Radio Solopos, SOLO — Sekitar 30 orang pengelola di Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin (YPIA) mengikuti pelatihan akuntansi yang pandu tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Swasta Mandiri Surakarta, Selasa-Rabu (28-29/10/2025).
Para peserta pelatihan terdiri atas kepala sekolah, bendahara, staf administrasi keuangan serta pengelola lembaga pendidikan di bawah YPIA. Mereka mendapatkan pelatihan dari dua mentor dari STIE Swasta Mandiri Surakarta masing-masing Dzikriya Sykriyana dan Tulus Prijanto di ruang pertemuan milik YPIA.
“Ini bentuk komitmen kami dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan tersebut diwujudkan dalam bentuk Pelatihan Akuntansi: Penyusunan Laporan Keuangan untuk Lembaga Pendidikan di bawah YPIA,” ujar Dzikriya Sykriyana yang juga menjabat sebagai Ketua STIE Swasta Mandiri Surakarta, seperti dikutip dari rilisnya, Kamis (30/10/2025).
Dzikriya menambahkan, pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelola lembaga pendidikan Islam dalam memahami dan menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi dan peraturan yang berlaku.
Kegiatan ini, kata dia, merupakan bentuk nyata kontribusi kampus dalam mendukung tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel di lingkungan lembaga pendidikan.
“Belajar akuntansi bukan hanya untuk tujuan menjadi akuntan. Umumnya bisnis dan organisasi yang sukses adalah mereka yang memahami angka. Sehingga harus bisa menyajikan, menganalisis, dan menginterpretasikan angka dalam setiap pengambilan keputusan. Dengan demikian organisasi dapat mengelola setiap risiko dan mengambil peluang dengan baik,” imbuh Dzikriya.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan memperoleh pengetahuan praktis tentang penyusunan laporan keuangan, inventarisasi aset, sistem pengendalian internal, dan analisis laporan keuangan.
Pelatihan juga diisi dengan sesi praktik langsung agar peserta dapat menerapkan materi secara nyata dalam pengelolaan administrasi keuangan lembaganya.
Bendahara YPIA, Nurdin Urbayani, menyampaikan kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara STIE Swasta Mandiri Surakarta dengan yayasannya di bidang pendidikan, pelatihan, dan penelitian guna memperkuat tata kelola lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.
“Tanpa laporan keuangan yang transparan kita akan kehilangan kepercayaan. Kalau kepercayaan hilang, maka modal paling besar institusi akan hilang. Jadi ketika kita belajar akuntansi dan keuangan, sesungguhnya kita sedang belajar menata hidup bukan sekedar menata angka. Dengan belajar keuangan kita tahu apa itu kebutuhan dan keinginan,” ujarnya.

