Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Opini

Ironi Negeri Oplosan

Redaksi Radio Solopos by Redaksi Radio Solopos
19 March 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
pertamax oplosan kasus pertamina

Tundjung W. Sutirto, dosen di Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya UNS (Istimewa)

Radio Solopos — Kata oplosan menjadi trending topic pada hari-hari ini. Ada megaskandal Pertamax yang diduga oplosan. Masyarakat seluruh negeri geram setelah muncul dugaan PT Pertamina Patra Niaga mengoplos Pertalite (RON 90) dengan Pertamax (RON 92).

Publik telanjur kehilangan trust sekalipun istilah oplosan itu disanggah oleh Pertamina dengan kata blending. Istilah oplosan dan blending dalam bahasa publik tetap saja artinya mencampur.

Kata ”oplosan” tidak asing bagi masyarakat kita. Secara etimologis kata ”oplosan” diserap dari bahasa Belanda oplossen yang artinya melarutkan atau mencairkan. Dalam konteks kimia, “oplossen” merujuk pada proses suatu zat (biasanya padat) larut dalam pelarut (biasanya cairan) untuk membentuk larutan.

Dalam konteks bahasa Indonesia, kata ”oplosan” lebih umum digunakan merujuk pada campuran, terutama dalam konteks minuman beralkohol yang dicampur dengan bahan lain. Penggunaan kata oplosan bermakna negatif.

Baca Juga

Ketika Kemarahan Menjadi Norma

Ketika Kemarahan Menjadi Norma

19 June 2026
Estafet Kiprah Ulama Nusantara Kelas Dunia

Estafet Kiprah Ulama Nusantara Kelas Dunia

9 June 2026
KETIDAKPASTIAN

KETIDAKPASTIAN

13 January 2026
Bencana Alam atau Bencana Kepemimpinan?

Bencana Alam atau Bencana Kepemimpinan?

30 December 2025

Mafia

Di negeri ini bukan hanya bahan bakar minyak (BBM) oplosan yang beredar. Banyak produk kebutuhan masyarakat sering kali dioplos. Ada mafia beras oplosan. Baru saja di Depok, Jawa Barat, kepolisian membongkar beras oplosan di sebuah toko di kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Di toko itu beras dari stok Perum Bulog dioplos dengan beras bermerek Permata dan beras menir menjadi kemasan ukuran satu kilogrem bermerek Daun Suji dan Rinjani. Dijual sebagai beras premium.

Beras oplosan seperti menjadi hal biasa. Tujuan mengoplos adalah mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Oplosan beras busuk terjadi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, yang dibongkar aparat kepolisan pada 2020. Mengoplos beras busuk itu berlangsung sejak 2015.

Ada pula mafia gula oplosan. Pada 2021, kepolisian membongkar praktik jual beli gula rafinasi oplosan di Banyumas, Jawa Tengah. Pada 2013, ada berita pabrik gula yang dioplos dengan limbah di Tulungagung, Jawa Timur.

Pada 2022, di Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, para perajin gula merah mengeluh karena beredar gula merah oplosan. Gula merah yang terbuat dari gula pasir dicampur air legen kemudian dimasak kembali dan air yang digunakan adalah air parit.

Gula merah juga dioplos dengan bubuk detergen. Pada 2015, kasus gula merah oplosan bubuk detergen terjadi di Pasar Atas, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Di Purwokerto, gula merah oplosan terbuat dari limbah kecap yang dicampur dengan gula rafinasi.

Mafia garam oplosan juga banyak beritanya. Antara pada 20 Februari 2018 memberitakan di Kendari, Sulawesi Tenggara, polisi menangkap seorang pengusaha yang mengoplos garam. Bahan baku garam di gudang dikeluarkan beberapa karung kemudian dihamparkan di bak terpal lalu dicampur dengan bubuk potasium iodat dalam keadaan basah.

Di Jambi, Ponorogo, Surabaya, dan Bali, berita tentang garam oplosan dimuat di berbagai media lokal maupun nasional. Sebuah koran pada 2017 memberitakan warga Jeneponto, Sulawesi Selatan, resah karena garam bercampur pecahan beling

Minyak goreng juga dioplos. Disparitas harga minyak goreng curah yang disubsidi dengan minyak goreng kemasan yang mengikuti harga pasar menyebabkan di beberapa daerah ada mafia minyak goreng oplosan.

Kasus minyak goreng oplosan terjadi pada 2023 di Pasar Wadas, Karawang, Jawa Barat, dan tahun 2024 muncul di Malang, Jawa Timur. Oplosan menjadi mafia yang berulang-ulang. Oplosan meluas ke berbagai kebutuhan dasar masyarakat. Oplosan itu kuno, serakah, kejam, jahat, dan tidak manusiawi.

Relasi Kuasa

Antara pada 19 Mei 2020 memberitakan daging sapi dioplos dengan daging babi. Kasus itu terjadi di Pasar Bengkok, Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Polisi waktu itu menyita 500 kilogram daging sapi yang dioplos dengan daging babi.

Problem daging oplosan yang diberi label halal ada sejak dulu. Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi, Jawa Barat, mengungkap kasus pengoplosan daging celeng dengan daging sapi yang dijual kepada masyarakat sebagai bakso dan rendang.

Pola kejahatan oplosan dalam kasus-kasus yang berskala besar sering kali terorganisasi dan banyak kasus besar itu berkorelasi dengan kekuasaan. Bisa jadi kejahatan oplosan itu hasil kartel dunia usaha berbasis kolusi.

Seperti kartel minyak di Indonesia pada 1990-an yang pelakunya dekat dengan kekuasaan Orde Baru. Sekalipun Indonesia memiliki Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, faktanya ada kartel gula, ada perjanjian tertutup antarimportir dan pengecer, ada merger usaha yang merugikan masyarakat.

Dulu, akibat kebijakan monopoli oleh pemerintah kolonial pada awal abad ke-20 melahirkan praktik oplosan. Koran De Sumatra Post terbitan 16 Oktober 1908 memberitakan peredaran minuman oplosan di kalangan buruh perkebunan di wilayah Sumatra.

Minuman oplosan itu merusak harga minuman keras yang dimonopoli pemerintah kolonial lewat accijn van sterke dranken (pajak minuman keras). Dampak praktik monopoli minuman keras di era kolonial dulu bukan saja soal ekonomi melainkan dimanfaatkan oleh golongan komunis untuk membuat para pekerja perkebunan di Sumatra menjadi berwatak radikal.

Dari dulu sampai sekarang soal oplosan menjadi ironi. Mungkin hanya satu bentuk oplosan yang digemari masyarakat, yaitu oplosan teh. Di Kota Solo kondang teh oplosan. Lihatlah kemasan teh oplosan yang dijajakan di Pasar Gede, Kota Solo, yang dicari-cari pengunjung dari luar kota.

Teh oplosan itu menjadi cita rasa tersendiri bagi penikmat teh. Dengan kata lain teh oplosan itu lebih tepat disebut teh racikan. Tentu tidak tepat digunakan untuk menyebut Pertamax racikan.

(Tundjung W. Sutirto, dosen di Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya UNS. Esai ini terbit di Espos.id Jumat, 14 Maret 2025)

Tags: opini radio soloposbbm oplosanminyak oplosantundjung w sutirtokasus pertamina

Related Posts

Ketika Kemarahan Menjadi Norma

Ketika Kemarahan Menjadi Norma

by Redaksi Radio Solopos
19 June 2026
0

Radio Solopos, SOLO -- Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah cara manusia berinteraksi secara fundamental. Media sosial memungkinkan pertukaran...

Estafet Kiprah Ulama Nusantara Kelas Dunia

Estafet Kiprah Ulama Nusantara Kelas Dunia

by Redaksi Radio Solopos
9 June 2026
0

Radio Solopos, SOLO -- Pada tiap musim haji, terasa kembali relasi keakraban bangsa kita dengan tanah suci. Sejarah...

KETIDAKPASTIAN

KETIDAKPASTIAN

by Redaksi Radio Solopos
13 January 2026
0

Radio Solopos -- Tahun 1961 mencatat salah satu momen paling kritis dalam sejarah geopolitik modern. Setelah Fidel Castro...

Mercusuar Willem’s Toren III : Jejak Cahaya Bersejarah di Ujung Indonesia

Mercusuar Willem’s Toren III : Jejak Cahaya Bersejarah di Ujung Indonesia

by Avrilia Wahyuana
9 December 2025
0

Mercusuar ini merupakan fasilitas navigasi pelayaran yang dikelola oleh Distrik Navigasi (Disnav) Kelas II Sabang, Direktorat Navigasi Direktorat...

Kenapa Pertamina Terus Merugi?

Kenapa Pertamina Terus Merugi?

by Avrilia Wahyuana
9 December 2025
0

Jadi, Mengapa Pertamina selalu rugi? Jawabannya bukan satu faktor tunggal, melainkan kombinasi tekanan pasar (penurunan permintaan & volatilitas harga),...

kontrasepsi dedi mulyadi

Kontrasepsi Bukan Syarat Menyejahterakan Rakyat

by Redaksi Radio Solopos
17 June 2025
0

Radio Solopos -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mewacanakan vasektomi atau kontrasepsi permanen bagi laki-laki menjadi syarat yang...

Membenahi Angkutan Umum

Membenahi Angkutan Umum

by Avrilia Wahyuana
9 December 2025
0

Membenahi angkutan umum bukan sekadar proyek teknis. Ini adalah upaya mengembalikan martabat bangsa dalam bergerak.

sepak bola indonesia

Euforia Tim Nasional, Ironi Liga Sepak Bola

by Redaksi Radio Solopos
17 June 2025
0

Radio Solopos - Dalam beberapa tahun terakhir euforia sepak bola di Indonesia makin terasa membuncah. Suasana stadion yang...

generasi optimistis gen z indonesia maju

Generasi Optimistis

by Redaksi Radio Solopos
29 April 2025
0

Radio Solopos -- Awal masuk sekolah setelah libur panjang Idulfitri 2025, saya memulai pembelajaran di kelas dengan sebuah...

tradisi petasan ramadan

Mencegah Tradisi Ramadan Menjadi Bunga Api

by Redaksi Radio Solopos
28 March 2025
0

Radio Solopos -- Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki beragam tradisi unik untuk merayakan...

Load More

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Tulus – “Teh Hijau” Jadi Jawara IndoHits Radio Solopos Pekan Ini
  • Taylor Swift “Patient Zero” Jadi Jawara Top Ten Radio Solopos Pekan Ini
  • Gemar Membaca Sejak Kecil Dikaitkan dengan Fungsi Otak Lebih Baik
  • Beasiswa S1 Disiapkan untuk Warga Lokal Kawasan Transmigrasi Barelang
  • 5 Film Tayang di Bioskop Solo Pekan Ini, Ada Avengers Endgame dan Other Mommy
Radio Solopos FM

© 2025 Radio Solopos.

Navigate Site

  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2025 Radio Solopos.