• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Lokasi Rawan Kecelakaan dan Macet di Tol Soker

Redaksi by Redaksi
8 June 2017
in News
0
Lokasi Rawan Kecelakaan dan Macet di Tol Soker

SoloposFM–Pemudik harus waspada terhadap lokasi rawan kecelakaan dan kemcetan saat melintasi tol Solo-Kertosono (Soker). Sejumlah lokasi rawan kecelakaan berada di perbatasan dengan perlintasan sebidang atau jalan tol yang bersinggungan dengan jalan perkampungan. Dikutip dari Solopos.com, warga mengakses perlintasan sebidang atau penggal jalan untuk menyeberang dari satu kampung ke kampung lainnya.

Kondisi itu berbahaya bagi pemudik yang belum menguasai medan. Pelaksana pembangunan tol, PT Solo Ngawi Jaya (SNJ), akan bekerja sama dengan kepolisian, Dinas Perhubungan sejumlah kabupaten yang dilewati jalan tol, dan petugas perlindungan masyarakat (linmas). Mereka akan menjaga perlintasan sebidang saat warga hendak melintas.
Selain perlintasan sebidang, pemudik juga mesti mewaspadai kondisi jalan tol yang belum rampung di sejumlah lokasi. Beberapa bidang jalan memiliki ketinggian berbeda. Pemudik juga harus berpindah lajur pada beberapa lokasi karena sejumlah ruas jalan tol belum rampung.
PT SNJ mengambil solusi memasang rambu lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang mengharuskan pemudik berpindah lajur. “Pemasangan rambu kami mulai pekan ini. H-10 itu selesai. Tanggung jawab kami 65 kilometer. Ada juga perlintasan sebidang tol. Perlintasan sebidang ini banyak. Masyarakat masih menggunakan itu karena overpass belum selesai. Perlu dijaga linmas, pemasangan rambu-rambu peringatan,” kata General Manager Teknik PT SNJ, Aryo Gunanto, seperti yang dilansir oleh Solopos.com (8/6/2017).

Sejumlah pihak dari Dinas Perhubungan Solo, Karanganyar, dan Boyolali mempertanyakan potensi kemacetan di pintu masuk dan keluar tol Ngasem, Boyolali dan Klodran, Colomadu. Aryo menyampaikan sesuai kesepakatan, pintu tol Ngasem, Boyolali, untuk masuk pemudik dari Semarang dan Boyolali. Sedangkan pintu tol Klodran, Colomadu, untuk pemudik dari arah DIY.

“Kami tempatkan pos di Klodran dan Ngasem. Nanti akan diatur penempatan petugas satlantas, dishub, dan PT SNJ. Total petugas gabungan masih dibahas. Arahan Kapolres Karanganyar, personel gabungan Boyolali, Karanganyar, dan Sukoharjo dari polisi maupun dinas terkait,” jelas dia.

Aryo mengingatkan pemudik hanya boleh melintas di tol Solo-Kertosono mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Selebihnya, pemudik dilarang melintas. Pertimbangan utama adalah fakto keamanan pemudik.

PT SNJ akan menjalankan mobil patroli untuk menyisir pemudik mulai pukul 17.00 WIB. Sementara itu, Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, mengusulkan nama pintu masuk tol Solo-Kertosono dari Ngasem, Boyolali, yaitu Karsuli atau Karanganyar, Sukoharjo, dan Boyolali. Selain itu, di pintu tol Ngasem harus ditempatkan pos terpadu.

“Idealnya pos terpadu diisi personel dari Polres Karanganyar, Sukoharjo, dan Boyolali. Termasuk Dishub dari tiga kabupaten itu. Pertimbangan utama adalah koordinasi tiga wilayah untuk menjamin keamanan dan kelancaran lalu lintas,” tutur Kapolres.

Mantan Kasatlantas Polresta Solo itu berharap seluruh pihak tidak mengedepankan egoisme wilayah saat membahas operasional tol Solo-Kertosono. Dikutip dari Solopos.com, sejumlah pihak sempat berdebat saat membicarakan potensi kemacetan.

“Harapan kami staf Polda menjadi kepala pos terpadu dan wasit untuk efektivitas koordinasi antarwilayah. Potensi kemacetan dan kepadatan di kawasan pintu masuk tol Ngasem maupun Klodran saat arus mudik dan balik pasti terjadi. Nah untuk mengatasi atau mengantisipasi itu, perlu koordinasi dan komunikasi intensif antarwilayah dan tidak berpikir parsial.”

 [Dhi Ajeng Ayu Putri]
Tags: lalu lintaskecelakaanmudikkemacetanTol

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.