• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

International Mask Festival (IMF) 2025 : Topeng yang Luar Biasa

Topeng tetap menjadi medium menakjubkan di tengah perubahan zaman. Topeng mampu menyampaikan pesan kemanusiaan yang universal tentang identitas, kejujuran, dan refleksi diri.

Avrilia Wahyuana by Avrilia Wahyuana
17 November 2025
in News
0
International Mask Festival (IMF) 2025 : Topeng yang Luar Biasa

Penampilan lakon "Greget Pincuk feat Topeng Patih" oleh Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur (TMII Jakarta) di International Mask Festival (IMF) 2025 di Pendapi Gede Balaikota Surakarta, Jumat (14/11/2025). (Foto : Dok IMF 2025)

Radio Solopos  – International Mask Festival (IMF) 2025 resmi digelar di Pendapi Gede Balaikota Surakarta, Jumat (14/11/2025). Mengusung tema “Awesome Mask” atau topeng yang luar biasa, festival ini diselenggarakan hingga 15 November 2025, mulai pukul 19.00–23.00 WIB.

Terbuka bagi masyrakat umum tanpa biaya masuk, IMF kembali hadir sebagai salah satu agenda budaya paling bergengsi yang menempatkan Kota Surakarta sebagai pusat perhatian dunia seni pertunjukan.

Ketua Pelaksana IMF 2025, Putri Pramesty Wigaringtyas, IMF tahun ini menjadi ruang pertemuan besar antara seni tradisi dan inovasi kontemporer. Festival ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni topeng dari berbagai daerah di Indonesia—mulai dari Surakarta, Banyumas, Jakarta, Yogyakarta, hingga Riau—tetapi juga partisipasi sahabat negara-negara seperti Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, dan Myanmar.

“Pertunjukan yang ditampilkan meliputi unsur tradisi, musik modern, hingga pengolahan artistik baru yang mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman budaya,” papar wanita yang akrab dipanggil Memes ini.

Antusiasme masyarakat saat menyaksikan sajian Reog Ponorogo pada International Mask Festival (IMF) 2025 di halaman Balaikota Surakarta, Jumat (14/11/2025).

Selain pertunjukan seni, IMF 2025 juga menghadirkan Konferensi Internasional Mask Organization (IMO) pada 15 November 2025 di Lantai 3 Gedung Sekretariat Bersama Kota Surakarta. Konferensi ini mempertemukan seniman, sejarawan, dan praktisi seni topeng dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan seni pertunjukan kontemporer dan pelestarian tradisi topeng di era global.

Pada IMF 2025 juga digelar bazar kuliner dan kriya, yang melibatkan UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kreatif. Pengunjung dapat menikmati beragam makanan tradisional, karya seni, dan produk budaya yang mewakili kekayaan Nusantara.

Kolaborasi Lintas Sektoral

Pendiri IMF, Dr. Raden Ayu Irawati Kusumorasri mengungkapkan, festival ini merupakan sinergi antara Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Surakarta, Semarak Candrakirana Art Center, serta jaringan media partner nasional. Kerja sama ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor untuk memajukan budaya.

Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, dalam sambutan pembukaan acara International Mask Festival (IMF) 2025 di Pendapi Gede Balaikota Surakarta, Jumat (14/11/2025). (Foto : Dok IMF 2025)

Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, dalam Upacara pembukaan acara menyampaikan bahwa penyelenggara IMF tahun setiapnya menjadi bukti nyata bahwa Kota Surakarta terus berkomitmen menjaga eksistensi sebagai kota budaya, tempat di mana tradisi, kreativitas dan modernitas dapat berjalan berdampingan.

Mengangkat tema “Topeng Luar Biasa” pada tahun ini, Walikota Respati Ardi menjelaskan topeng tetap menjadi medium menakjubkan di tengah perubahan zaman. Topeng mampu menyampaikan pesan kemanusiaan yang universal tentang identitas, kejujuran, dan refleksi diri.

Duo musisi Banda Neira tampil pada International Mask Festival (IMF) 2025 di Pendapi Gede Balaikota Surakarta, Jumat (14/11/2025). (Foto : Dok IMF 2025)

Pada hari pertama IMF 2025, juga tampil Banda Neira. Grup musik yang dibentuk oleh Ananda Badudu dan Rara Sekar yang kini digantikan oleh Saron “Sasha” Sakina ini seolah menjadi simbol harmonisasi antara musik modern dan seni tradisi. Kehadiran mereka menjadi magnet tersendiri pagi penonton yang mayoritas adalah anak muda atau biasa disebut Gen Z untuk hadir menikmati sajian seni sarat makna ini.

Tags: kota soloEvent Kota SoloInternational Mask FestivalIMF 2025festival topengpertunjukan kota Solo

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan
  • Ketersediaan Aspal dan Cuaca Jadi Tantangan, Wali Kota Pekalongan: Perbaikan Jalan Terus!
  • Lomba Mancing “Wali Kota Cup II” Dongkrak Potensi Wisata Pantai Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.