• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Tentara Tidak Boleh Asal Bermedsos, Ini Pesan Panglima TNI

Redaksi by Redaksi
17 April 2017
in News
0
Tentara Tidak Boleh Asal Bermedsos, Ini Pesan Panglima TNI

SoloposFM–Dampak media sosial seringkali tidak sesepele yang kita kira. Hal ini juga menjadi perhatian Tentara Nasional Indonesia (TNI). Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, memberi instruksi khusus pada anggotanya dan keluarga TNI di media sosial.

Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI AL IX/Ambon, Kolonel Marinir Imam Sopingidi di Ambon, Maluku, Senin (17/4/2017) menyampaikan penekanan Nurmantyo soal media sosial ini.

Nurmantyo dalam pesan tertulisnya soal media sosial ini menegaskan, semua tentara, pegawai negeri sipil di lingkungan TNI dan keluarganya harus berhati-hati dalam penggunaan media sosial, juga tidak mengunggah gambar, foto dan video yang tidak pantas untuk ditonton.

Komandan-komandan satuan TNI juga harus terus memberikan penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI terkait pemanfaatan media sosial secara baik, yang berpedoman dan melaksanakan ketentuan-ketentuan penggunaan media sosial yang dikeluarkan pimpinan TNI.

Antaranews melaporkan, menurut Nurmantyo, tantangan ke depan akan sangat kompleks, salah satunya semakin masif penggunaan media sosial, dan menjadi “medan pertempuran baru” oleh sekelompok masyarakat untuk mencapai tujuannya.

Penyebaran informasi dan berita-berita bohong melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan, ke-Bhineka Tunggal Ika-an serta munculnya radikalisme.

[Dita Primera]

Tags: medsosmedia sosialtnigatot nurmantyo

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Warga Laweyan Solo Dapat Hadiah Umrah Iftar Ramadan dari Lorin Group Solo
  • Tirta Ampera Boyolali Perkuat Layanan, Pengaduan Pelanggan Kini Terintegrasi Digital
  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.