• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Menanam Padi Susah Cuan, Petani Disarankan Perbanyak Menanam Sayuran Organik

Adv

Abu Nadzib by Abu Nadzib
5 December 2025
in News
0
sayuran organik ketua dprd jateng sumanto

Ketua DPRD Jateng Sumanto dalam acara Temu Tani di Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Istimewa)

Radio Solopos, KARANGANYAR – Ketua DPRD Jateng Sumanto mendorong para petani untuk menanam sayuran organik bernilai tinggi.

Ini sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan mengingat panen padi tidak lagi bisa diharapkan sebagai pendapatan utama.

Menurut Sumanto, diversifikasi tanaman dengan beralih atau menambah komoditas sayur mayur bisa menjadi alternatif petani.

Hal tersebut dikatakan Sumanto dalam acara Temu Tani di Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.

Silaturahmi tersebut diikuti ratusan petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) desa setempat.

Menurut Sumanto, ketergantungan petani pada pola tanam padi secara konvensional membuat pendapatan mereka sulit meningkat.

Dengan memanfaatkan lahan yang sama, hasil panen sayuran tertentu mampu memberikan nilai jual yang lebih tinggi dalam waktu lebih singkat.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mencontohkan, jika petani memiliki lahan sekitar 1.000 meter persegi, bisa disisakan sekitar 30 meter persegi untuk ditanami sayur mayur.

Ketua DPRD Jateng Sumanto dalam acara Temu Tani di Desa Dawung, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. (Istimewa)

“Kalau punya tegalan 1.000 meter persegi, bisa dipaculi sendiri 30 meter, ditanami bayam atau kangkung. Nanti kira-kira setelah 30 hari bisa panen sayur setiap hari,” ujarnya.

Sumanto memperkirakan, dengan menanam sayuran, petani bisa menambah penghasilan hingga Rp5 juta karena harga sayur sedang tinggi dan banyak dicari.

Bertani sayur juga akan lebih efisien jika digarap sendiri tanpa membayar buruh tani. Terlebih jika memanfaatkan kotoran hewan sebagai pupuk kandang.

“Dengan memanfaatkan lahan sedikit saja, hasilnya akan lebih banyak. Jangan terus maunya hanya menanam padi terus,” imbuhnya.

Menurutnya, sayuran memiliki harga stabil dan sedang diminati pasar.

Jika petani menanam sayuran dan bisa dipanen dalam 30–35 hari, perputaran modal menjadi lebih cepat dibandingkan menanam padi yang membutuhkan waktu 3 hingga 4 bulan.

Sumanto mendorong petani agar penghasilannya meningkat dan memiliki tabungan untuk masa depan. Terlebih saat ini harga gabah sudah meningkat hingga menjadi Rp7.000 per kilogram.

Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, Prasetyo Ady Saputra mengajak para petani semakin bersemangat menggarap sawahnya.

Terlebih saat ini harga beras sudah relatif tinggi dan harga pupuk lebih stabil serta tak lagi langka. Pihaknya selaku wakil rakyat siap membantu kebutuhan petani.

“Ayo semangat terus bertani. Kalau bukan panjenengan yang meneruskan bertani lalu siapa lagi? Saya berdoa agar semua petani menjadi makmur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Dawung, Suyadi mengapresiasi langkah Sumanto yang selama ini konsisten membantu para petani.

Ia berharap para petani mampu lebih inovatif untuk meningkatkan penghasilannya.

“Para petani di Desa Dawung ini tergabung dalam Gapoktan Karya Tani. Sekarang ini bertani hasilnya lumayan, pupuk juga sudah gampang dicari dan harganya stabil,” katanya. (ADV/*)

Tags: padisumantoketua dprd jatengsayuran organik

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan
  • Ketersediaan Aspal dan Cuaca Jadi Tantangan, Wali Kota Pekalongan: Perbaikan Jalan Terus!
  • Lomba Mancing “Wali Kota Cup II” Dongkrak Potensi Wisata Pantai Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.