• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Gandeng 23 Dalang, Ketua DPRD Jateng Pentaskan Wayang Kulit 30 Jam Nonstop

Adv

Abu Nadzib by Abu Nadzib
13 November 2025
in News
0
pentas wayang kulit sumanto ketua dprd jateng

Ketua DPRD Jateng Sumanto berfoto bersama para dalang yang terlibat dalam pementasan Pentas Wayang Kulit 30 Jam Nonstop yang digelar Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, Jumat-Minggu (7-9/11/2025). (Istimewa)

Radio Solopos, KARANGANYAR – Sebanyak 23 dalang terlibat dalam pementasan Pentas Wayang Kulit 30 Jam Nonstop yang digelar Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto.

Pentas wayang kulit di kediaman Sumanto di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar itu dimulai Jumat (7/11/2025) malam dan berakhir pada Minggu (9/11/2025) dini hari.

Ke-23 dalang bergantian memainkan serial lakon Bharatayuda Jayabinangun yang digelar dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional dan Dunia.

Mereka memainkan berbagai lakon seperti Seta Ngraman, Bisma Gugur, Ranjaban Abimanyu, Gatotkaca Gugur, Tirtanata Tigas, hingga berakhir dengan Baladewa Muksa.

Pentas wayang tersebut semakin meriah karena panitia juga membagikan berbagai doorprize mulai kulkas hingga sepeda kepada para penonton.

Ketua DPRD Jateng Sumanto mengungkapkan pentas media tradisional tersebut digelar untuk nguri-uri kesenian daerah. Ia mengajak masyarakat tak hanya gemar menonton tapi juga memahami isi cerita dalam lakon-lakon wayang kulit.

Ketua DPRD Jateng Sumanto dikenal sebagai tokoh yang sangat suka wayang kulit dan mementaskannya. (Istimewa)

“Kita harus terus berupaya melestarikan budaya warisan nenek moyang. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang peduli untuk nguri-uri,” ujar mantan anggota DPRD Karanganyar yang nyaris setiap bulan menggelar pentas wayang kulit itu.

Sumanto menambahkan, pentas wayang kulit 30 jam nonstop sengaja digelar untuk meramaikan peringatan Hari Wayang Dunia dan Nasional.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya menggandeng Paguyuban Dalang Karanganyar.

“Semoga Peringatan Hari Wayang Dunia ini memberi semangat bagi kita untuk terus menjaga warisan budaya. Kesenian wayang ini perlu kita jaga agar tak punah dan anak cucu kita tetap bisa menikmatinya,” ungkapnya.

Dengan adanya pentas wayang yang melibatkan banyak dalang, ia berharap para pelaku kesenian tetap semangat.

Selama ini, para dalang, sinden, dan penabuh gamelan telah mendedikasikan hidupnya untuk belajar dan berlatih mementaskan wayang kulit. Maka sudah seharusnya, masyarakat mengapresiasi dengan memberikan ruang untuk pentas.

“Para seniman harus tetap semangat. Suatu saat zaman keemasan kesenian tradisional pasti datang lagi karena dunia terus berputar,” kata Sumanto.

Hari Wayang Dunia

Setiap tanggal 7 November, masyarakat Indonesia dan dunia memperingati Hari Wayang Dunia atau World Wayang Day.

Peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang dan melestarikan seni pertunjukan tradisional yang telah menjadi bagian dari identitas bangsa.
Penetapan tanggal itu berawal dari pengakuan UNESCO terhadap Wayang Indonesia sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 7 November 2003.

Ketua Paguyuban Dalang Karanganyar, Ki Sulardiyarto Pringgo Carito mengatakan, rangkaian lakon Bharatayuda Jayabinangun merupakan perang karma. Dalam filosofi Jawa, kerap disebut “Sapa Sing Nandur Bakal Nggunduh”.

“Kali ini 23 dalang menampilkan cerita beruntun selama 30 jam. Karawitan kami siapkan 4 shift. Kami sudah siapkan fisik agar kuat pentas,” katanya.

Ia menambahkan, pentas wayang kulit menjadi perayaan global atas pengakuan dunia terhadap kesenian wayang sekaligus ajang konsolidasi dalang Karanganyar agar bisa terus berkreasi dan berkarya. (ADV/*)

Tags: advertorialwayang kulitsumantoketua dprd jateng

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan
  • Ketersediaan Aspal dan Cuaca Jadi Tantangan, Wali Kota Pekalongan: Perbaikan Jalan Terus!
  • Lomba Mancing “Wali Kota Cup II” Dongkrak Potensi Wisata Pantai Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.