• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Siaga Banjir Jawa, Mayoritas Pendengar Solopos FM Tidak Siap Mitigasi Bencana

Redaksi by Redaksi
10 February 2021
in News
0
banjir jawa

SoloposFM, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi terjadinya banjir di sejumlah wilayah Pulau Jawa kecuali DI Yogyakarta. Berdasarkan data dari BMKG, lima provinsi yang berstatus siaga banjir yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

 

BMKG menyebut salah satu pemicu banjir adalah cuaca ekstrem disertai fenomena cuaca lainnya seperti La Nina hingga pengaruh dari angin monsun dingin Asia.

 

“Pulau Jawa siaga banjir. Kecuali Yogyakarta, seluruh provinsi di Pulau Jawa siaga banjir,” demikian informasi yang disampaikan melalui akun instagram @infobmkg, Senin (8/2).

 

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan potensi banjir terjadi akibat cuaca ekstrem yang puncaknya diprediksi terjadi pada Januari-Februari 2021. Selain itu, kondisi La Nina dengan level yang masih moderate di pasifik ekuator menurutnya dapat mempengaruhi peningkatan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

 

Namun demikian, ia menegaskan cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi hanyalah pemicu banjir. Sementara masih ada penyebab lainnya seperti pengaruh topografi dan kondisi lingkungan.

 

Dwikorita sekaligus menjelaskan bahwa peringatan siaga yang dikeluarkan BMKG bermaksud untuk memberikan alarm terhadap pemerintah daerah untuk segera mengatur pola mitigasi untuk menyelamatkan warga di wilayah yang bakal terdampak.

 

Baca juga : Mayoritas Pendengar Solopos FM Tidak Paham Aturan PPKM Mikro Yang Berlaku Hari Ini

 

 

Kondisi Soloraya

 

Iis Widya Harmoko, Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Semarang, dalam Dinamika 103 edisi Rabu (10/02/2021), memprediksi curah hujan tinggi akan berlangsung selama Februari ini.

 

“Mei kemungkinan baru menurun. Sepanjang Februari akan ekstrim,” ungkapnya.

 

Iis juga mengatakan sejumlah gangguan akan menambah kondisi ekstrim, seperti angin siklon. Hal ini terjadi karena saat ini matahari sedang bergerak menuju utara.

 

“Suhu udara akan lebih rendah karena matahari beregser. Angin akan bergerak ke tekanan lebih rendah membawa uap air dan juga awan. Dengan adanya pembelokan angin akan ada penumpukan awan yang berpotensi hujan.

 

Iis meminta seluruh pihak untuk mulai waspada terhadap cuaca ekstrem yang mampu melahirkan hujan baik ringan, sedang, maupun lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang.

 

“Bencana yang diantisipasi yaituhidrometrologi akibat aktivitas atmosfer. Cuaca ekstrim petir angin kencang, angin puting beliung hujan es dll. Secara umum Jateng periode musim hujan Oktober sampai Maret. Namun kondisi akan sangat basah karena efek La nina. Peralihan menuju kemarau pada April-Mei, masih dalam periode musim hujan.

April pancaroba sehingga potensi cuaca ekstrim akan meningkat,” jelas Iis.

 

Iis menghimbau masyarkat untuk memperhatikan perubahan cuaca.

 

“Jika tiba-tiba panas jadi dingin, lalu ada hembuasan angin kencang. Itu salah satu pertanda akan terjadi perubahan cuaca ekstrim. Maka, persiapkan lingkungan dan keluarga dengan baik,” pungkasnya.

 

Opini Pendengar Solopos FM

 

Sementara itu, dalam program Dinamika 103 edisi Rabu (10/02/2021), sebagian besar mengaku belum siap dengan mitigasi bencana. Sebanyak 71% pendengar mengaku belum siap mengantisipasi bencana, sedangkan 29% sisanya mengaku sudah punya mitigasi bencana.

 

Berikut sejumlah opini mereka :

 

“Kalau bicara banjir di musim hujan sudah biasa. Utamanya di daerah-daerah dataran rendah yang dekat dengan sungai, pasti akan selalu alami banjir/genangan air yang luar biasa. Masalahnya, kenapa hal tersebut tidak dapat di tanggulangi di setiap musim hujan?” ungkap Sriyatmo

 

“Tidak punya persiapan. Lokasi rumah saya jauh dari sungai. Mungkin kala terjadi angin kencang, saya menjauhi rimbun pepohonan,” ungkap Adi.

 

“Kebetulan di tempat tinggal saya bukan daerah banjir, meskipun begitu saya tetap waspada dan rutin bila menjelang musim hujan selalu memangkas pohon yang sudah menjulang tinggi dan membersihkan talang serta lubang saluran agar air lancer,” tulis Priyanto.

 

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Tags: bencanabanjir jawa

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal
  • Samsat Sukoharjo Perkuat Sinergi Layanan dan Genjot Kepatuhan, Targetkan 80% Warga Taat Pajak 
  • Wakil Wali Kota Pekalongan Ajak ASN Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi
  • LCCM 2026 Solo Hadir dengan Sistem Baru, Tekankan Uji Mental dan Kecepatan Siswa
  • 49 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota Pekalongan: Kinerja Harus Bagus!

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.