• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Seorang remaja tewas setelah dicium kekasihnya

Marketing by Marketing
29 August 2016
in News
0
Seorang remaja tewas setelah dicium kekasihnya

SoloposFM—Ada benarnya apabila dikatakan bahwa segala sesuatu itu tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Seorang remaja dilaporkan tewas akibat stroke setelah mendapat love bite atau ‘gigitan cinta’ dari kekasihnya.

Remaja bernama Julio Macias Gonzalez itu mulai mengalami kejang saat makan malam bersama keluarganya setelah sebelumnya menghabiskan sore dengan kekasihnya.

Tim paramedis pun langsung dikirim ke tempat kejadian, namun remaja berusia 17 tahun tersebut tak bisa diselamatkan.

Diduga isapan dari ‘gigitan cinta’ atau dikenal dengan cupang, menyebabkan gumpalan darah sehingga aliran menuju otaknya terhambat dan menyebabkan stroke. Demikian seperti dikutip Liputan6 dari Mirror, Senin (29/8/2016).

Kekasih Julio yang berusia 24 tahun, kini tak diketahui keberadaannya. Sementara itu orangtua Julio menyalahkan perempuan itu atas kematian anaknya.

Namun kejadian serupa tak hanya terjadi pada Julio. Pada 2014, seorang perempuan berusia 44 tahun separuh tubuhnya mengalami kelumpuhan akibat stroke yang disebabkan oleh ‘gigitan cinta’. Lengan kirinya tak dapat digerakkan sehingga menyebabkannya harus dibawa ke rumah sakit.

Awalnya dokter yang memeriksa perempuan asal Selandia Baru itu tak dapat menemukan penyebab kelumpuhan, hingga akhirnya ia melihat memar di leher sebelah kanan yang diakibatkan rusaknya pembuluh arteri.

Isapan tersebut menyebabkan pembekuan yang menghambat aliran darah ke jantung perempuan tersebut.
“Setahuku, ini merupakan pertama kalinya seseorang dirawat di rumah sakit akibat cupang,” ujar dokter yang menangani kasus perempuan itu, Teddy Wu.

Wanita tersebut kemudian diberi obat anti penggumpalan darah dan gumpalan darahnya dapat seluruhnya hilang dalam waktu seminggu.

Tags: strokeremaja

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal
  • Samsat Sukoharjo Perkuat Sinergi Layanan dan Genjot Kepatuhan, Targetkan 80% Warga Taat Pajak 
  • Wakil Wali Kota Pekalongan Ajak ASN Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi
  • LCCM 2026 Solo Hadir dengan Sistem Baru, Tekankan Uji Mental dan Kecepatan Siswa
  • 49 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota Pekalongan: Kinerja Harus Bagus!

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.