• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Beternak Ayam Bisnis Masa Depan, Ketua DPRD Jateng Contohkan Bill Gates

Abu Nadzib by Abu Nadzib
10 October 2025
in News
0
ketua dprd sumanto beternak ayam

Ketua DPRD Jateng Sumanto saat mengunjungi salah satu peternakan di Karanganyar, belum lama ini. (Istimewa)

Radio Solopos, KARANGANYAR – Ketua DPRD Jateng Sumanto mengatakan beternak ayam merupakan salah satu bentuk usaha yang menguntungkan.

Selain potensi keuntungannya tinggi, beternak ayam juga menjadi upaya meningkatkan ketahanan pangan.

Hal tersebut Sumanto ungkapkan, saat menggelar Sosialisasi di Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Menurut Sumanto, potensi keuntungan beternak ayam bahkan diungkapkan oleh Bill Gates yang merupakan Pendiri Microsoft. Salah satu orang terkaya sedunia dengan kekayaan mencapai 122,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.032 triliun tersebut pernah mengungkap akan beternak ayam jika ia hidup dalam kemiskinan ekstrem.

“Bill Gates pernah bilang, tidak ada investasi yang memiliki persentase pengembalian sesuatu yang mampu berkembang biak seperti ayam. Seekor ayam Jawa bisa menghasilkan 60 butir telur dalam setahun. Sedangkan ayam persilangan bisa bertelur hingga 300 butir setahun. Jika warga memelihara 10 ekor ayam, hasilnya sudah bisa dihitung,” katanya.

Ketua DPRD Jateng Sumanto saat mengunjungi salah satu peternakan di Karanganyar, belum lama ini. (Istimewa)

Sumanto menyarankan warga melakukan budidaya ayam kampung unggul karena memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit. Selain itu, masa panennya cepat, hanya 70-90 hari, serta produktivitas telur tinggi mencapai 160-180 butir per tahun. Ayam kampung unggul juga memiliki daging yang gurih serta disukai pasar lokal.

“Budi daya ini bisa dimulai dengan 10 ekor ayam. Komposisi idealnya 8 betina dan 2 jantan. Fokus utamanya bibit sehat dan unggul, kandang kering dan bersih, pakan seimbang alami, serta perawatan terjamin,” katanya.

Ia menambahkan, untuk mencapai hasil maksimal, peternak perlu menyiapkan desain kandang praktis dan standar, menggunakan bahan bambu, kayu, serta seng atau terpal.

Selain itu, lantai tanah perlu ditaburi sekam atau jerami kering, serta ada fasilitas tempat makan minum dan bertelur. Hal lain yang perlu peternak siapkan yaitu ventilasi baik dan sinar matahari cukup, ruang isolasi ayam sakit, kandang bebas ayam luar, serta tidak lembab.

Sementara itu, guna memaksimalkan keuntungan, perlu adanya sistem pakan yang tepat. Idealnya peternak menggunakan campuran dedak, jagung halus, sayur rebus, dan ampas tahu. Sedangkan untuk tambahannya bisa memakai pakan fermentasi dari limbah dapur, sisa nasi, dan sisa parutan kelapa.

Sumanto menambahkan, ayam juga perlu dijaga agar tetap sehat. Terutama terhadap penyakit yang kerap menjangkiti ayam seperti piler dan tetelo. Caranya dengan memberikan vaksin serta herbal mingguan berupa air rebusan kunyit, temulawak, jahe, dan bawang putih.

Ia mengatakan, usaha ternak ayam jika ditekuni dan berhasil bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan begitu, warga bisa menabung dan penghasilannya tak hanya habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pihaknya juga siap memberikan bantuan bibit ayam beserta kandang asalkan warga mau serius beternak.

“Usaha ini kalau ditekuni bisa bikin kaya, masyarakat jadi punya tabungan. Contoh peternak yang sukses juga ada sehingga bisa belajar dari situ,” paparnya.

Adapun pemasaran hasil ternak ayam bisa ke tetangga, pasar desa, dan warung makan. Peternak juga bisa memanfaatkan media sosial untuk pemasaran dan menerapkan sistem pre order ayam potong mingguan. (Adv/*)

Tags: Bill Gatessumantoketua dprd jatengbeternak ayam

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Politeknik Assalaam Siap Bertransformasi Menjadi Universitas pada Tahun 2027
  • Pemkot Solo Siapkan Pembatasan Sampah ke Putri Cempo, Pengolahan Dimulai dari Rumah Tangga
  • Mitra10 Solo Baru Tawarkan Solusi Bangun Rumah Tanpa Ribet
  • Kokola Luncurkan Kukis Black, Perkuat Diferensiasi Produk di Tengah Persaingan Pasar
  • Fokus Kualitas Layanan, BPJS Kesehatan Bersama Fasilitas Kesehatan Dukung JKN Berkelanjutan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.