• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Hukuman Fisik Bukan Solusi untuk Mengubah Perilaku Anak

Avrilia Wahyuana by Avrilia Wahyuana
26 November 2024
in Lifestyle
0
Hukuman Fisik Bukan Solusi untuk Mengubah Perilaku Anak

Ilustrasi seorang anak yang sedang mendapat hukuman dari orang tuanya (sumber foto freepik)

Radio Solopos – Mendidik seorang anak adalah tantangan tersendiri bagi para orang tua. Didikan dengan menggunakan hukuman fisik kadang kala sering dipakai untuk mendisiplinkan anak, tapi tidak semua anak cocok dalam upaya mengubah perilakunya hal ini disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi.

“Banyak alasan anak melakukan pelanggaran, biasannya karena belum tahu aturan atau sekedar mencari perhatian disekitarnya,” kara psikolog yang biasa disapa Romi ini.

Memberi pukulan, jambatan, atau cubitan tidak bisa dijadikan cara untuk mengubah perilaku anak. Seorang anak harus mengetahui konsekuensi dari melakukan pelanggaran tersebut dan mengetahui manfaat jika tidak melakukan hal yang melanggar peraturan.

Dalam mendidik anak juga perlu memperhatikan sisi kognitif, afektif, dan psikomotor yang disebut dengan shaping atau membentuk perilaku. Hal ini bertujuan agar anak  paham bahwa itu untuk kebaikannya dan ia tidak boleh mengulanginya lagi.

Pemahaman tentang konsekuensi juga perlu diberikan agar anak paham kenapa ia tidak boleh melakukan hal yang melanggar ketentuan. Kalau masih bisa diajak bicara beri nasihat, sehingga anak tidak takut pada orang tua.

“Anak yang sering mendapat hukuman akan menjadi anak pemberang dan kasar di luar rumah, hal ini dikarenakan melihat yang orang tuanya lakukan kepada dirinya,” kata Romi.

“Anak juga bisa menjadi tertekan, tidak percaya diri, penuh dengan self esteem yang rendah karena dipermalukan,” tambahnya.

Oleh karena itu, memberikan hukuman menjadi langkah terakhir yang diambil karena berdampat pada psikologis anak.

Sumber : Antara

Tags: Tips Mendidik AnakHukuman Fisik Bukan Solusi

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • MBG di Persimpangan: Antara Niat Mulia dan Realitas di Kelas
  • Dari Gudeg Mbak Yus, Teradisional Hadirkan Gudeg dan Pizza Italia
  • Integrasi Data Kependudukan Jadi Kunci Peningkatan Layanan Publik di Solo
  • Dompet Dhuafa Jateng Silaturahmi Bareng Mitra, Bahas Pentingnya Value Lembaga Nirlaba
  • Saat Layar Kaca Kalah pada Telapak Tangan: Menimbang Ulang Masa Depan Penyiaran Indonesia

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.