• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Lakon Wayang Bisa jadi Tuntunan, Kresna Duta Ajarkan Keberanian sekaligus Kebijaksanaan

Adv

Abu Nadzib by Abu Nadzib
21 November 2025
in News
0
Wow, 23 Dalang Karanganyar Gotong Royong Pentaskan Wayang Kulit 30 Jam Nonstop

Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto (Istimewa)

Radio Solopos, KARANGANYAR – Ketua DPRD Jateng Sumanto menggelar pentas wayang kulit dengan lakon Kresna Duta di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.

Lakon tersebut mengandung pesan moral bahwa diplomasi atau perundingan harus dikedepankan dalam menyelesaikan konflik.

Pagelaran wayang kulit itu berlangsung di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Dua dalang yaitu, Ki Daliyun Darjo Martono, dan Ki Fajri Nur Salim tampil sebagai pembawa lakon.

Kresna Duta menceritakan perjalanan Prabu Kresna yang diutus sebagai duta oleh Pandawa untuk meminta kembali hak mereka berupa Kerajaan Ngastina kepada Kurawa.

Namun misi perdamaian tersebut gagal karena Duryudana menolak dan malah berusaha membunuh Kresna.

Kresna kemudian menunjukkan kesaktiannya dengan berubah menjadi raksasa yang sangat besar dan menakutkan untuk menunjukkan amarahnya atas sikap Kurawa.

Sumanto mengatakan, ia menggelar pentas wayang kulit setiap selapan dina atau 35 hari untuk menjaga tradisi dan warisan budaya.

Pentas tersebut sekaligus memberi ruang ke para dalang Kabupaten Karanganyar untuk tampil.

“Kali ini ceritanya tentang Kresna yang menjadi utusan Pandawa untuk menyampaikan secara baik-baik kepada Kurawa untuk membagi tanah Kerajaan Ngastina. Namun karena Kurawa menolak, terjadilah Perang Bharatayuda yang membuat 100 ksatria Kurawa habis dan Pandawa menguasai tanah dari Bapaknya,” ungkap Sumanto.

Sumanto mengungkapkan, Lakon Kresna Duta meskipun terlihat sederhana, tetapi sarat dengan nilai-nilai filosofis yang dalam dan relevan dengan kehidupan saat ini.

Yaitu Kresna tak langsung memilih jalan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Namun Kresna mengedepankan negosiasi atau lobi-lobi meskipun Kurawa merampas hak Pandawa atas tanahnya secara tidak adil.

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto adalah tokoh yang sangat peduli dengan pertunjukan wayang kulit. (Istimewa)

“Pesan moralnya, negosiasi perlu dilakukan dulu sebelum terjadi hal yang merugikan. Meski Kresna datang untuk berdamai, ia tetap sadar bahwa perang mungkin terjadi. Kresna memberi batas jelas, jika diplomasi gagal, pembelaan diri harus dilakukan untuk menegakkan kebenaran,” kata Sumanto.

Sumanto mengajak masyarakat meneladani nilai-nilai positif yang terkandung dalam lakon wayang kulit.

Menurutnya, pentas wayang kulit tak sekedar menjadi tontonan tapi juga tuntunan.

Ada banyak nilai baik yang diajarkan oleh tokoh-tokoh pewayangan yaitu keberanian, keadilan, kesetiaan, kebijaksanaan, dan kehati-hatian untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kisah-kisah tersebut berasal dari kisah Mahabharata dan Ramayana. Menampilkan pertarungan antara kebaikan melawan kejahatan, serta mengajarkan pentingnya menjaga moralitas dan perilaku yang luhur. Semoga pementasan ini memberikan pelajaran bagi kehidupan,” ungkap politikus PDIP tersebut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Suruh, Aan Andrianto mengapresiasi langkah Sumanto yang rutin menggelar pentas wayang kulit di Kabupaten Karanganyar.

Menurutnya hal tersebut menjadi bukti nyata upaya pelestarian kesenian tradisional.

“Kebetulan disini kalau ada jadwal wayang warga ikut getok tular dan menonton. Pada zaman digital ini wayang kulit tak boleh dilupakan. Terima kasih pada Pak Manto yang telah memberikan tontonan dan hiburan ke warga Suruh,” ujarnya. (Adv/*)

Tags: pentas wayang kulitsumantoketua dprd jatengkresna dutawayang tuntunan

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan
  • Ketersediaan Aspal dan Cuaca Jadi Tantangan, Wali Kota Pekalongan: Perbaikan Jalan Terus!
  • Lomba Mancing “Wali Kota Cup II” Dongkrak Potensi Wisata Pantai Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.