• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global, Ini Gejala dan Penularannya

Mita Kusuma by Mita Kusuma
26 November 2024
in Lifestyle
0
Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global, Ini Gejala dan Penularannya

Ilustrasi Cacar Monyet atau Monkey Pox. (Istimewa/Freepik)

SoloposFM – Cacar monyet merupakan salah satu penyakit yang saat ini tengah mendapatkan perhatian dan perbincangan di tengah masyarakat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum lama ini mengumumkan status darurat wabah cacar monyet atau monkeypox.

Peringatan ini mengesampingkan panel para ahli yang pendapatnya masih terbagi atas status wabah tersebut. Pengumuman WHO ini sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kerja sama global untuk menghentikan virus, yang telah menyebar ke puluhan negara tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Indonesia belum mendeteksi adanya kasus cacar monyet di Indonesia. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk tetap melakukan tindakan preventif terhadap penyakit tersebut.

Baca juga : Kenali Besaran Tarif dan Zona Parkir di Solo Nih Sob

 

Gejala dan Penularan

Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS UNS Solo Dr. Tonang Dwi Ardyanto, dalam program Dinamika 103 Solopos FM, Rabu (27/7), menjelaskan bahwa cacar monyet disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis. Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958, sedangkan kasus pertama pada manusia terjadi pada tahun 1970.

Ia menyebut gejala Monkeypox biasanya demam kemudian disertai dengan bintil bernanah di kulit. Sementara untuk penularan antar manusia dapat terjadi lewat kontak langsung melalui kulit ke kulit atau tersentuh lendir dari bintil di permukaan kulit.

“Secara umum monkeypox itu penyakit ringan dan bisa pulih dengan baik.Hanya saja, memang ada resiko menjadi berat jika menyerang anak, ibu hamil, dan orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah,” tuturnya.

Ia menambahkan terkait pencegahan penularan penyakit ini yaitu dengan menjaga kebersihan dan rajin mencuci tangan.

Baca juga : Menarik Sob, Patrick Wilson Debut Sutradarai Insidious 5 Yang Akan Tayang Tahun 2023!

Tags: Kopi Pagicacar monyetmonkeypox

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.