• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Rutin Pentaskan Wayang Kulit, Ketua DPRD Jateng Sumanto Digelari Satriya Pelestari Budaya Ringgit Purwa

Mazaya Zahrah

Abu Nadzib by Abu Nadzib
7 April 2026
in News
0
Rutin Pentaskan Wayang Kulit, Ketua DPRD Jateng Sumanto Digelari Satriya Pelestari Budaya Ringgit Purwa

Rutin pentaskan wayang kulit setiap selapan (35 hari), Sumanto menerima gelar kehormatan "Satriyo Pelestari Budaya Ringgit Purwo" dari Paguyuban Dalang Karanganyar.

Radio Solopos, KARANGANYAR – Ketua DPRD Jateng Sumanto mendapatkan gelar kehormatan sebagai “Satriya Pelestari Budaya Ringgit Purwa” dari Paguyuban Dalang Karanganyar.

Gelar tersebut diberikan atas dedikasi Sumanto dalam nguri-uri budaya Jawa, khususnya wayang kulit.

Penghargaan diberikan oleh Ketua Paguyuban Dalang Karanganyar, Ki Sulardiyanto Pringgo Carito saat Pagelaran Wayang Kulit yang Sumanto gelar di kediamannya, di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.

Ki Sulardiyanto Pringgo Carito mengatakan, penghargaan sebagai wujud apresiasi para dalang atas konsistensi Sumanto dalam menjaga kelestarian kesenian tradisional.

Menurutnya, mantan Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar tersebut selama ini rutin menggelar pentas wayang kulit setiap 35 hari sekali (selapan).

“Beliau ini bukan sekadar pejabat yang menonton, tapi sosok satriya yang mengayomi. Pak Manto ini konsisten mengadakan pagelaran wayang kulit setiap selapan. Ini menjadi bukti nyata bahwa beliau memegang teguh jati diri bangsa,” ujar Ki Sulardiyanto.

Pagelaran wayang kulit tersebut mengambil lakon Sadewa Kridha Brata dengan Dalang Ki Aang Wiyatmoko dan Ki Isna Indra Prasetyo.

Lakon tersebut menggambarkan keteguhan hati, pengorbanan, dan kesucian batin. Tokoh utamanya adalah Sadewa, putra bungsu dari Pandawa.

Ujian Spiritual

Cerita berpusat pada ujian spiritual yang harus dijalani Sadewa melalui sebuah laku tapa brata demi menyelamatkan dunia dari kekuatan jahat.

Cerita berawal saat Dewi Durga yang merupakan manifestasi dari Batari Durga mengalami kutukan akibat kesalahan di kahyangan.

Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto (Istimewa)

Ia berubah menjadi sosok menyeramkan yang bersemayam di hutan angker dan menuntut korban manusia.

Untuk melepaskan kutukan tersebut, diperlukan seorang manusia suci yang bersedia menjalani pengorbanan besar.

Pilihan jatuh kepada Sadewa karena ia memiliki hati yang bersih, jujur, dan teguh dalam dharma.

Rela Begadang

Pentas wayang kulit yang rutin Sumanto gelar tersebut selalu mendapat sambutan antusias masyarakat sekitar.

Mereka rela begadang untuk menonton wayang semalam suntuk.

Ketua DPRD Jateng Sumanto mengapresiasi pemberian gelar “Satriyo Pelestari Budaya Ringgit Purwo” dari Paguyuban Dalang Karanganyar tersebut.

Menurutnya, gelar tersebut akan membuatnya semakin bersemangat dalam upaya pelestarian budaya tradisional.

Sumanto mengatakan, pentas wayang kulit tak sekedar tontonan, tetapi juga berisi tuntunan bagi kehidupan manusia.

Para tokoh dalam pewayangan juga mewakili berbagai karakter manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Pentas wayang rutin tersebut juga menjadi wadah bagi para dalang untuk menunjukkan eksistensinya dalam nguri-uri budaya.

“Kegiatan ini akan kami adakan terus, biar para dalang yang belum begitu laku ditanggap jadi laku semua. Kan harus terus latihan agar kemampuan mendalang meningkat,” ujar Sumanto.

Menurut Politisi PDI Perjuangan tersebut, Pagelaran Wayang Kulit bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi upaya menghidupi warisan budaya yang mulai terhimpit era digital.

Bagi Sumanto, para dalang dan seniman merupakan penjaga moral bangsa yang harus mendapat dukungan penuh. Pihaknya siap terus mendukung upaya pelestarian kesenian tradisional. (NA/*)

Tags: karanganyarbudayawayang kulitsumantopelestarian budaya

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan
  • Ketersediaan Aspal dan Cuaca Jadi Tantangan, Wali Kota Pekalongan: Perbaikan Jalan Terus!
  • Lomba Mancing “Wali Kota Cup II” Dongkrak Potensi Wisata Pantai Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.