• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Keterbatasan Lahan menjadi Tantangan Jateng sebagai Lumbung Pangan Nasional

Abu Nadzib by Abu Nadzib
8 June 2025
in News
0
lumbung pangan nasional jateng

Ketua DPRD Jateng, Sumanto (Istimewa)

Radio Solopos – Keterbatasan lahan dinilai sebagai penyebab petani di Jawa Tengah kurang sejahtera.

Hal ini menjadi tantangan besar di tengah status Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional nomor dua setelah Jawa Timur.

Ketua DPRD Jateng Sumanto mengatakan, Jawa Tengah masih memiliki tantangan untuk mempertahankan status sebagai lumbung pangan nasional.

Tantangan tersebut salah satunya karena sebagian besar petani di Jateng memiliki luas sawah yang terbatas.

Kondisi tersebut mengakibatkan kesejahteraan mereka kurang terangkat.

Sumanto menegaskan, Jateng selama ini sudah dicanangkan sebagai lumbung pangan nasional.

Produksi beras Jateng menempati posisi nomor dua di Indonesia setelah Jatim.

Meski begitu, dari 3 juta petani yang ada di Jateng, hanya memiliki luas lahan di bawah 500 m2.

Kondisi tersebut berbeda dengan di Jabar dan Jatim di mana petaninya punya lahan yang lebih luas.

“Petani di Jawa Barat rata-rata luas lahannya di atas 500 m2. Ini menjadi tantangan. Kalau mau tetap jadi lumbung pangan nasional, harus ada hal baru untuk menangani masalah pertanian,” ujarnya belum lama ini.

Luas lahan pertanian yang sedikit tersebut, lanjutnya, juga menjadi salah satu penyebab angka kemiskinan ekstrem di Jateng masih tinggi.

“Karena luas lahan yang dimiliki hanya sedikit, petani belum bisa sejahtera. Ini yang harus diperhatikan,” kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar ini.

Sumanto menilai, sektor pertanian merupakan yang terpenting di Jawa Tengah. Sehingga, ia berharap lahan pertanian menjadi hal yang mestinya dijaga dengan baik.

Alih-alih menggunakan lahan pertanian yang subur, Sumanto menyebut lahan kritis bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.

“Yang lahan kritis itu buatkan infrastruktur untuk pertanian, untuk perumahan, dan industri. Itu contoh. Kalau lahan subur nanti akan meningkatkan pangan kita bersama,” tandas Sumanto.

Menurutnya, saat ini Pemprov dan DPRD Jawa Tengah sudah menetapkan program jangka panjang untuk mempertahankan posisi lumbung pangan nasional.

“Inovasi sektor pertanian perlu terus didorong. Jawa Tengah sudah punya Perda tentang potensi jangka panjang ke depan sebagai penyangga pangan nasional,” ujar Sumanto.

Menurutnya, dengan adanya Perda tersebut, pemerintah daerah termasuk Pemkab/Pemkot perlu memfokuskan anggarannya.

Di antaranya dengan memperbaiki infrastruktur pertanian, dan menetapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk menahan alih fungsi lahan.

Ia menambahkan, dalam Perda tersebut, luasan lahan hijau ditambah dari kisaran 900.000 hektare menjadi lebih dari 1 juta hektare.

Sumanto berharap kondisi tersebut menjadi gambaran bagi Pemprov untuk mempertahankan posisi sebagai lumbung pangan nasional.

Ia optimistis jika hal tersebut ditangani secara serius, maka angka kemiskinan bisa menurun. (*)

Tags: dprd jatenglumbung panganpertanian jateng

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan
  • Ketersediaan Aspal dan Cuaca Jadi Tantangan, Wali Kota Pekalongan: Perbaikan Jalan Terus!
  • Lomba Mancing “Wali Kota Cup II” Dongkrak Potensi Wisata Pantai Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.