• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Dorong Jateng Maksimalkan Produk Hortikultura Organik, Sumanto: Praktik Tengkulak Harus Diberantas

Adv

Abu Nadzib by Abu Nadzib
24 November 2025
in News
0
Dorong Jateng Maksimalkan Produk Hortikultura Organik, Sumanto: Praktik Tengkulak Harus Diberantas

Ketua DPRD Jateng Sumanto (Istimewa)

Radio Solopos, SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk hortikultura organik.

Sejumlah dataran tinggi di Jawa Tengah dengan hawa sejuk mendukung potensi tersebut.

Tingginya permintaan pasar lokal dan ekspor yang terus meningkat, membuat peluang untuk memperkuat sektor ini semakin terbuka.

Ketua DPRD Jateng Sumanto mencontohkan wilayah Tawangmangu di Kabupaten Karanganyar kaya akan potensi holtikultura seperti aneka sayur dan alpukat.

Potensi yang sama juga ada di wilayah Ngargoyoso, dan Gondosuli. Selain itu, wilayah Kabupaten Boyolali, tepatnya di kaki Gunung Merapi dan Merbabu banyak dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti kubis, sawi, dan tomat.

“Jateng ini sudah punya modal alam, dan iklim. Tinggal pemerintah daerah mendorong melalui dukungan kebijakan yang kuat untuk menjadikan hortikultura organik sebagai salah satu sektor unggulan,” katanya, belum lama ini.

Ia menambahkan, sejumlah kelompok tani organik di Jateng juga mulai membidik segmen pasar premium.

Selain berorientasi ekspor, mereka memasarkan produk-produknya ke supermarket dan pasar modern.

Sayuran yang mereka produksi dijual dengan harga lebih tinggi karena standar kualitas yang ketat. Petani juga menerapkan sistem tanam plasma agar panen bisa bergiliran dan kontinyu.

Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto dalam salah satu acara. (Istimewa)

Menurut Sumanto, konsumen produk hortikultura saat ini semakin jeli dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi, energi, maupun prestige.

Tren saat ini, konsumen lebih menyukai produk hortikultura yang masih fresh atau segar. Sebab pada kondisi tersebut kandungan nutrisi produk masih tinggi dan sedikit terjadi penurunan gizinya.

“Tuntutan konsumen tersebut membuka peluang dalam penyediaan produk yang selalu fresh dan mempunyai penampilan yang menarik,” imbuhnya.

Dengan adanya potensi yang besar tersebut, ia meminta Pemprov Jateng memberikan dukungan. Salah satunya dengan memperluas pelatihan pembuatan pupuk organik bagi para petani.

Selain itu, perlu mekanisme yang lebih baik agar petani bisa menjual produknya langsung ke pasar modern atau ekspor. Hal ini untuk meminimalisasi ulah tengkulak yang merugikan petani.

Guna memaksimalkan keuntungan, petani juga perlu diajari teknologi pengemasan buah dan sayur agar produknya tetap segar dan bertahan lama.

Dengan masa simpan yang panjang, pedagang buah dan sayur dapat memperluas pasar penjualnya.

Menurut Sumanto, jika pengelolaannya baik, hortikultura organik bisa menjadi sumber pendapatan signifikan bagi petani lokal.

Selain itu, dengan semakin meningkatnya kesadaran konsumen akan kesehatan dan kualitas produk, potensi pasar holtikultura organik akan terus tumbuh.

“Dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan pasar, pengembangan hortikultura organik di Jateng bisa terus berkembang dan memberikan keuntungan ekonomi,” paparnya. (ADV/*)

Tags: sumantoketua dprd jatengproduk holtikulturaholtikultura organik

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan
  • Ketersediaan Aspal dan Cuaca Jadi Tantangan, Wali Kota Pekalongan: Perbaikan Jalan Terus!
  • Lomba Mancing “Wali Kota Cup II” Dongkrak Potensi Wisata Pantai Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.