• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Ini Penjelasan Badan Otorita Borobudur Soal Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur 

Mita Kusuma by Mita Kusuma
7 June 2022
in News
0
Ini Penjelasan Badan Otorita Borobudur Soal Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur 

Wisatawan menikmati Candi Borobudur dengan panorama Bukit Menoreh di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. (Jatengprov.go.id)

SoloposFM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan baru saja mengumumkan harga tiket masuk Candi Borobudur sebesar Rp 750.000 untuk turis lokal. Sementara untuk wisatawan asing, tiket masuk Borobudur ditetapkan sebesar 100 dollar AS atau jika dirupiahkan setara dengan Rp 1.443.000 (kurs Rp 14.400) atau hampir dua kali lipat dari harga tiket masuk Candi Borobudur untuk turis lokal.

Menurut Luhut, penetapan harga tiket masuk Candi borobudur sebesar Rp 750.000 perlu dilakukan untuk membatasi jumlah kunjungan. Ia menargetkan, dengan tiket masuk Borobudur yang baru, jumlah kunjungan wisatawan ke candi Budha itu 1.200 orang per hari.

Rencana kenaikan tarif tiket naik ke Candi Borobudur itu pun langsung menuai beragam komentar dari masyarakat. Publik menilai kenaikan tarif untuk wisatawan domestik menjadi Rp750.000 sangat memberatkan dan tidak masuk akal.

Baca juga: Waspada Paparan Racun Pestisida Pada Anak

Kenaikan Belum Diumumkan

Direktur Marketing Badan Otorita Borobudur Agus Rochiyardi mengatakan kenaikan tarif tiket naik Candi Borobudur sampai sekarang memang belum diumumkan secara resmi. Menurut Agus nantinya akan dibentuk lembaga untuk mengkaji kebijakan tersebut.

“Masalah harga memang sangat relatif ya, bisa dikatakan murah atau mahal, tergantung pengunjungnya siapa. Tapi kalau nanti ada desakan dari masyarakat terkait harga, maka nanti dari BLU akan mempertimbangkan atau mengkaji kembali,” kata Agus.

Agus menjelaskan bahwa sebelum pandemi Covid-19 pengelola Candi Borobudur mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke sana mencapai 3,8 juta pengunjung. Kini, untuk melindungi bangunan candi, kuotanya hanya dibatasi hingga 1.200 orang saja per hari.

Di sisi lain, pasca pandemi Covid-19, ia mengatakan, ada perubahan perilaku wisatawan. Ia menyebut wisatawan sekarang cenderung memilih untuk staycation atau berwisata ke tempat yang lebih dekat, dan secara berkelompok baik dengan keluarga ataupun teman. Selain itu, masyarakat sekarang juga cenderung memilih wisata yang berkelanjutan.

“Untuk wisata yang berkelanjutan ini tentu diharapkan agar selalu dipikirkan kondisi alam wisatanya. Makanya sekarang di tempat-tempat wisata banyak dikembangkan transportasi atau kendaraan listrik,” tambahnya.

Baca juga: BPJS Kesehatan Surakarta Buka Layanan Di Mal Pelayanan Publik Sukoharjo

 

Terlalu Mahal

Sejumlah komentar yang menyatakan ketidaksetujuan atas rencana kenaikan tarif tiket naik Candi Borobudur yang mencapai Rp750.000 disampaikan Sobat Solopos pada program Dinamika 103, Selasa (7/6).

Anda Danukusuman mengatakan, “Saya sangat tidak setuju. Sangat memberatkan kalau tiketnya Rp750.000, kasihan rakyat yang penghasilannya pas-pasan. Lebih baik dibatasi jumlah pengunjung tiap harinya biar nggak umpel-umpelan.”

Sementara menurut Nur Syamsiah, “Kalau menurut saya ada kenaikan wajar. Tapi disertai fasilitas juga, jadi kalau 750 ribu, plus menginap di hotel, transportasi buat keliling plus makan juga. Pasti tidak banyak yang protes. Karena memang itu kan situs budaya yang langka. Tapi harus ada pilihan lain, misal buat masyarakat bawah ya sekitar Rp100 ribu atau Rp150 ribu, dengan fasilitas mobil keliling dan pemandu wisatanya tidak bayar lagi.”

“Saya tidak setuju dengan wacana kenaikan bea masuk kawasan Candi Borobudur Rp50.000 dan kalau naik candi Rp750.000. Otomatis akan sepi pengunjung. Kasihan yang punya usaha di sekitar kawasan Candi Borobudur,” kata Sriyatmo.

Pendapat senada disampaikan Agus dari Laweyan, Solo, “Saya kurang setuju, karena untuk masyarakat kita sendiri atau wisatawan lokal, harga tersebut terlalu tinggi. Apalagi pengunjung Candi Borobudur dari semua lapisan masyarakat yang kebanyakan dari daerah-daerah yang pendapatannya hanya pas-pasan.”

Tags: candi borobudurtempat wisataHTM Candi Borobudur

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.