• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Program

Jangan Cemari Makanan dengan Pornografi

W W by W W
9 August 2016
in Program
0
Jangan Cemari Makanan dengan Pornografi

SoloposFM – Produk makanan mie Bikini atau bihun kekinian tengah menjadi perbincangan. Sebelum digerebek BB POM, mie itu sebelumnya ramai dijual di media sosial, salah satunya instagram. Harga perbungkusnya di kisaran Rp 15 ribu.

Tampilan kemasan Bikini memperlihatkan gambar bikini. Seperti terdapat beberapa foto yang tertera dalam akun BIKINI SNACK OFFICIAL. Di sana ada sekitar 27 foto yang menampilkan para pemesan snack ini. Kemasan Bihun Kekinian ini dilengkapi gambar dan bertuliskan ‘remas aku’ tepat digambar makanan dalam kemasan tersebut.

Diduga penyebaran produk ini tidak hanya dipesan banyak dari luar negeri saja, beberapa daerah di Jawa Barat seperti Bandung, Sukabumi, Malang, Jambi, Lampung, Cirebon, Bekasi, Surabaya, Purwokerto dan Depok banyak yang memesan.

Dilihat dari kacamata bisnis, produk mie bikini ini jelas sangat kreatif dan mampu menemukan celah pasar. Tapi dilihat dari kacamata moralitas/ produk ini jelas sangat jauh dari kata ‘etis’. Menjual makanan dengan kemasan pornografi jelas bukan pilihan bijak. Apalagi jajanan ini juga menyasar konsumen remaja dan anak-anak. Untung saja produk ini belum beredar lebih luas lagi.

Produsen mie bikini harusnya lebih mawas diri. Jangan hanya berpikir asal produk laku dan asal dapat untung, hingga meminggirkan norma-norma susila dan etika dalam social kemasyarakatan.

Ingat, saat ini anak-anak dan remaja sudah sedemikian rawannya jadi incaran penyebaran pornografi dan pornoaksi. Anak-anak dan remaja adalah generasi muda penerus bangsa. Rasanya sudah cukup mereka diracuni tontonan televisi dan hiburan bermuatan pornografi, dan banyak pihak sedang berupaya keras untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman pornografi. Jangan ditambah lagi dengan meracuni mereka dengan makanan-makanan bermuatan pornografi.

Biarkan makanan terjaga keasliannya sebagai makanan, untuk dikonsumsi dan dinikmati dari mulut hingga ke perut. Jangan cemari makanan dengan muatan-muatan pornografi/ yang bakal dikonsumsi mata dan merusak moralitas anak bangsa.

http://radio.solopos.com/assets/dokumen//2016/08/EDITORIAL-SPFM-08-AGUSTUS-2016-1.mp3
Tags: pornografimie bikinimie kekinian

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Podcast Pustaka Berbicara: LKKS Hadir, Kenali, Pahami, dan Kolaborasi
  • 120 Tahun Kota Pekalongan: Momentum Bertahan, Berbenah, dan Berkelanjutan
  • Ada Keterbasan Anggaran hingga Bencana, Pemkot Pekalongan Fokus Pelayanan dan Inovasi
  • HUT ke-120, Pemkot Pekalongan Gelar Perayaan Sederhana dengan Kegiatan Sosial
  • Studi Tiru Dekranasda Badung Perkuat Sinergi Pengembangan Batik Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.