Radio Solopos, KARANGANYAR – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, mendorong para petani untuk tidak lagi mengandalkan satu sumber pendapatan demi memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Hal tersebut disampaikannya saat menggelar acara Temu Tani di Kabupaten Karanganyar, baru-baru ini.
Menurutnya, kebutuhan rumah tangga yang kian beragam serta kenaikan harga bahan pokok menuntut petani memiliki strategi finansial yang terencana.
Petani diharapkan mulai membagi arus kas keluarga ke dalam tiga pilar utama, yaitu active income, side income, dan passive income.

Strategi Tiga Pilar Finansial
Pendapatan aktif (active income) dari hasil bertani tetap menjadi fondasi utama untuk mencukupi kebutuhan pokok, pendidikan, dan kesehatan.
Namun, untuk memperkuat arus kas harian, Sumanto mengajak petani mencari pendapatan sampingan (side income) tanpa meninggalkan pekerjaan utama di sawah.
“Jangan merasa kalau kita petani, penghasilannya cuma dari sawah. Ada banyak aktivitas ekonomi yang bisa dilakukan di sela-sela pekerjaan utama,” tegasnya.
Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan jaringan sosial untuk menjadi perantara atau makelar dalam transaksi jual beli komoditas lokal.
Pemasukan tambahan ini dapat dimanfaatkan untuk menutupi kebutuhan belanja harian.
Langkah ini membuat pendapatan utama dari hasil panen bisa utuh disisihkan sebagai tabungan.
Optimalisasi Pekarangan dan Aset
Sebagai bentuk pendapatan pasif (passive income) yang berkelanjutan, Sumanto mendorong optimalisasi lahan kosong di sekitar pekarangan rumah.
Lahan terabaikan tersebut dapat ditanami sayur-mayur atau dimanfaatkan untuk budidaya ternak skala kecil seperti ayam kampung.
“Jika ada lahan kosong di pekarangan, jangan dibiarkan menganggur. Manfaatkan untuk menanam sayur atau beternak. Tidak perlu langsung besar, yang penting mulai dulu dan dikelola secara konsisten,” jelasnya.
Hasil dari pekarangan tidak hanya menekan pengeluaran dapur, tetapi juga dapat dijual ke pasar atau warung terdekat untuk diputar kembali menjadi modal usaha.
Pada akhirnya, kunci kesejahteraan petani tidak hanya terletak pada besarnya penghasilan, melainkan pada kedisiplinan mengelola potensi lokal secara konsisten.
Sumanto berharap masyarakat pedesaan makin jeli memanfaatkan potensi lokal seperti pekarangan, tenaga, dan jaringan untuk menambah penghasilan.
Ia juga berharap tambahan pendapatan tersebut tidak habis untuk konsumsi, melainkan disisihkan sebagai tabungan atau diputar kembali sebagai modal usaha.
