Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Diskusi Gita Pertiwi: Pemda di Soloraya Perkuat Kolaborasi Pangan Sehat dan Ketahanan Pangan Sekolah

Redaksi Radio Solopos by Redaksi Radio Solopos
18 December 2025
in News
Reading Time: 4 mins read
A A
0
diskusi ketahanan pangan soloraya gita pertiwi

LSM Gita Pertiwi menggelar diskusi ketahanan pangan Soloraya di Hotel Dana Solo, Kamis (18/12/2025). (Dari kiri ke kanan): Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo Wahyu Kristina, Direktur Gita Pertiwi Titik Eka Sasanti, perwakilan dari P4GKM UNS Dr. Winny Swantike dan penyiar Radio Solopos, Senja Kurnia. (Radio Solopos)

Radio Solopos, SOLO – Pemerintah daerah di wilayah Soloraya terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pangan sehat dan ketahanan pangan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung program nasional makan bergizi gratis serta peningkatan kualitas gizi anak sekolah.

Keinginan memperkuat kolaborasi itu tercermin dalam diskusi ketahanan pangan yang digelar LSM Gita Pertiwi di Hotel Dana Solo, Kamis (18/12/2025).

Diskusi mengambil tema “Membangun Kerja sama Urban dan Peri-Urban Untuk Suplai Pangan Sehat di Sekolah” itu menghadirkan empat narasumber yang berasal dari sejumlah unsur.

Masing-masing Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo Wahyu Kristina, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno, dosen Fakultas Peternakan UNS Dr. Winny Swastike dan Direktur Yayasan Gita Pertiwi Titik Eka Sasanti.

Baca Juga

Beasiswa S1 Disiapkan untuk Warga Lokal Kawasan Transmigrasi Barelang

Beasiswa S1 Disiapkan untuk Warga Lokal Kawasan Transmigrasi Barelang

12 October 2026
Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri untuk Tekan Kesenjangan Kompetensi

Kemnaker Uji Coba Pelatihan Terhubung Industri untuk Tekan Kesenjangan Kompetensi

9 October 2026
Mangkunegaran Gelar Dhaup Ageng Gusti Sura pada November

Mangkunegaran Gelar Dhaup Ageng Gusti Sura pada November

8 October 2026
Pemkot Magelang Perkuat Pengelolaan Data Kependudukan

Pemkot Magelang Perkuat Pengelolaan Data Kependudukan

8 October 2026
LSM Gita Pertiwi menggelar diskusi ketahanan pangan Soloraya di Hotel Dana Solo, Kamis (18/12/2025). (Dari kiri ke kanan): Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo Wahyu Kristina, Direktur Gita Pertiwi Titik Eka Sasanti, perwakilan dari P4GKM UNS Dr. Winny Swantike, penyiar Radio Solopos Senja Kurnia dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Surakarta (Solo), Tulus Widajat. (Radio Solopos)

Pembicara pertama, Wahyu Kristina menegaskan Pemkot Solo memiliki tanggung jawab penuh dalam menjamin terselenggaranya pangan yang aman dan sehat di wilayahnya.

Hal tersebut sejalan dengan program pemerintah pusat terkait makan bergizi gratis bagi anak sekolah sebagai upaya menyiapkan generasi emas 2045.

Lahan Terbatas

Kristina menjelaskan, Kota Surakarta memiliki keterbatasan lahan pertanian. Berdasarkan dokumen perencanaan daerah, lahan pertanian Kota Solo tercatat nol hektare, meski secara eksisting masih terdapat sekitar 16 hektare lahan tanaman pangan yang tersebar di 54 kelurahan.

“Dari luasan tersebut, sekitar dua hektare dimanfaatkan oleh kelompok tani dan kelompok wanita tani dalam skala kecil,” katanya.

Untuk mengoptimalkan kondisi tersebut, lanjut Kristina, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo mendorong pemanfaatan lahan tidak produktif menjadi lahan produktif melalui program urban farming.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Taman Winasis, yang meraih penghargaan Innovative Government Award kategori non-digital dari pemerintah pusat dan diharapkan dapat direplikasi di tingkat kelompok masyarakat.

Selain produksi, Pemkot Surakarta juga memperkuat aspek keamanan pangan melalui pembentukan Tim Jaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) yang bertugas memantau dan mengawasi pangan yang beredar agar aman dikonsumsi.

“Pemerintah menegaskan prinsip ‘if it’s not safe, it’s not food’ dalam setiap pengawasan pangan,” ujar Kristina.

Tantangan Pangan Sehat

Dari kalangan akademisi, perwakilan P4GKM UNS, Dr. Winny Swantike, menyampaikan tantangan pangan sehat di sekolah tidak hanya berkaitan dengan kantin tetapi juga rantai pasok, higienitas, sumber bahan baku, serta jajanan di luar sekolah.

Perwakilan dari P4GKM UNS Dr. Winny Swantike (tengah) menyampaikan materi dalam diskusi ketahanan pangan Soloraya yang digelar LSM Gita Pertiwi di Hotel Dana Solo, Kamis (18/12/2025). (Radio Solopos)

Berdasarkan riset yang dilakukan pihaknya, masih ditemukan jajanan yang berisiko tercemar meskipun tidak mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan boraks.

“Ternyata dari berbagai macam riset itu ada kantin yang memang sudah aware tentang bagaimana sih anak didiknya itu tidak boleh mengkonsumsi makanan yang tidak sehat. Makanan yang tidak sehat yang gimana nih? Yang GGL pasti gula, garam, lemaknya tinggi,” ujarnya.

Winny menekankan perlunya regulasi yang jelas terkait pengelolaan kantin sekolah sehat, termasuk sertifikasi pemasok pangan, pengawasan bahan tambahan pangan, serta kerja sama lintas pihak antara sekolah, pemerintah, pelaku UMKM, dan akademisi.

“Yang sudah mulai aware terhadap kemasan, sudah mulai mungkin dilihat sampai kandungan gizi dan lain sebagainya. Tapi ternyata siswa-siswa di sekolah itu juga kadang ada loh yang masih jajan di luar. Atau mungkin di kantinnya juga ada makanan-makanan yang bisa dikatakan masih mengandung BTP. Bahan tambahan pangan yang tidak dianjurkan gitu ya,” lanjutnya.

Peran Strategis

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyatakan bahwa Sukoharjo memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Kota Surakarta.

Dengan luas lahan pertanian sekitar 20.400 hektare dan dukungan irigasi teknis seluas 14.254 hektare, Sukoharjo mampu panen padi hingga tiga kali dalam setahun.

Bagas menyebutkan, Sukoharjo tercatat mengalami surplus beras sekitar 142.000 ton per tahun sehingga dinilai mampu mencukupi kebutuhan pangan pokok wilayah sekitar, termasuk Kota Solo.

“Kalau kita hitung angka konsumsi beras di Solo, dan Sukoharjo cukup saya kira. Karena penduduk Sukoharjo itu hampir 1 juta jiwa, kalau Solo ya beda tipis. Jadi artinya kalau kebutuhan makan pokok Kota Solo, saya pikir dari Sukoharjo sangat cukup. Apalagi ada Boyolali juga, ada Klaten, ada Sragen. Yang Soloraya ini alhamdulillah untuk potensi sumber bahan-bahan baik itu padi maupun bahan-bahan yang lain ini tercukupi dengan baik,” paparnya.

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap target swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Nanti 31 Desember ada rilis dari Pak Menteri Pertanian. Kita sudah swasembada pangan. Dan harapannya ini berkelanjutan. Paket kebijakan pemerintah yang diturunkan untuk itu benar-benar bisa dirasakan petani,” tandasnya.

Pembenahan Kantin

Direktur Gita Pertiwi, Titik Eka Sasanti, menambahkan pembenahan kantin sekolah menjadi faktor penting dalam menurunkan angka gemuk dan obesitas anak.

Berdasarkan riset tahun 2019, prevalensi gemuk dan obesitas anak SD dan SMP di Kota Solo mencapai 38 persen.

Setelah pendampingan selama enam tahun di 11 sekolah percontohan, angka tersebut turun menjadi sekitar 31 persen pada 2025.

Direktur Gita Pertiwi Titik Eka Sasanti (tengah) menyampaikan materi dalam diskusi ketahanan pangan Soloraya di Hotel Dana Solo, Kamis (18/12/2025). (Istimewa)

“Gita Pertiwi bersama pemerintah daerah mendorong penerapan lima pilar kantin sekolah sehat, meliputi aspek fisik, manajemen, menu, pangan jajanan anak sekolah, dan promosi kesehatan,” katanya.

Selain itu, lanjut Titik, kolaborasi dengan daerah penyangga seperti Sukoharjo dan Boyolali juga dilakukan untuk menjamin pasokan pangan sehat, termasuk beras, sayuran, bumbu, dan buah.

Upaya lain yang dikembangkan adalah pengelolaan pangan berlebih dan pengurangan food loss dan food waste.

Melalui kerja sama dengan pedagang pasar, Soloraya mampu menyelamatkan sekitar 50 ton pangan layak konsumsi per tahun untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami bekerja sama dengan pedagang di Pasar Cepogo mengorganisasi pangan berlebih. Wortel, kobis yang biasanya para pedagang itu dibuang, masuk tempat sampah. Kami edukasi, kami organisir, kita selamatkan, kita bawa ke Solo. Siapa penerimanya? Ada banyak pantai asuhan. Setahun rata-rata kami bisa menyelamatkan dari Solo, dari Sukoharjo, dari Boyolali, itu 50 ton pangan berlebih layak konsumsi yang terselamatkan,” ungkapnya.

Sebagai penyelenggara acara, Titik berharap kolaborasi lintas daerah dan lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai pasok pangan, meningkatkan kemandirian pangan lokal, serta mendukung keberhasilan program makan bergizi gratis secara berkelanjutan.

“Bapak Ibu semua, lebih tadi menekankan bagaimana kalau bicara suplai pangan, itu tidak perlu produk pangannya itu wisata. Riset kami beras, berasnya Sukoharjo, berasnya Klaten, itu ternyata begitu panen, diolah, itu tidak langsung dibeli dan dikonsumsi masyarakat Soloraya. Berasnya itu wisata dulu baru nanti balik lagi ke sini, kemudian didistribusikan ke Soloraya. Nah, itu adalah pembelajaran bagaimana sih kalau rantai aliran pangannya itu kita perpendek,” tutupnya.

Tags: solorayaGita Pertiwikolaborasiketahanan panganWinny Swastikediskusi pangan

Related Posts

Penting Jaga Lahan Pertanian, Sumanto Soroti Minimnya Regenerasi Petani

Penting Jaga Lahan Pertanian, Sumanto Soroti Minimnya Regenerasi Petani

by Redaksi Radio Solopos
29 July 2026
0

Radio Solopos, KARANGANYAR – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, menyoroti minimnya regenerasi petani yang dinilai berpotensi mengancam ketahanan...

Kompi Produksi Didorong Perkuat Ketahanan Pangan Pekalongan

Kompi Produksi Didorong Perkuat Ketahanan Pangan Pekalongan

by Redaksi Radio Solopos
19 June 2026
0

Radio Solopos, PEKALONGAN — Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah menyambut baik program Kompi Produksi yang digagas TNI Angkatan...

Ketua DPRD Jateng Imbau Masyarakat Ubah Pola Pikir, Jangan Takut Buka Usaha

Sumanto Dorong Jawa Tengah Menjadi Penghasil Pangan Terbaik

by Redaksi Radio Solopos
12 March 2026
0

Radio Solopos, SEMARANG — Ketua DPRD Jateng, Sumanto, mendorong Jawa Tengah menjadi penghasil pangan terbaik. Selain dikenal sebagai...

Gandeng Perguruan Tinggi, BPJS Kesehatan Perkuat Pemodelan Aktuaria demi Keberlanjutan JKN

Gandeng Perguruan Tinggi, BPJS Kesehatan Perkuat Pemodelan Aktuaria demi Keberlanjutan JKN

by Damar Sri Prakoso
17 December 2025
0

Lomba Pemodelan Aktuaria BPJS Kesehatan Tahun 2025 diikuti oleh 47 karya dari 27 perguruan tinggi di Indonesia, mencakup...

limbah ternak winny swastike Digester biogas portabel

UNS Resmikan Digester Biogas Portabel Boyolali: Limbah Ternak Jadi Energi Ramah Lingkungan, Dukung SDGs 12

by Redaksi Radio Solopos
1 December 2025
0

Radio Solopos, BOYOLALI — Langkah maju dilakukan Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam upaya pemanfaatan limbah ternak menjadi energi...

instalasi biodigester portable pengabdian UNS

UNS Bikin Biodigester Portabel di Boyolali: Limbah Sapi Diubah Jadi Energi Bersih, Dukung SDGs & Asta Cita

by Redaksi Radio Solopos
21 November 2025
0

Radio Solopos, BOYOLALI — Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah karena inovasi energi bersih kini hadir...

Ketua DPRD Jateng Minta Lahan Produktif Dipertahankan demi Ketahanan Pangan Nasional

Ketua DPRD Jateng Minta Lahan Produktif Dipertahankan demi Ketahanan Pangan Nasional

by Redaksi Radio Solopos
10 October 2025
0

Radio Solopos -- Ketua DPRD Jateng Sumanto mendorong kemajuan sektor pertanian guna mendukung ketahanan pangan. Ia meminta keberadaan...

gita pertiwi panen raya desa prambanan

Panen Raya di Prambanan, Gita Pertiwi: Inovasi Pupuk Organik Jaminan Pangan Sehat Berkelanjutan

by Redaksi Radio Solopos
24 September 2025
0

Radio Solopos – Yayasan Gita Pertiwi bersama Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah dan PT Sarihusada...

sumanto dprd jateng ketahanan pangan

Dapat Award, Ketua DPRD Jateng Sumanto Persembahkan Penghargaan untuk Pelaku Sektor Pangan di Daerah

by Redaksi Radio Solopos
22 August 2025
0

Radio Solopos -- Ketua DPRD Jateng Sumanto meraih penghargaan Anugerah Figur Akselerator Pembangunan Kategori Penggerak Penguatan Ketahanan Pangan....

ketahanan pangan ketua dprd sumanto

Sumanto: Pemprov Jateng Harus Perkuat Sektor Unggulan untuk Ketahanan Ekonomi

by Redaksi Radio Solopos
20 July 2025
0

Jaga Ketahanan Ekonomi, Sumanto Minta Pemprov Perkuat Sektor Unggulan Radio Solopos - Ketua DPRD Jateng Sumanto mendorong penguatan...

Load More

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Tulus – “Teh Hijau” Jadi Jawara IndoHits Radio Solopos Pekan Ini
  • Taylor Swift “Patient Zero” Jadi Jawara Top Ten Radio Solopos Pekan Ini
  • Gemar Membaca Sejak Kecil Dikaitkan dengan Fungsi Otak Lebih Baik
  • Beasiswa S1 Disiapkan untuk Warga Lokal Kawasan Transmigrasi Barelang
  • 5 Film Tayang di Bioskop Solo Pekan Ini, Ada Avengers Endgame dan Other Mommy
Radio Solopos FM

© 2025 Radio Solopos.

Navigate Site

  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2025 Radio Solopos.