• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Hari Terakhir Bekerja, Buruh Sritex Berfoto-foto dan Berikan Senyum Perpisahan

Abu Nadzib by Abu Nadzib
28 February 2025
in News
0
phk buruh sritex

Para pekerja Sritex berfoto bersama sembari mengucapkan salam perpisahan di depan pintu gerbang pabrik, Jumat (28/2/2025). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Radio Solopos – Ribuan pekerja PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Tbk menjalani hari terakhir di pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara itu, Jumat (28/2/2025).

Mereka memberikan salam perpisahan setelah mengambil surat pemutusan hubungan kerja (PHK) di divisi masing-masing.

Seolah siswa yang lulus sekolah, banyak pekerja yang mengabadikan momentum perpisahan dengan berfoto bersama rekan kerja di depan pintu gerbang pabrik.

Sebagian pekerja melakukan coret seragam warna biru langit yang menjadi ciri khas Sritex.

Sebagian lainnya memberikan tawa dan senyum terakhir sebelum berpisah dari tempat mereka bekerja bertahun-tahun.

“Selamat tinggal Sritex. Salam perpisahan untuk rekan-rekan pekerja. Hari ini, kami kali terakhir menginjakkan kaki di pabrik,” kata seorang pekerja Sritex asal Klaten, Kuncoro, seperti dikutip Radio Solopos dari Espos.id.

Kuncoro bekerja di divisi weaving selama kurang lebih 15 tahun.

Dia mengandalkan upah yang yang diterima setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
Kini ia harus melepas pekerjaan yang dilakoni selama bertahun-tahun setelah terkena PHK.

Selepas berhenti bekerja dari Sritex, para buruh ini berharap segera menerima jaminan hari tua dan mendapatkan pekerjaan baru.

“Saya di rumah usaha kecil-kecilan untuk menyambung hidup sembari mencari pekerjaan. Harapannya, negara membantu nasib para pekerja Sritex yang terkena PHK,” ujar dia.

Senada juga diungkapkan pekerja Sritex lainnya yang terkena PHK, Wagiyem. Dia mengaku telah bertahun-tahun bekerja di raksasa tekstil di Asia Tenggara itu.

Banyak kenangan yang terjadi selama bekerja di Sritex. Dia tak bisa lagi berjumpa dengan rekan kerja setiap hari.

“Saat masuk dan keluar pabrik, seluruh karyawan pasti berjalan kaki menyusuri jalan pabrik. Ini momen yang akan selalu saya kenang sepanjang hidup,” ujar dia.

Seperti diketahui, 8.475 buruh Sritex akhirnya di-PHK setelah perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara itu dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang, beberapa waktu lalu.

Tags: phksritexphk sritexperusahaan tekstil

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal
  • Samsat Sukoharjo Perkuat Sinergi Layanan dan Genjot Kepatuhan, Targetkan 80% Warga Taat PajakĀ 
  • Wakil Wali Kota Pekalongan Ajak ASN Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi
  • LCCM 2026 Solo Hadir dengan Sistem Baru, Tekankan Uji Mental dan Kecepatan Siswa
  • 49 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota Pekalongan: Kinerja Harus Bagus!

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.