Radio Solopos, SOLO — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Solo terus berinovasi mengolah minuman tradisional berbahan rempah agar lebih praktis dan tahan lama.
Salah satunya dilakukan Dinar Kusumo melalui usaha Wedang Empon-Empon Barokah yang memproduksi minuman rempah dalam bentuk kering.
Pemilik Wedang Empon-Empon Barokah, Dinar Kusumo, mengatakan usaha tersebut mulai dirintis pada 2019, tepat saat masa pandemi Covid-19.
Awalnya, minuman empon-empon sering dibuat secara tradisional oleh ibunya untuk menjaga kesehatan keluarga.
“Awalnya ibu sering membuat wedang empon-empon saat pandemi. Dari situ saya berpikir bagaimana kalau dibuat versi kering supaya lebih awet dan bisa dijadikan oleh-oleh,” ujarnya dalam talkshow Selasar UMKM di Radio Solopos, Jumat (6/3/2026) lalu.
Sejak saat itu, ia mulai mengembangkan berbagai varian minuman rempah kering.
Saat ini usaha tersebut memiliki sekitar 10 produk, antara lain teh racikan, wedang empon-empon, wedang uwoh, jahe rempah, telang, secang protok, lemon tea, lemon grass, kopi rempah, dan rosela.
Dinar mengungkapkan dari berbagai produk yang dipasarkan, wedang uwuh dan teh racikan menjadi produk yang paling diminati konsumen.
Menurutnya, masyarakat lebih familiar dengan wedang uwuh karena rasanya manis dan hangat dibandingkan empon-empon yang cenderung pahit seperti jamu.
“Kalau empon-empon rasanya lebih kuat karena ada temulawak dan kunyit. Sedangkan wedang uwuh rasanya manis dan hangat sehingga lebih mudah diterima banyak orang,” katanya.
Ia menjelaskan bahan baku minuman tersebut berasal dari rempah-rempah alami seperti jahe, secang, kapulaga, cengkeh, hingga daun jeruk.
Seluruh bahan diproses secara mandiri mulai dari pencucian hingga pengeringan menggunakan sinar matahari.
Proses pengeringan bahan rempah membutuhkan waktu sekitar dua pekan agar menghasilkan kualitas yang baik. Metode pengeringan alami dipilih karena dinilai mampu menjaga aroma dan rasa rempah.
“Kalau pakai oven sebenarnya bisa, tetapi hasilnya tidak sebagus pengeringan alami menggunakan sinar matahari,” jelasnya.
Produk Wedang Empon-Empon Barokah dipasarkan melalui berbagai toko oleh-oleh di wilayah Solo Raya dan Yogyakarta, serta melalui penjualan online di shopee yaitu Dinar Kusuma Putri 3.
Bahkan, produk tersebut juga pernah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
“Sudah pernah dikirim sampai Papua dan pernah juga ke Singapura,” katanya.
Harga setiap produk dipasarkan sekitar Rp30.000 per kemasan. Satu kemasan dapat diseduh hingga tiga kali sehingga dinilai cukup ekonomis bagi konsumen.
Dinar menambahkan minuman rempah tradisional masih memiliki pasar yang cukup besar, terutama bagi konsumen yang ingin menjaga kesehatan dengan bahan alami.
Ia pun berharap produk UMKM berbasis rempah lokal dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas sebagai oleh-oleh khas Solo.
