tidak tahu pasti kejadiannya, tapi sepertinya si pemain marah, menodongkan senjata dan membunuhnya (wasit),” demikian pernyataan pihak kepolisian pada kantor berita Efe, sebagaimana dikutip dari Guardian.
Sebelum peristiwa ini, aksi kekerasan terhadap wasit juga terjadi di sepak bola Argentina. Pada Juni 2015, laga antara Ferro vs Tiro Federal dibatalkan karena seorang pemain memukul wasit sampai pingsan setelah dia menerima kartu kuning. Hmmm…kartu kuning dapat pukulan, kartu merah dapat berondongan senjata api ya? Ternyata lebih mengerikan sepak bola Argentina daripada sepak bola Indonesia ya?. (Damar Sri Prakoso)

 

Tags: sepak bolakekerasantembak matiwasit

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.