• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Kanibalisme, Selain Seram, juga Gizi Minim

Redaksi by Redaksi
27 April 2017
in News
0
Kanibalisme, Selain Seram, juga Gizi Minim

SoloposFM- Praktik kanibalisme sebetulnya bukan sesuatu yang asing bagi manusia. Sejak beberapa juta tahun lalu bahkan hingga sekarang masih ada beberapa kelompok manusia di dunia ini yang melakukan kanibalisme. Namun bila dibandingkan dengan hewan di alam liar, manusia termasuk spesies yang sedikit melakukan kanibalisme. Apa alasannya? Berikut penjelasan dilansir dari berbagai sumber.

Menurut ahli sains dan broadcaster ABC Australia Dr Karl Kruszelnicki pertama tentu karena manusia memiliki akal berbeda dengan hewan. Pada awalnya kanibalisme ini muncul sebagai cara untuk bertahan ketika sumber makanan sedikit, namun semakin maju sebelum abad ke-20 kanibalisme ini lebih populer dalam bentuk menggunakan bagian tubuh tertentu sebagai bahan obat.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan praktik kanibalisme pun ikut surut sehingga semakin dianggap tabu untuk dilakukan. Hanya sedikit saja kelompok dalam masyarakat modern yang masih melakukannya sebagai contoh seperti ketika ibu mengonsumsi plasenta bayinya sendiri. Dari segi nutrisi Karl mengatakan daging manusia juga sebetulnya kurang baik. Bila dibandingkan dengan hewan buruan seperti mamut contohnya berpotensi dapat memberikan energi sekitar 3,5 juta kalori, kuda 200 ribu kalori, sementara manusia hanya sekitar 32 ribu kalori. Jadi untuk manusia modern seekor mamut bisa membuatnya hidup selama 1.700 hari, seekor kuda 96 hari, tetapi bila mengonsumsi manusia lain energi yang diberikan hanya untuk 15 hari.

 

[Nabila Ikrima]

Tags: kaloriGIZImanusiakanibalminimtabuakal

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Podcast Pustaka Berbicara: LKKS Hadir, Kenali, Pahami, dan Kolaborasi
  • 120 Tahun Kota Pekalongan: Momentum Bertahan, Berbenah, dan Berkelanjutan
  • Ada Keterbasan Anggaran hingga Bencana, Pemkot Pekalongan Fokus Pelayanan dan Inovasi
  • HUT ke-120, Pemkot Pekalongan Gelar Perayaan Sederhana dengan Kegiatan Sosial
  • Studi Tiru Dekranasda Badung Perkuat Sinergi Pengembangan Batik Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.