• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

RUANG UMKM: Rengginang Super Chandra Dewi Bertahan 19 Tahun Lewat Inovasi dan Tangguh Menghadapi Masalah

Abu Nadzib by Abu Nadzib
19 February 2026
in News
0
RUANG UMKM: Rengginang Super Chandra Dewi Bertahan 19 Tahun Lewat Inovasi dan Tangguh Menghadapi Masalah

Pemilik usaha Rengginang Chandra Dewi, Yuda Anugerah, memulai usahanya sejak tahun 2007. (Radio Solopos)

Radio Solopos, SOLO — Usaha mikro kecil menengah (UMKM) Rengginang Super Chandra Dewi mampu bertahan dan berkembang selama hampir dua dekade dengan mengandalkan inovasi produk serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai tantangan usaha.

UMKM ini dimiliki oleh Yuda Anugerah, yang mulai memproduksi rengginang sejak tahun 2007.

Yuda menjelaskan, usaha tersebut berawal dari produksi emping skala kecil yang dilakukan keluarga.

Atas saran sang ibu mertua, keluarga kemudian mulai mengembangkan rengginang berbahan dasar beras ketan.

Merek Chandra Dewi sendiri awalnya dikenal sebagai merek emping sebelum akhirnya berkembang menjadi berbagai produk, salah satunya rengginang super.

Dalam perjalanannya, Rengginang Super Chandra Dewi terus melakukan inovasi.

Pemilik usaha Rengginang Chandra Dewi, Yuda Anugerah, berfoto bersama penyiar Radio Solopos, Noer Atmaja. (Radio Solopos)

Tidak hanya memproduksi rengginang bentuk bulat konvensional, tetapi juga menghadirkan varian ukuran kecil, bentuk koin, hingga rengginang matang siap santap.

Inovasi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan harga, kebutuhan pasar, serta memperluas segmen konsumen.

“Setiap masalah justru melahirkan solusi. Ketika stok menumpuk, kami buat ukuran kecil. Saat distribusi lambat, kami jual matang. Ketika kemasan bermasalah, kami ganti desain yang lebih praktis,” ujar Yuda dalam program “Ruang UMKM” di Radio Solopos, Rabu (18/2/2026).

Saat ini, produk Rengginang Super Chandra Dewi telah dipasarkan di berbagai toko oleh-oleh di Solo dan sekitarnya, dengan harga eceran berkisar puluhan ribu rupiah per kemasan.

Selain pasar tradisional dan toko oleh-oleh, penjualan juga dilakukan secara langsung ke konsumen serta melalui pemesanan daring, terutama untuk pembelian dalam jumlah besar.

Dari sisi bahan baku, Yuda menegaskan seluruh produk rengginang dibuat dari beras ketan murni tanpa campuran nasi, yang menjadi pembeda utama dengan produk sejenis.

Hingga kini, Rengginang Super Chandra Dewi memiliki empat varian rasa, yakni original asin, manis, terasi, dan varian pedas yang diluncurkan tahun ini dan telah masuk jaringan supermarket.

Dalam satu bulan, kapasitas produksi Rengginang Super Chandra Dewi dapat mencapai 1,1 ton, terutama pada periode permintaan tinggi seperti menjelang hari raya.

Meski demikian, Yuda mengakui tantangan UMKM tidak pernah berhenti, mulai dari keterbatasan modal hingga tenaga kerja.

“UMKM itu seninya di masalah. Tahun ini modal ada, bahan baku ada, tapi tenaga kerja kurang. Semua harus diantisipasi,” katanya.

Tags: radio soloposruang umkmrengginangrengginang solocandra dewi

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Ponpes di Pekalongan Didorong Miliki SOP Pencegahan Kekerasan Seksual
  • Pemkot Pekalongan Siapkan Revitalisasi Drainase untuk Maksimalkan Kinerja Pompa Sipucung
  • TP PKK Pekalongan Dorong Literasi Keuangan Keluarga untuk Cegah Jerat Pinjol dan Judi Online
  • Di Tengah Bencana dan Kebakaran Setda, Pekalongan Tetap Raih Opini WTP
  • Jurnalis Senior Arif Budisusilo: Tantangan Ekonomi Saat Ini Bukan Krisis Melainkan Defisit Kepercayaan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.