• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Sukses di Film 365 Days, Aktor Michele Morrone Jadi Model Miliaran Rupiah

Redaksi by Redaksi
11 July 2020
in News
0
Sukses di Film 365 Days, Aktor Michele Morrone Jadi Model Miliaran Rupiah

SoloposFM, Aktor Michele Morrone namanya seketika jadi populer setelah membintangi film 365 Days yang tayang di Netflix. Kini, aktor bertubuh seksi itu mendapatkan tawaran model dengan kontrak bernilai fantastis.

Seperti dikutip Detik.com dari TMZ, Michele Morrone akan menjadi model dengan kontrak senilai ribuan dollar atau miliaran rupiah. Pria 29 tahun itu akan menjadi model untuk desainer Paul Marciano.

Michele tampaknya akan menjadi brand ambassador untuk rumah model tersebut. Tak hanya melakukan syuting dan pemotretan iklan, aktor asal Italia itu ke depannya akan tampil di fashion show Paul Marciano.

Karier Michele Morrone melonjak setelah membintangi film erotis kontroversial tersebut. Dalam film tersebut, Michele Morrone berperan sebagai Massimo. Semua mata tertuju padanya karena tubuh Michele yang atletis.

Michele Morrone tak menyangka bahwa kini menjadi sangat populer dan mendadak kaya. Sebelumnya, Michele hanyalah tukang kebun dengan penghasilan yang kecil.

Kritik Untuk Film 365 Days

Meski film 365 Days cukup sukses, namun banyak kritik di baliknya. Kini, ada petisi yang meminta agar film tersebut dihapus dari Netflix.

Lewat situs Change.org, petisi tersebut telah ditandatangani lebih dari 70 ribu orang. Dalam petisi tersebut tertulis bahwa film tersebut dianggap sebagai ejekan bagi para korban dan penyintas kekerasan seksual dan pelecehan.

“Bagi mereka yang telah menonton, kita tahu bahwa dia berbicara tentang perdagangan anak, membius, memenjarakannya, melakukan kekerasan seksual, dan melakukan hubungan seks tanpa persetujuan,” isi petisi tersebut.

Ditambahkan bahwa film tersebut memperlihatkan taktik Michele Morrone melakukan pelecehan seksual seperti gaslighting, paksaan reproduksi dan sindrom Stockholm. Istilah tersebut diartikan sebagai respon psikologis dimana dalam kasus-kasus tertentu para sandera penculikan menunjukkan tanda-tanda kesetiaan kepada penyanderanya tanpa peduli dengan bahaya atau risiko yang telah dialami oleh sandera itu.

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Tags: filmbioskop

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.